• Pdt. Agus Lutan
  • 11 Maret 2012
  • Ibadah Raya I & III - Pk. 07.00 & 11.15 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 - 6230 3360 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Hati Nurani Yang Murni

"Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia." (Kis 24:16)

Setiap orang pasti ingin menjadi orang yang sukses dan berhasil maka kunci utamanya adalah dari hati. Apa yang dimaksud dengan hati nurani? Hati nurani adalah suara dari dalam hati atau batin kita yang berfungsi sebagai hakim dan wasit, yang akan menuduh jika kita melakukan hal yang salah oleh karena itu akan membuat kita merasa salah, merasa tidak nyaman, gelisah tapi ia juga akan memberi damai sejahtera jika kita melakukan hal yang benar.

“Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.” (Roma 2:14-15)

Kalau hati nurani kita murni maka kita akan peka terhadap suara hati nurani. Hati nurani itu ibarat GPS. GPS adalah alat penunjuk jalan dikala kita tersesat. Hati nurani kita pun demikian, hati nurani adalah alat penuntun kita kejalan yang benar agar tidak menyimpang kekanan maupun kekiri. Ketika kita berbuat salah maka hati nurani kita akan terus menuduh kita. Hati nurani yang diabaikan dapat membuat hati nurani kita menjadi tumpul atau bahkan mati, sehingga suara hati tidak dapat menuntun kita kembali.

Tiga hal yang dapat menyebabkan hati nurani kita menjadi kotor :

  1. Membenarkan Diri Sendiri
  2. Jika kita melakukan kesalahan maka hati nurani kita akan mendakwa kita. Namun kita bisa menipu hati nurani kita. Ketika hati nurani kita berkata bahwa kita salah, kita tidak mengabaikannya dan merasa bahwa kita melakukan hal yang benar. Waspadalah, karena hati nurani yang terus dibohongi dapat membuat hati nurani kita menjadi tumpul bahkan mati. Kalau hati nurani kita sudah mati, maka ketika kita melakukan dosa, maka hati nurani tidak dapat berkata-kata lagi, sehingga kesalahan yang kita buat jadi dibenarkan.

  3. Mengabaikan Suara Hati Nurani
  4. Kalau kita abaikan alarm suara yang berbicara dari hati nurani kita, maka suara itu akan mati dengan sendiri. Sama seperti alarm seatbelt mobil, jika pengemudi tidak mengenakan seatbelt, maka alarm akan terus berbunyi. Namun alarm seatbelt pun akan mati dengan sendirinya jika terus diabaikan oleh pengemudinya. Responi alarm dari suara hati kita dan jangan diabaikan agar hati nurani itu tidak mati. Jagalah hati kita, karena Roh Kudus sering kali berbicara melalui hati nurani kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga hati nurani kita supaya tetap murni agar Roh Kudus dapat terus berbicara dalam hati kita. Semakin murni hati kita akan semakin jelas Roh Kudus yang berbicara dalam hati kita. Kalau kita berbuat salah, mintalah pengampunan dosa kepada Tuhan, karena Dia setia dan adil dan akan mengampuni dosa-dosa kita. Jangan abaikan suara hati nurani kita yang menegur kita.

  5. Hidup Dalam Kepura-Puraan (Kemunafikan)
  6. Ketika kita hidup dalam kepura-puraan maka sesungguhnya kita sedang membohongi hati nurani kita. Kita sering berkata yang manis kepada orang padahal hati kita sedang benci dan dengki dengan orang tersebut. Kita harus hidup jujur seorang dengan yang lain. Bukan kita menjadi orang yang serba bicara apa adanya, tapi kita harus melakukan segala sesuatu dengan kasih Tuhan.

    “Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus.” (Roma 9:1)

Bagaimana menjaga hati nurani kita murni :

  1. Mengaku Dosa
  2. Jika kita melakukan dosa, maka kita harus mengaku dihadapan Tuhan. Responi suara hati kita, jika hati nurani kita menyatakan kesalahan-kesalahan kita.

  3. Mengisi Hati Nurani Kita Dengan Firman Tuhan
  4. Kita harus hidup senantiasa seturut firman Tuhan. Firman Tuhan harus menjadi patokan dan tuntunan dalam hidup kita agar kita tidak menyimpang dari jalan-jalan Tuhan.

  5. Menuruti Tuntunan Roh Kudus Dalam Hati Nurani
  6. Jangan pernah melawan suara hati nurani kita, karena Roh Kudus berbicara dalam hati nurani kita. Ia memberikan tuntunannya melalui hati nurani kita.

Hati nurani kita adalah sebuah sarana untuk Roh Kudus berkata-kata tentang jalan-jalan kehidupan yang harus kita tempuh. Oleh karena itu, hendaklah kita senantiasa menjaga kemurnian hati kita agar kita hidup berkenan dihadapan Tuhan. Amin...

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"

Featured Speakers

28 30 31 32 33 34
  • 27 Apr 2014, IR1 - IR5
  • Pdt. Ir. Wiryohadi
  • 04 Mei 2014, IR1 - IR5
  • Pdm. DR. Janto Simkoputera, MD PhD
  • 11 Mei 2014, IR1 - IR5
  • Pdt. Rubin Ong
  • 18 Mei 2014, IR1 - IR3
  • Ev. Lily Sulistyo
  • 18 Mei 2014, IR5
  • Ps. Indri Gautama
  • 25 Mei 2014, IR1 - IR5
  • Pdt. Anthony Chang, M. Th

Follow & Share

Aplikasi GBI - PRJ

close