• Pdt. Daniel W. Pradhana
  • 09 Juli 2017
  • 2PM - Pk. 14:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Discipleship (Pemuridan)

"Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku." (Matius 16:24).

Kata-kata Tuhan Yesus barangsiapa yang mau menjadi murid-Nya adalah sebuah kesempatan yang terbuka bagi siapa saja. Namun ada kondisi atau kategori yang harus dipenuhi untuk menjadi murid Yesus. Siapa saja boleh jadi murid Tuhan Yesus tapi tidak otomatis. Ada kondisi tertentu yang harus dipenuhi. Orang yang menjadi pengikut Yesus adalah seorang yang juga murid Yesus, oleh sebab itu tidak bisa orang berkata sebagai pengikut Yesus namun tidak mau menjadi murid Yesus.

Apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi murid Yesus?

  1. Harus menyangkal dirinya.
  2. Sangkal diri seringkali diasosiasikan dengan hidup yang penuh dengan aturan dan larangan, namun sebenarnya hal itu adalah salah. Sangkal diri artinya menyadari bahwa hidup yang dimiliki sekarang bukan miliknya sendiri lagi namun milik Yesus yang telah membayarnya dengan lunas di atas kayu salib. Hidup yang dihidupi hari ini adalah hidup anugerah yang diberikan dengan cuma-cuma oleh Yesus. Selama kita tidak bisa menyangkal diri dan hanya mau hidup bagi diri kita sendiri saja, maka kita belum bisa menjadi murid Yesus.

    Sangkal diri dipraktekkan dengan tidak menghidupi diri sendiri dengan cara sendiri, namun dengan cara Kristus. Hidup kita yang lama adalah produknya dunia, bukan produknya Tuhan. Pada saat kita mengambil keputusan untuk menyangkal diri, berarti kita memberikan diri kita untuk menjadi produknya Tuhan; yang lama sudah berlalu dan yang baru telah datang. Pemuridan dimulai dengan kesadaran dan kesengajaan untuk mengerti bahwa hidup yang dihidupi saat ini adalah hidup milik Tuhan dengan caranya Tuhan, otoritasnya ada pada Tuhan.

  3. Harus ambil salibnya.
  4. Mengangkat salib (terjemahan langsung dari Alkitab bahasa Inggris) memiliki makna bukan menderita bersama salib lagi, namun mengenakan salib memiliki makna bahwa kita harus mengenakan kualitas Kristus pada diri kita.

    Apa yang direpresentasikan oleh salib?

    • Salib merepresentasikan KETAATAN.
    • "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!" (Filipi 2:5-11).

      Ketaatan adalah kunci Yesus ditinggikan dan dikaruniakan nama di atas segala nama. Pemuridan harus melalui proses ketaatan, dan proses ketaatan selalu mengalami hasil yang terus naik. Ketaatan yang pertama haruslah kepada Tuhan, dan ketaatan berikutnya adalah kepada orang yang ada di atas kita hingga Tuhan sendiri yang memindahkan kita.

    • Salib berbicara tentang KETEKUNAN.
    • "Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah." (Ibrani 12:2).

      Melalui ketekunan, hidup kita dibentuk menjadi lebih sempurna. Ketekunan membuat hidup kita mampu bertahan ditengah proses apapun.

    • Salib melambangkan KEMATIAN.
    • "Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." (Filipi 2:8).

      Tanpa kematian tidak ada kebangkitan, melalui kematian kedagingan kita maka akan ada kebangkitan Tuhan yang semakin nyata di dalam kehidupan kita; siapa melihat diri kita melihat Yesus.

Ambil keputusan hari ini dengan sadar bahwa tidak bisa menjadi pengikut Yesus tanpa menjadi murid-Nya, dan menjadi murid Yesus tidak bersifat otomatis namun ada kondisi pemuridan yang harus dijalani.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"

285 284 286 287
  • 23 Jul 2017
  • IR 3 : (11.15)
  • Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • 23 Jul 2017
  • IR 1 s/d 2 & 5 : (07.00 - 09.00 & 16.30)
  • Pdt. Agus Lutan
  • 30 Jul 2017
  • IR 1 : (07.00)
  • Pdm. Rulianto Widjaja
  • 30 Jul 2017
  • IR 2 s/d 3 & 5 : (09.00 - 11.15 & 16.30)
  • Ps. Phillip Mantofa

Aplikasi GBI - PRJ

close
Integrity Magazine
Majalah COOL