• Ps. Philip Mantofa
  • 11 Februari 2018
  • Ibadah Raya II - Pk. 09:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Pewahyuan Yang Baru

Tahun 2018 adalah permulaan yang baru, permulaan Tuhan akan melakukan suatu hal yang baru terhadap hidup kita.

Ketika kita memutuskan berjalan bersama dengan Tuhan, hidup kita tidak akan membosankan, karena segala sesuatu yang baru akan terjadi dalam hidup kita. Bagaimana sesuatu yang baru terjadi dalam hidup kita, jika cara berpikir kita masih menggunakan pola pikir yang lama, oleh sebab itu Tuhan ingin kita untuk dapat memiliki pola berpikir yang baru dalam hidup kita. Terkadang yang menjadi penghalang dalam hidup kita untuk masih menggunakan pola pikir yang lama adalah Kedagingan kita, bukan kuasa gelap. Kuasa gelap hanya memanfaatkan kesempatan dan kesempitan kita dalam pola pikir yang salah dalam hidup kita.

 

Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"( 1 Kor. 11:23-24)

Ayat firman Tuhan di atas biasa akan kita dengarkan pada saat perjamuan kudus di gereja, dan sebagian besar menganggap seluruh perkataan dari ayat di atas adalah hal yang biasa. Tapi di masa itu, ketika Yesus berkata “"Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!", Yesus memberi makna baru dalam hidup murid-muridnya, Yesus merubah Masa Lalu menjadi masa kini.  Ini lah yang Tuhan mau kita lakukan, agar kita dapat memiliki pola pikir yang baru, pengalaman yang baru berjalan bersama dengan Tuhan dan meninggalkan masa lalu dalam hidup kita agar Tuhan dapat memberikan pewahyuan yang baru.

 

Tuhan tidak akan dapat melakukan suatu yang baru, selama kita masih hidup di masa lalu. Tuhan tidak akan dapat memberikan pewahyuan yang baru sebelum kita membuang pewahyuan yang lama. Contoh yang harus kita buang adalah masa lalu, kegagalan di masa lalu, kesalahan orang, sulit mengampuni dll. Ketika kita dapat membuang dan meninggalkan semua hal yang lama itu, maka Pewahyuan yang baru akan kita dapatkan dalam hidup kita.

 

Disaat kita melihat mujizat terjadi dalam hidup kita, dan pengalaman-pengalaman baru bersama Tuhan, biasanya kita akan tercengang dengan apa yang terjadi, dan berkata dalam hati, siapakah Tuhan. seolah-olah kita belum mengenal Allah. Ketika kita tercengang dan bertanya dalam hati “siapa kah TUHAN..?” disitulah Allah sedang membuka pola pikir kita untuk lebih mengenal Dia. Oleh sebab itu manusia yang mengenal Tuhan, harus berani menerjang apa yang tidak biasa di mata dunia, harus berani beda. Beda yang di maksud disini adalah suatu yang positif untuk Kemuliaan Tuhan, bukan berbeda karena dosa.

 

Saat memutuskan mengikut Yesus, kita harus mencari tahu lebih jauh tentang siapa itu Tuhan dan belajar mengenal Tuhan lebih dekat dan mendalam, dengan demikian kita akan terus belajar untuk merubah pola pikir. Dengan pola pikir yang baru yang Tuhan berikan itu yang akan memberikan pewahyuan yang baru dalam hidup kita. jika ikut Yesus kita tidak berani membayar harga dan melakukan suatu yang berbeda hidup kita tidak akan membawa perubahan dalam hidup kita dan sekeliling kita.

 

Ditahun yang baru ini milikilah hidup yang baru, hidup yang siap untuk meninggalkan hidup masa lalu dan hidup lah di masa kini. Hidup yang juga memiliki pola pikir yang baru, paradigma yang baru. karena melalui pola pikir yang baru Tuhan akan bekerja dan memberikan pewahyuan yang baru bagi hidup kita. Amin.!

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"