• Pdt. Agus Lutan
  • 11 Maret 2012
  • Ibadah Raya II - Pk. 09.00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 - 6230 3360 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Hati Nurani Yang Murni (2)

“Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu, supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni. Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka.” (I Tim 1:18-19)

Hidup kekristenan berbicara tentang peperangan rohani. Timotius mengajarkan bahwa hidup kita adalah perjuangan iman yang, memerlukan kekuatan iman dan hati nurani yang murni. Mengapa kita harus berperang? Karena kita mempunyai musuh-musuh dalam kehidupan ini yang terus ingin membuat kita jauh dari Tuhan.

Tiga musuh yang harus kita kalahkan dalam hidup kita :

  1. Setan, musuh yang harus dikalahkan yaitu, sijahat yang menginginkan kita melakukan yang jahat
  2. Dunia, dengan segala keglamoran dan daya tariknya
  3. Diri kita sendiri, yaitu hawa nafsu kedagingan

Untuk dapat menang dalam peperangan rohani maka kita harus memiliki hati nurani yang murni dihadapan Tuhan. Apa itu hati nurani ? Hati nurani adalah suara dari dalam hati kita yang berfungsi sebagai hakim dan wasit, yang akan menuduh jika kita melakukan hal yang salah oleh karena itu akan membuat kita merasa salah, merasa tidak nyaman, gelisah tapi juga akan memberi damai sejahtera jika kita melakukan hal yang benar.

“Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.” (I Tim 1:16-17)

Berkat hati nurani yang murni :

  1. Perilaku Kita Akan Terkontrol
  2. Suara dari dalam hati kita akan memperingatkan kita ketika kita melakukan hal-hal yang tidak benar. Perilaku kita akan benar kalau hati nurani kita murni dihadapan Tuhan. Hati nurani ibarat alarm, yang akan berbunyi jika terjadi sesuatu yang membahayakan.

  3. Hidup Yang Aman Sejahtera
  4. “Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah, sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.” (I Yoh 3:19-20)

    Jika kita hidup menurut firman Tuhan maka kita akan hidup aman dalam Tuhan karena kita memiliki hati yang murni dihadapan Tuhan. Jika hati nurani kita menuduh kita karena pelanggaran kita, maka hendaklah kita langsung mengaku dosa agar kita hidup berkenan dihadapan Tuhan dan memperoleh damai sejahtera dalam menjalani hidup ini.

  5. Membuat Doa Kita Menjadi Dashyat
  6. “Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” (I Yoh 3:21-22)

  7. Kita Akan Semakin Peka Terhadap Suara Roh Kudus
  8. “Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus.” (Rom 9:1).

    Hati adalah salah satu media Roh Kudus untuk berbicara dan menuntun hidup kita. Kalau hati nurani kita murni maka kita dapat mendengar dengan jelas ketika Roh Kudus berbicara dalam hati. Jika masih ada suara yang menuduh kita itu adalah satu tanda bahwa hati nurani kita masih murni, tapi jika suara dalam hati sudah tidak berbicara maka hati nurani kita sudah tumpul atau bahkan sudah mati sehingga hati nurani kita tidak dapat menuntun kembali hidup kita.

Hati nurani kita adalah sebuah sarana untuk Roh Kudus berkata-kata tentang jalan-jalan kehidupan yang harus kita tempuh. Oleh karena itu, hendaklah kita senantiasa menjaga kemurnian hati kita agar kita hidup berkenan dihadapan Tuhan. Amin...

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"

Featured Speakers

28 30 31 32 33 34
  • 27 Apr 2014, IR1 - IR5
  • Pdt. Ir. Wiryohadi
  • 04 Mei 2014, IR1 - IR5
  • Pdm. DR. Janto Simkoputera, MD PhD
  • 11 Mei 2014, IR1 - IR5
  • Pdt. Rubin Ong
  • 18 Mei 2014, IR1 - IR3
  • Ev. Lily Sulistyo
  • 18 Mei 2014, IR5
  • Ps. Indri Gautama
  • 25 Mei 2014, IR1 - IR5
  • Pdt. Anthony Chang, M. Th

Follow & Share

Aplikasi GBI - PRJ

close