• Ps. Ade Surya
  • 12 November 2017
  • 2PM - Pk. 14:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Mahir Dalam Membangun Hubungan (Seri Khotbah Relationship With Others)

Kita menyembah Tuhan yang menjunjung tinggi sebuah hubungan. Salah satu karakter dari Tuhan yang menonjol adalah kasih. Yesus mati di atas kayu salib, tujuannya adalah hubungan kita dengan Bapa menjadi benar. Kita harus mahir dalam membangun hubungan. Mahir dalam membangun hubungan berbicara tentang meluaskan hati kita karena didalam hubungan pasti ada pertentangan, perselisihan, dan sakit hati. Karena orang terdekat adalah orang yang berpotensi paling besar menyakiti hati kita.

Mengapa kita harus mahir membangun hubungan?

  1. Hubungan selalu menggambarkan Tuhan kepada manusia.
  2. Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." (Yoh.13:34-35)

    Hubungan yang kita bangun bertujuan agar Tuhan nyata dan terlihat didalamnya. Hari-hari ini iblis menggunakan berbagai cara untuk menghancurkan hubungan kita dengan sesama agar hubungan kita dengan Bapa menjadi rusak.

    Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.(Maz.133:1 & 3)

    Rukun berarti ada hubungan yang dibangun. Berkat akan kita dapatkan kalau ada kerukunan, karena dalam kerukunan ada nilai kerajaan Allah.

    Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. (Kis.2:44-45)
    sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. (Kis.2:47)

    Dalam ayat ini, dapat diketahui bahwa ada Tuhan dalam persekutan mereka. Tuhan begitu nyata didalam hubungan mereka. Biarlah dari hubungan yang kita bangun, orang dapat melihat Yesus nyata diantara kita.

  3. Lewat hubungan, Tuhan menyatakan kuasa dan mujizatnya.
  4. Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." (Yoh.5:7)

    Masalah orang ini adalah tidak mempunyai hubungan yang baik dengan orang-orang disekitarnya sehingga tidak ada orang yang mau menolongnya.

    Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" (Mrk.2:1-5)

    Empat orang tersebut berjuang sedemikian rupa agar satu orang lumpuh tersebut disembuhkan Yesus. Berarti orang lumpuh ini memiliki hubungan yang baik, dan Yesus melihat iman keempat orang tersebut.

    Selama masih ada manusia yang mau menjadi alat Tuhan untuk menyatakan kuasaNya, Tuhan akan memakai manusia untuk menyatakan mujizatnya.

  5. Mahir membangun hubungan adalah ciri kedewasaan rohani
  6. Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, (1 Tim.3:2)
    Diaken haruslah suami dari satu isteri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik. Karena mereka yang melayani dengan baik beroleh kedudukan yang baik sehingga dalam iman kepada Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa (1 Tim.3:12,13)

    Ayat ini berbicara tentang syarat untuk melayani. Kemahiran dalam berhubungan adalah ciri kita memiliki kerohanian yang dewasa.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"