• Pdt. Petra Fanggidae, M.Div. M. Th
  • 25 Maret 2018
  • 2PM - Pk 14:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

KEMBALI KE POSISI AWAL MELALUI PROSES TUHAN (SERI KHOTBAH BACK TO BASIC)

Back to basic (kembali ke posisi awal) bisa dalam banyak hal antara lain perilaku, langkah kita dalam pergaulan, rumah tangga, usaha maupun pelayanan kita. Proses back to basic tidak mudah. Kalau prosesnya benar, maka keputusan yang kita ambil akan benar.

Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya: "Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataan-Ku kepadamu." Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan. Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.(Yer. 18:1-4)

Tuhan mau membentuk dan memproses kita sepanjang kehidupan kita supaya kita menjadi serupa seperti-Nya. Kembali ke posisi awal memerlukan hati , waktu, dan perasaan. Kita tidak perlu mengeluh dalam menjalani proses karena Tuhan akan selalu menyertai. Jangan lari dari prosesnya Tuhan. Nikmati proses dari Tuhan dan ambil nilai positifnya. Apa yang menurut kita baik, belum tentu menurut Tuhan itu adalah baik. Biarkan Tuhan membentuk dan memproses kita sesuai kehendak-Nya.

Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya: "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel! Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan mencabut, merobohkan dan membinasakannya. Tetapi apabila bangsa yang terhadap siapa Aku berkata demikian telah bertobat dari kejahatannya, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak menjatuhkan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka.(Yer. 18:5-8)

Orang tua, istri, suami tidak pernah tahu akan kesalahan yang kita lakukan, namun Tuhan tahu segalanya. Ketika kita berbuat kesalahan, kemudian mengakui kesalahan dan bertobat, hukuman yang tadinya akan Tuhan berikan tidak akan terjadi kepada kita.

Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan membangun dan menanam mereka. Tetapi apabila mereka melakukan apa yang jahat di depan mata-Ku dan tidak mendengarkan suara-Ku, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak mendatangkan keberuntungan yang Kujanjikan itu kepada mereka.(Yer. 18:9-10)

Berkat yang tadinya Tuhan sudah siapkan bisa saja tidak jadi diberikan kepada kita apabila kita berjalan melenceng. Berjalanlah dalam track Tuhan, bergaul intim dengan-Nya, ikuti kehendak dan rencana-Nya, maka Tuhan akan menggenapi janji-Nya dan memberikan berkat sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Nikmati proses dari Tuhan, jangan bersungut-sungut, selalu belajar bersyukur, dan yakinlah bahwa Tuhan menjaga kehidupan kita.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"