• Pdt. Johan Lumoindong
  • 09 Februari 2017
  • Women Of Integrity - Pk. 10:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Don't Disturb My Family (Jangan Ganggu Keluargaku)

“karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.” (Efs 2:18-19)

Yang menjadi fokus utama kita dalam sebuah keluarga adalah keluarga inti yaitu suami atau istri dan anak-anak setelah keluarga itu keluarga besar dan kemudian rekan sekerja dalam Tuhan. Adat istiadat yang baik haruslah dimulai dari keluarga. Dimulai dari sebuah keluarga kita belajar menghormati orang tua, menghargai satu dengan lain dan menjaga kehangatan keharmonisan antara sesama keluarga. Kita akan merasa terganggu jika ada orang yang menggangu keluarga kita. Tapi yang perlu kita kita, jika keluarga kita menjadi keluarga yang utuh maka tidak akan ada yang bisa mengganggu keluarga kita. Ada dua prinsip dasar dalam keluarga yang harus kita lakukan agar kita menjadi keluarga yang utuh.

  1. Mengetahui Tugas dan Kewajiban Sesuai Dengan Kapasitas
  2. “memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu.” (Efs 3:2,9)

    Untuk menjaga keluarga, masing-masing anggota keluarga harus mengetahui tugas dan tanggung jawab. Sebagai seorang istri, memiliki tugas untuk tunduk, merawat suami dan anak-anak. Suami memiliki tugas untuk mengasihi istri dan memelihara kehidupan anak-anak. Tugas suami istri haruslah dilakukan oleh pasangannya dan bukan orang lain yang menggantikannya. Seorang istri haruslah berpenampilan menarik didepan suaminya untuk menjaga keromantisan hubungan intim suami istri dan keharmonisan bagi anak-anak.

  3. Selalu Hadir Dalam Setiap Masalah Yang Dihadapi Keluarga
  4. “Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya. Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu.” (Efs 3:7-8)

    Rasul Paulus menganggap dirinya paling hina karena itu ia ingin terus dipakai dalam setiap pelayanan yang Tuhan percayakan. Begitupun dengan kita, harus mampu untuk ada dimana keluarga kita sedang memerlukan bantuan kita. Terkadang kita tidak mampu untuk mengurus begitu banyak persoalan yang terjadi didalam keluarga, tapi kita harus hadir dalam setiap persoalan yang dihadapi demi keutuhan keluarga kita. Kita harus selalu hadir dalam kasih, doa, ataupun tenaga dan dana untuk menolong keluarga kita sebagai keluarga didalam Tuhan.

Jangan menganggu keluargaku adalah bagian kita untuk selalu tinggal dan selalu ada bagi keluarga kita. Keluarga adalah bagian terdekat dari hidup kita yang tidak dapat dipisahkan oleh apapun. Oleh karena itu, jagalah keutuhan keluarga kita dengan mengetahui tugas dan kewajiban sesuai dengan kapasitas yang Tuhan berikan dan selalu hadir dalam setiap masalah yang dihadapi keluarga. Kita adalah perisai utama keluarga kita, berikan selalu pelayanan yang terbaik bagi keluarga kira agar keharmonisan keluarga selalu terjaga dan terang Tuhan terpancar melalui keluarga kita. Amin..

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"

285 284 286 287
  • 23 Jul 2017
  • IR 3 : (11.15)
  • Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • 23 Jul 2017
  • IR 1 s/d 2 & 5 : (07.00 - 09.00 & 16.30)
  • Pdt. Agus Lutan
  • 30 Jul 2017
  • IR 1 : (07.00)
  • Pdm. Rulianto Widjaja
  • 30 Jul 2017
  • IR 2 s/d 3 & 5 : (09.00 - 11.15 & 16.30)
  • Ps. Phillip Mantofa

Aplikasi GBI - PRJ

close
Integrity Magazine
Majalah COOL