• Pdt. Adiputra Hasani, S. Th
  • 10 September 2017
  • Ibadah Raya V - Pk. 16:30 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Hidup Dalam Perkenanan Tuhan

Inilah berkat yang diberikan Musa, abdi Allah itu, kepada orang Israel sebelum ia mati.(Ulangan 33:1)

Tentang Naftali ia berkata: "Naftali kenyang dengan perkenanan dan penuh dengan berkat TUHAN; milikilah tasik dan wilayah sebelah selatan."(Ulangan 33:23)

Ada satu berkat yang luar biasa yang diberikan sebelum Musa mati yaitu kepada Naftali. Yaitu, Naftali kenyang dengan perkenanan dan penuh dengan berkat Tuhan.  Apa yang menyebabkan Naftali mendapatkan berkat ? Kata Naftali, artinya ”yang bergulat” kalau kita mau penuh dengan perkenanan Tuhan kita harus bergulat. Kita harus bergulat dengan kehidupan dan memenangkan pergulatan dalam hidup. Yang Kedua arti Naftali, “perjuangan” untuk menjadi umat yang layak kita harus berjuang ddan memeneangkan perjuangnalam kehidupan ini. Yang ketiga artinya, “pertandingan” Sama seperti dalam tulisan Paulus bahwa ia mengibaratkan kehidupan seorang kristen seperti sebuah pertandingan dan orang percaya harus memenangkan pertandingan.

Kalau kita mau memperoleh perkenanan Tuhan, kita harus berjuang, kita harus bergulat dan memenangkan pertandingan. Kata Perkenanan dalam bahasa inggris adalah Favour, dalam perjanjian baru digunakan kata Hesed dan didalam perjanjian baru artinya Charis. Kata perkenanan ini juga artinya sikap. Jadi kalau kita ingin kenyang dalam berkat dengan Tuhan sangat berkaitan dengan sikap kita. Kalau sikap kita bertentangan dengan firman Tuhan jangan pernah bermimpi untuk memperoleh berkat Tuhan. Bagaimana kehidupan kita agar terus dikenyangkan oleh perkenanan dan berkat Tuhan :

1.       Menjadi Anak-anak Tuhan yang mempersembahkan Persembahan Yang Tidak Bercela dihadapan Tuhan.

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.(Rm. 12:1-2)

Persembahan yang tidak bercela yang kita persembahkan kepada Tuhan adalah Hidup kita. Mengapa kita harus mempersembahakan korban yang tidak bercela karena Tuhan akan menjemput mempelai-mempelai-Nya yang tidak bercacat cela. Kita tidak hanya membawa korban persembahan hidup kita, tetapi korban-korban persembahan yang kita bawa ke pada Tuhan yang terbaik secara materi juga, dan ini juga sebagai korban yang menyenangkan hati Tuhan dan ini harus disertai dengan pengertian yang benar, “Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.(2 Kor. 8:1-5) Orang-orang yang ada di Korintus memberikan diri mereka. Yang Tuhan cari adalah orang-orang yang kaya dalam kemurahan.

Kalau kita mau dikenyangkan oleh berkat dan perkenanan Tuhan dalam hidup kita, persembahkanlah persembahan yang berkenan yang tidak bercacat kepada Tuhan. Perintah Tuhan, waktu kita datang kepda Tuhan jangan datang kepada Tuhan dengan tangan kosong dan yang kedua waktu kita datang kepda Tuhan jangan membawa persembahan yang cacat kepada Tuhan. Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.(2 Korintus 7:1). 

2.       Menjadi Anak-anak Tuhan Yang Taat kepada Tuhan 

Ketika kita menjadi anak-anak Tuhan yang taat dan tidak memberontak maka Tuhan akan memberkati kita dan menjadi kenyang dengan perkenanan Tuhan selama kita hidup. Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka."(Bilangan 14:8-9). Orang yang tidak memberontak kepada Tuhan akan melihat dan mengalami berkat Tuhan dalam kehidupannya dan dikenyangkan dengan perkenanan Tuhan

3.       Menjadi Anak-anak Tuhan yang jujur

Berbicara dengan tindakan yang baik. Apakah kita sudah jujur kepada istri, anak anak dan gereja kita. Mengapa kita harus menjadi anak-anak yang jujur. “Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.(Ams. 15:8) Orang fasik adalah orang yan mengenal Tuhan tetapi jalannya jahat di hadapan Tuhan

Hari ini mari kita evaluasi hidup kita kepada Tuhan, Apakah kita sudah mempersembahakan persembahan yang tidak bercacat di hadapan Tuhan, apakah kita sudah hidup taat kepada Tuhan dan tidak memberontak bahkan kita hidup jujur di hadapan Tuhan ? Kalau kita ingin dikenyangkan oleh perkenanan dan berkat Tuhan dalam hidup kita, lakukanlah tiga hal di atas dalam hidup kita maka hidup kita akan dikenyangkan dengan perkenanan dan berkat Tuhan. Amin..!

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"