• Pdt. Petra Fanggidae, M.Div. M. Th
  • 30 Maret 2018
  • Ibadah Raya III & IV Jumat Agung - Pk 14:00 WIB & Pk 16.30 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

PERISTIWA PENYALIBAN YESUS

Hari ini kita memperingati Jumat Agung. Sebelum Yesus datang kedalam dunia, orang yang jatuh dalam dosa menebus dosanya dengan cara mempersembahkan domba atau kambing yang tidak bercacat cela kepada seorang imam. Darah dan daging melambangkan darah dan tubuh Kristus. Lemak dan daging dipisahkan dan dimakan dengan sayur pahit. Lemak tidak dimakan tetapi dibakar. Daging melambangkan tubuh Kristus. Sayur pahit melambangkan hidup Yesus yang penuh kepahitan dalam dunia.

Pergumulan Tuhan Yesus di Taman Getsemani adalah pergumulan yang sangat hebat dalam segala hal penderitaannya.

“Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan.”(Yoh.19:16)

Dalam proses pengadilan di hadapan Pilatus, Pilatus tidak menemukan kesalahan pada Yesus dan hendak membebaskan. Pada waktu itu orang Yahudi memaksa Pilatus untuk menyalibkan Yesus. Pilatus mencuci tangannya tanda dia tidak bersalah. Orang Yahudi malah meminta Barabas untuk dibebaskan sebagai penganti Yesus.

“Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.”(Yoh.19:17)

Ada seorang bernama Simon dari Kirene disuruh prajurit Romawi untuk membawa salib, tetapi saat ia melihat Yesus disiksa dan tabah tidak mengeluh membuat Simon terperangkap dalamrencana Tuhan sehingga hidupnya dipulihkan, maka keluarganya bahkan keturunan berikutnya dipakai secara luar biasa. Ketika kita mengikut Tuhan, tanpa sadar kita terperangkap untuk masuk dalam rencana Tuhan.

“Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-tengah.”(Yoh.19:18)

Yesus disalibkan karena menggantikan kita yang seharusnya dihukum (disalibkan). Dosa kita sudah dibayar lunas oleh kematian Tuhan. Yang berkuasa bukan salib yang digunakan untuk menyalibkan Yesus tapi darah Yesus. Posisi Yesus ada di tengah dua orang penjahat yang turut disalibkan. Salah seorang penjahat itu ikut menghina Yesus, tetapi Yesus tidak komen. Penjahat yang satu lagilah yang menjawab kepada penjahat yang menghina itu. Dan Yesus menjawab dia dan menyelamatkannya karena dia percaya kepada Yesus.

Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi."(Yoh. 19:19)

Yang seharusnya ditulis diatas salib adalah kasus atau kejahatan yang mereka lakukan. Namun karena Pilatus tidak menemukan kesalahan Yesus, akhirnya ditulis “Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi”. Artinya bahwa Yesus adalah Raja di atas segala raja.

Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani.(Yoh.19:20)

Ada tiga bahasa yang dipakai untuk menjelaskan tulisan yang ada diatas salib Yesus, yaitu Ibrani, Latin dan Yunani. Sehingga setiap orang dapat membaca arti tulisan yang ditulis di atas, bahwa Yesus yang sedang disalibkan adalah Raja dari segala raja.

Maka kata imam-imam kepala orang Yahudi kepada Pilatus: "Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi, tetapi bahwa Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi." Jawab Pilatus: "Apa yang kutulis, tetap tertulis."(Yoh.19:21-22)

Pilatus tidak mau ditipu oleh orang banyak yaitu orang Yahudi, Pilatus konsisten dengan apa yang menjadi keputusannya. Tetaplah konsisten dan berpegang teguh pada kebenaran.

Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. (Yoh. 19:26-27)

Kalau kita sudah memiliki keluarga dan memiliki masalah dengan pasangan kita, jangan cerita kepada orang tua. Artinya kita harus bertanggungjawab atas setiap masalah kita jangan dibebankan kepada orang tua lagi.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"