• Pdt. Rubin Ong
  • 04 Februari 2018
  • 2PM - Pk. 14:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Pewahyuan, Reposisi, Representasi

Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.(TB) Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."(Matius 16:13-19)

Kata gereja pertama kali muncul dalam Matius pasal 16 dan mengajar tentang gereja. Hal itu sangat serius karena untuk membangun gereja, Ia harus mempertaruhkan nyawanya sendiri dengan menebus kita dari maut. Oleh sebab itu gereja yang kuat harus :

1.      Gereja harus dibangun dari Pewahyuan

Gereja harus lahir dari pewahyuan kalau tidak sangat gampang diombang-ambingkan. Gereja kalau mau kuat harus di dasarkan pada pewahyuan. Oleh sebab itu yang penting dalam membangun gereja dengna pondasi yang kuat, “Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.(Matius 16:18) Gereja tidak dibangun di atas Petrus tetapi dibangun atas pewhayuan Tuhan. Kalau kita mau kuat kita juga harus dibangun atas pewahyuan bukan kata orang, kata buku, dan kata pendeta tetapi harus dibangun atas pewahyuan dari Tuhan. Lalu bagimana caranya kita menerima pewahyuan dari Tuhan ? “Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,(Efesus 1:18-19) Pengertian itu penting karena ia membutuhkan pewahyuan. Pengertian yang dimaksud adalah pengertian untuk dapat mengaplikasikan kedalam seluruh kehidupan kita itu artinya untuk bisa mengaplikasikan kedalam seluruh kehidupan kita dibutuhkan pewahyuan.

2.      Gereja harus mereposisi

Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.(Mat. 16:18)

Kata alam maut yaitu Hades, artinya pintu gerbang neraka. Gereja memiliki tugas mereposi atau menggeser yang salah menjadi benar. Semua yang kita lakukan dalam satu hari dan 24 jam yang kita lakukan seharusnya rohani bukan hanya digereja saja tetapi diluar gereja tidak rohani. “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.(Kol. 3:23) Semua yang kita lakukan baik digereja maupun di luar gereja adalah untuk Tuhan. Kita punya tugas menggeser yang salah menjadi benar melalui kehidupan kita ditengah-tengah dunia.

3.       Gereja harus menjadi Representasi

Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."(Mat. 16:19)

Kita adalah ambasador-ambasador  dari kerajaan Allah di bumi. Oleh sebab itu semua orang yang dipanggil Tuhan mempunyai tujuan dalam hidup kita. “Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat. (2 Koriuntus 5:10)

Gereja tidak hanya berbicara gedung tempat dimana kita berkumpul tetapi kitalah gereja Tuhan, tubuh Kristus dimana Roh Allah berdiam di dalam kita dan kita dijadikan bait-Nya. Oleh sebab itu agar kita menjadi gereja yang kuat kita harus dibangun melalui pewahyuan dari Tuhan, Kita harus mereposisi yang salah dalam dunia ini melalui keteladanan dalam dalam hidup kita. Ketiga, Gereja sebagai representasi dari Kerajaan Allah harus menjadi ambasador-ambasador kerajaan Allah.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"