• Pdp. Willy Santoso, BSc.
  • 03 Desember 2017
  • Ibadah Raya V - Pk. 16:30 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Parenting As He Intended (Bagaimana Menjadi Orang Tua Seperti Yang Tuhan Inginkan)

ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya."(Luk. 1:16-17)

Melalui pesan Gembala Sidang, kita harus menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya untuk kedatangan Yesus yang kedua seperti yang Yohanes Pembabtis lakukan pada saat kedatangan Yesus yang pertama.

1. Membuat orang-orang yang belum percaya menjadi percaya

2. Membuat orang-orang percaya yang hidupnya tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, bertobat kembali

3. Membuat hati bapa-bapa berbalik kepada hati anak-anaknya, dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya.

Indonesia saat ini termasuk negara nomor tiga di dunia yang tidak memiiki figur bapak bagi generasinya. Dan Indonesia sudah bertahun-tahun berada pada kategori ini. Ada banyak hal negatif dan akan menghantui ketika figur bapak yang benar tidak ada. Hal-hal seperti ini harus menjadi keprihatinan bagi para orang tua khususnya para ayah.

1. Tuhan kita adalah Tuhan yang fokus terhadap kualitas; dapat kita lihat dari kisah Nuh dan air bah yang memusnahkan orang yang berdosa. Itu sebabnya sebagai orang tua kita harus fokus terhadap kualitas dari anak-anak kita.(Kej. 6:5-7)

2. Kita sebagai orang tua harus memegang peranan dan harus selalu mengingatkan anak-anak kita akan kebesaran Tuhan. (Ula. 6:7-9)

3. Tuhan meminta pertanggungjawaban atas hasil dan buah dari anak-anak sebagai orang tuanya. Firman ini menceritakan tentang kesuksesan imam Eli, namun anak-anaknya melakukan kejahatan. Tuhan menghukum imam Eli karena dia tidak memarahi mereka. Kita harus menabur kebaikan bagi anak-anak kita agar kita menuai hasil yang positif dari mereka. Ada dua periode dari anak kita, yaitu dari kecil-remaja (ini adalah pondasi bagi anak, kita harus penuh kasih namun dominan dan mengarahkan), dan dari remaja-masa tua mereka (hubungan orang tua dan anak: friendship dan keterbukaan).(baca 1 Sam. 1:3b,1 Sam. 2:12, 1 Sam. 3:12-13) 

Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.(Ams. 13:22)

Hikmat adalah sama baiknya dengan warisan dan merupakan suatu keuntungan bagi orang-orang yang melihat matahari.(Pen. 7:11)

Hikmat memberi kepada yang memilikinya lebih banyak kekuatan dari pada sepuluh penguasa dalam kota.(Pen.7:19)

Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang.(Ams. 24:14)

Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.(Maz. 111:10)

Warisan yang terbaik bagi anak kita adalah hikmat. Pastikan anak kita hidup takut akan Tuhan, dengan demikian mereka akan memiliki hikmat. Melalui hikmat, anak kita akan menjadi kuat, memiliki masa depan dan pengharapan.

Sebagai orang tua dalam mendidik anak, kita harus membentuk karakter anak kita. Jenis-jenis karakter antara lain :

1. Thrustworthiness (Kepercayaan / kejujuran)                                                              5. Caring (Kasih)                  

2. Respect (Hormat)                                                                                                      6. Citizenship (Berdampak bagi masyarakat)                  

3. Responsibility (Bertanggung jawab)                                                                           7. Gratitude (Penuh ucapan syukur) (1 Tes. 5:16-18)

4. Fairness (Tidak curang) 

Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak." Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?(Ibr. 12:5-7)

Kita sebagai orang tua harus membangun hubungan dengan anak kita. Kita harus menjadi model dan memberikan waktu yang terbaik bagi mereka.

Arahkanlah perhatianmu kepada didikan, dan telingamu kepada kata-kata pengetahuan. Jangan menolak didikan dari anakmu ia tidak akan mati kalau engkau memukulnya dengan rotan. Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati.(Ams. 23:12-14)

Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.(Ams. 29:17)

Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.(Ams. 22:6)

Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.( Ams. 13:24)

Disiplin bagi anak juga merupakan hal yang penting.

Mengapa

Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.(Mat. 7:16-18)

Buah dari anak kita, itulah yang akan kita lihat dari apa yang kita tanam bagi mereka.

Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!(Rom. 11:36)

Anak kita merupakan karunia dari Tuhan. Dan pada saatnya nanti kita akan mengembalikan anak kita bagi kemuliaan nama Tuhan.

 

Implikasi:

Anak-anak adalah pemberian (Karunia) dari-Nya.  Melalui kita, orang tua, akan dididik oleh-Nya (Firman) dan dipersembahkan kembali untuk Kemuliaan Nama-Nya. 

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"