• Pdp. Marcos Tampubolon, SE
  • 07 Januari 2018
  • 2PM - Pk. 14:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Tuhan Kita Tidak Pernah Gagal (Seri Khotbah Nothing is Impossible)

Gembala Sidang mengatakan bahwa tahun 2018, Tuhan akan membuat perbedaan antara orang benar dengan orang fasik, orang yang beribadah dengan yang tidak beribadah.

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.(Luk. 1:26-38)

Tuhan kita tidak pernah gagal. Apa yang difirmankan oleh Tuhan, itu tidak akan kembali dengan sia-sia. Ayat diatas adalah cerita tentang Maria. Tuhan tidak pernah akan menyuruh malaikat-Nya kalau Tuhan tidak punya rencana (ay. 26). Zakaria dan Elisabet tidak bercacat di hadapan Tuhan, namun mereka masih meragukan janji Tuhan (ay.6). Namun akhirnya Yohanes Pembaptis lahir sebagai pendahulu bagi kelahiran Yesus. Kegagalan umat-Nya tidak akan pernah membatasi kemahakuasaan Tuhan.