• Ps. Indri Gautama
  • 11 Februari 2018
  • Ibadah Raya V - Pk. 16:30 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

FATHERING THE NEXT GEN

Generasi milenial (18-35 tahun) adalah generasi yang sangat rentan. Prinsip generasi milenial ini adalah life is fun. Bagaimana membangun hubungan dengan generasi milenial ini? Generasi sekarang pemikirannya selalu melihat ke depan. Iblis membuat kita selalu mengingat-ingat kebelakang, namun Yesus membawa kita selalu melihat kedepan, itulah yang dinamakan visi.  Sama seperti kedatangan Yesus sudah dinubuatkan jauh sebelum Dia dilahirkan. Yesus selalu mengatakan segala janjiNya dengan awalan kata “lihat”.

 

Bagaimana menyiapkan generasi milenial ini? Caranya adalah dengan pembapaan

Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."(Mat. 3:15-17)

Allah mau dikenal sebagai Bapa. Pada saat awal pelayanan Yesus di bumi, Yesus diakui didepan publik sebagai anak Allah.

 

lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."(Mat. 3:17)

Ada pengakuan dari Allah bahwa Yesus adalah Anak yang dikasihi. Ini adalah konfirmasi dari Allah. Ini juga merupakan momen kekeluargaan dimana hubungan kasih sayang antara ayah dengan anak.Yesus mengenali suara di tengah guntur yang memberi applause dari sorga, suara penuh kasih sayang dari Bapa-Nya. Kata- kata validasi dari Bapa yang mengasihiNya dan bukan perintah penugasan.

 

Hal yang dapat membuat anak kecil suatu hari kedepan menjadi bapak dan orang tua yang menjadi role model adalah  anak kecil yang mendapat validasi dari bapaknya. Inilah yang dinamakan mentoring.

Kata-kata afirmasi & validasi adalah kata-kata identitas yang bicara tentang siapa dia bukan apa yang dia telah kerjakan.

 

TIME

30 tahun penantian untuk persiapan Yesus. Afirmasi yang diterima Tuhan Yesus 100% yang dinanti-nantikanNya. Inilah yang dialami dan ditunggu-tunggu Yesus sebelum Dia mengalami 3.5 tahun pelayanan yang paling mengerikan yang akhirnya diakhiri mati di kayu salib.

Tidaklah sulit untuk menjadikan generasi milenial berhasil? Yang dibutuhkan adalah bapak yang tidak gengsi untuk mengatakan bahwa dia bangga akan anaknya.

 

Apa hadiah terbaik bagi generasi milenial? Give our children their true identity

Anak-anak butuh identitas otentik tentang dirinya

Seperti Anak Allah butuhkan afirmasi BapaNya demikian pula kita sadari anak kita memerlukan hal yang sama.

Masa golden years anak 0-5 tahun = masa hiddenness (masa tersembunyinya anak di rumah mempersiapkan anak-anak anda jadi siapa mereka & punya siapa mereka itu). Kata-kata yang mereka dengar menentukan mereka kedepan

IN THEIR HOME is to PREPARE THEM for WHO they are and WHOSE they are.

Mengapa masih ada anak bertanya milik siapakah mereka? Anak-anak yang memiliki pertanyaan seperti ini akan menghancurkan masa depan mereka. Ini adalah tugas bagi orang tua untuk menjawabnya. Pada waktu anak-anak bertanya mengapa dan tidak ada orang tua yang dapat menjawabnya, maka identitas sang anak akan hilang. Identitas anak tergantung  terhadap perkataan orang tua.

Pada waktu kita memberikan jati diri yang benar akan anak, anak-anak akan merefleksikannya dalam diri sendiri dan dengan sesama

Anak-anak yang tidak tahu tentang identitas dirinya sendiri akan merasa bangga dengan dirinya sendiri maupun dengan pujian dari orang-orang yang tidak dikenal sekalipun. Padahal pujian dari orang-orang ini tidak dapat dibandingkan dengan kasih Allah Bapa.

 

Bagaimana prakteknya agar anak bisa menemukan jati diri

1. Baca Alkitab                                                                                                      3. Ajar anak mendengar suara Tuhan

2. Berdoa                                                                                                               4. Nubuatkan tentang anak

                                 

Walaupun kita belum menikah dan belum menjadi orang tua, kita dapat menyerukan kepada generasi yang lebih muda bahwa mereka adalah generasi yang dicintai Tuhan. Setiap kita memiliki kemampuan untuk menjadi mentor generasi yang lebih muda dan memvalidasi identitas mereka. Bawa generasi muda menyeberang sungai Yordan mereka untuk mereka masuk dalam panggilan & destinasi mereka.

 

Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.(1 Kor. 4:15)

Yang dibutuh generasi milenial ini adalah pembapaan. Problem fatal di akhir zaman adalah tidak ada figur bapa.

 (9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.(Yes. 9:6)

Untuk seorang anak mendapat pengakuan menjadi putra, butuh seorang Bapa.

 

Tidak ada pembapaan = tidak ada putra

Tidak ada putra = Adanya gap antara generasi

Adanya gap antara generasi = kehilangan empat sampai lima generasi

     

TUHAN YESUS MEMBERKATI

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"