• Pdm. Robertus Purwadi, S.Pd. SE
  • 05 November 2017
  • Ibadah Raya I - III - Pk. 07:00 - 11:15 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Melakukan Kehendak Tuhan Pada Zaman Ini "Ketaatan Abraham"

Kejadian 12Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.

Kisah Abram (Abraham) menekankan kebenaran bahwa ketaatan kepada Allah perlu untuk suatu hubungan antara manusia dan Allah yang menyelamatkan:

  1. Abram menaati Firman Tuhan. Ketaatannya meliputi tindakannya meninggalkan rumah dan negerinya serta percaya pemeliharaan, bimbingan, dan janji-janji Allah.
  2. Seperti Abram, semua orang yang percaya kepada Kristus dipanggil untuk meninggalkan "negeri ... sanak saudara ... rumah bapamu" untuk mengikut Yesus dalam pengertian mencari "tanah air yang lebih baik, yaitu tanah air sorgawi".
Ibrani 11:8, Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui."

Iman dan ketaatan tidak bisa dipisahkan. Keduanya harus dilakukan bersamaan. Iman tanpa perbuatan adalah kosong (Yakobus 2:20).

Ketaatan kepada Allah tidak berarti bahwa kita tidak akan menghadapi persoalan pencobaan dan ujian:

  1. Abraham baru saja sampai di tempat tujuan ketika ia mengalami kekecewaan pahit. Persoalannya terdiri atas istri yang mandul (Kej 11:30), perpisahan dengan keluarganya (Kej 12:1), bertangungjawab atas khidupan Lot, keponakanya, dan bencana kelaparan sehingga ia harus mengungsi ke Mesir.
  2. Ujian atas imannya, Abraham diperintahkan untuk mempersembahkan Ishak - anaknya yang dikasihinya – kepada Tuhan. Abraham taat melakukannya, dan Allah memandang hal itu sebagai iman yang besar, sehingga Allah memberikan korban penganti Ishak yaitu anak domba.

Dalam menjalani semua ujian itu, Abraham taat dan tekun menanti janji Allah digenapi. Atas ketaatan Abraham, Allah menepati janji untuk memberikan berkat-berkat bagi Abraham dan keturunannya.

Melakukan kehendak Tuhan pada zaman ini dengan cara: Taat – Sabar – Konsisten - Totalitas

Empat Jenis berkat yang diterima Aabraham

  1. Berkat Personal (Kej. 12:2)
  2. Berkat Teritorial (Kej. 12:7)
  3. Berkat nasional (Kej. 12:2)
  4. Berkat global (Kej. 17:6)

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"