• Ps. Ade Surya
  • 25 Juni 2017
  • 2PM - Pk. 14:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

4 Ciri Orang Yang Dewasa

Bicara tentang kedewasaan, saya percaya kedewasaan adalah sasaran dan proses kehidupan. Menjadi tua itu pasti, tapi menjadi dewasa itu pilihan. Dewasa tidak terjadi begitu saja, melainkan mengambil keputusan dengan berani, yaitu lewat memikul tanggung jawab.

Kalau kita tidak pernah mau dewasa, tidak perlu ambil tanggung jawab. Tapi kalau mau, ambillah tanggung jawab sebesar apa pun itu.

“Berfirmanlah Allah: ‘Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi’” (Kej. 1:26).

Adam pun langsung diberi tanggung jawab oleh Tuhan, yaitu mengusahakan. Mengusahakan artinya yang tadinya jelek jadi bagus, yang namanya satu jadi dua, yang namanya dua jadi empat, dan seterusnya. Tapi, selain mengusahakan, juga harus memelihara, merawat. Karena pemeliharaan yang baik adalah pemeliharaan yang tidak turun kualitas atau nilainya.

Adam pun harus bertanggung jawab terhadap Hawa, penolong yang sepadan. (Jangan pernah menikah karena sudah mulai tua atau bertambah usia, tetapi menikahlah kalau sudah dewasa). Tetapi, Adam mulai melempar-lempar tanggung jawab dengan Hawa, Hawa juga dengan Iblis (ular).

Dewasa seperti apa yang Tuhan ukurkan kepada kita? Yang bagaimana yang dewasa itu menurut Tuhan? Bukan berarti berkumis maka dewasa. Bisa saja penampilan fisik kelihatan dewasa, tetapi kekanak-kanakan.

“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna” (Mat. 5:48).

Kata ‘sempurna’ dalam bahasa Yunani adalah telios yang artinya matang, dewasa, sesuai dengan kehendak sang pencipta. Tuhan mau supaya kita matang, dewasa, seperti karakternya Tuhan. Apa karakter-Nya? Kasih. Lihat 1 Korintus 13:4-7. Di setiap ayat itu, coba ganti kata kasih menjadi nama Anda. Kalau kita belum mencapainya, kita mesti bertumbuh. Sebab kedewasaan itu selalu bertumbuh.

ADA 4 POIN YANG PERLU SAYA TEKANKAN TENTANG ORANG YANG DEWASA:

  1. Orang yang dewasa akan menutupi segala sesuatu (tidak mengumbar-umbar atau membuka aib). Hari-hari ini banyak orang yang walau sudah tua, malah kayak anak-anak dengan memperlakukan atau membongkar keburukan orang lain di media sosial. Dunia ini berusaha menjerat kita supaya menjadi tidak dewasa. Coba bayangkan kalau Tuhan mau bongkar segala sesuatu, pasti banyak hal munafik yang Dia bongkar. Mengapa Tuhan tidak membongkar? Tuhan ingin memberi kesempatan untuk bertobat. Orang yang suka menutupi segala sesuatu artinya juga: masalah besar akan dia kecilkan, masalah kecil akan dia tiadakan. Sebaliknya, kalau masalah kecil dibesarkan, masalah besar diledakkan, itu kekanak-kanakan.
  2. Orang yang dewasa percaya segala sesuatu. Dia juga mempercayakan. Lawan dari percaya adalah curiga. Banyak pemimpin muda yang kandas karena pemimpin senior yang kekanak-kanakan (tidak percaya alias curiga). Suami-istri pun sering saling curiga, apalagi di zaman medsos ini. Orang yang dewasa pun dapat dipercaya. Kepercayaan dari orang lain itu tidak gratis atau terjadi begitu saja. Ada harganya atau harus diusahakan. Kepercayaan juga bisa saja luntur apabila kita tidak menepati janji.
  3. Orang yang dewasa mengharapkan segala sesuatu. Lawan dari mengharapkan adalah menuntut. Kedewasaan akan berhenti pada level mengharapkan, tetapi kekanak-kanakan akan selalu menuntut segala sesuatu. Banyak pasangan yang saling menuntut, padahal banyak hal baik bisa diraih dengan tidak menuntut. Banyak orang ingin menuntut orang lain berubah, padahal hanya Tuhan yang bisa mengubah orang lain. Kita bisa mendoakan orang lain supaya Tuhan ubahkan.
  4. Orang yang dewasa sabar menanggung segala sesuatu. Anak kecil tidak akan sabar. Orang yang dewasa bukan hanya sabar pada hal-hal yan biasa, tetapi segala sesuatu, baik di dalam kesusahan maupun di dalam berkat. Orang yang sabar menangguung segala sesuatu berarti dipuji tidak terbang, diuji tidak tumbang. Banyak orang yang dipuji dia terbang, dan diuji dia tumbang. Tetapi, Bapa di surga mau supaya kita menjadi orang yang dewasa.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"

285 284 286 287
  • 23 Jul 2017
  • IR 3 : (11.15)
  • Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • 23 Jul 2017
  • IR 1 s/d 2 & 5 : (07.00 - 09.00 & 16.30)
  • Pdt. Agus Lutan
  • 30 Jul 2017
  • IR 1 : (07.00)
  • Pdm. Rulianto Widjaja
  • 30 Jul 2017
  • IR 2 s/d 3 & 5 : (09.00 - 11.15 & 16.30)
  • Ps. Phillip Mantofa

Aplikasi GBI - PRJ

close
Integrity Magazine
Majalah COOL