• Pdm. Theresia Cynthia Tirtadiredja, SH
  • 05 November 2017
  • Ibadah Raya V - Pk. 16:30 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Allah Menjamin Kemenangan

Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin. Namanya Goliat, dari Gat. Tingginya enam hasta sejengkal. (1 Sam. 17:4)
Ia berdiri dan berseru kepada barisan Israel, katanya kepada mereka: "Mengapa kamu keluar untuk mengatur barisan perangmu? Bukankah aku seorang Filistin dan kamu adalah hamba Saul? Pilihlah bagimu seorang, dan biarlah ia turun mendapatkan daku. Jika ia dapat berperang melawan aku dan mengalahkan aku, maka kami akan menjadi hambamu; tetapi jika aku dapat mengungguli dia dan mengalahkannya, maka kamu akan menjadi hamba kami dan takluk kepada kami." (1 Sam. 17:8-9)
Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu. (1 Sam. 17:40)
lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. (1 Sam. 17:49)

Sebelum Daud mengalahkan Goliat, Daud mengalami hal-hal pada ayat diatas. Banyak orang yang beranggapan Goliat itu adalah setan, namun peperangan melawan Goliat sebenarnya adalah peperangan iman. Namun Goliat yang sebenarnya kita hadapi saat ini adalah intimidasi yang pada akhirnya melucuti iman dan pengharapan. Waktu kita mengalami peperangan iman, yang harus kita ingat adalah siapa yang kita lihat dan kita dengar. Waktu manusia pertama jatuh kedalam dosa, Adam dan Hawa mendengar yang iblis katakan dan melihat dirinya sendiri. Dan ternyata benar apa yang dikatakan iblis sesuai dengan kenyataan yang ada pada dirinya.

Hal yang harus kita lakukan untuk menang dalam peperangan iman

  1. Datang dan hadapi
  2. Ketika Daud mendengar bahwa ada Goliat di medan perang, Daud tidak takut dan bahkan mendatangi Goliat. Kebanyakan kita berlari kepada orang lain ketika kita menghadapi masalah, tidak kepada Tuhan. Yang pada akhirnya mereka mengalami keputus-asaan karena mereka tidak mendapat apa-apa. Kita sering berdoa dengan cara mendesak Tuhan. Padahal caranya adalah mudah, hanya dengan mengganti arah yaitu mendengar dan melihat Tuhan.

  3. Tidak meragukan Tuhan
  4. Musuh yang terbesar pada kekristenan di akhir zaman adalah meragukan Tuhan. Intimidasi bekerja begitu dahsyat sampai merontokkan iman kita, dan akhirnya kita meragukan Tuhan. Kita sebagai orang percaya terkadang meragukan Tuhan ketika kita mengalami masalah. Percayalah bahwa Allah sudah menjanjikan kemenangan bagi kita.

--sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat-- (2 Kor. 5:7)

Intimidasi yang menyerang kita mengakibatkan kita akan meragukan Tuhan. Ingatlah bahwa meragukan Tuhan adalah suatu perbuatan yang meghina Tuhan. Yang harus kita lakukan adalah intim dengan Tuhan. Kita harus mempercayai perkataan Tuhan daripada kenyataan yang kita rasakan.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"