• Pdt. Rubin Ong
  • 08 April 2018
  • 2PM - Pk. 14:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

TRANSFORMASI DIRI (SERI GROWING IN CHRIST)

Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.(2 Kor. 5:15)

Background ayat ini ditulis adalah karena Korintus mengalami perpecahan. Tujuan dari kematian dan kebangkitan Yesus adalah supaya kita tidak hidup untuk diri sendiri. Untuk kita menang pada titik ini, kita harus mengalahkan kesombongan.

Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: "Jangan melampaui yang ada tertulis", supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain.(1 Kor. 4:6)

Paulus memakai kata physio o untuk menggantikan kata sombong. Pandangan tradisional tentang kekacauan dalam dunia ini adalah karena ada bangsa yang merasa lebih hebat daripada bangsa yang lain. Pandangan modern tentang kekacauan adalah orang merasa dirinya tidak berharga makanya dapat berbuat apa saja. Ciri orang yang tidak berharga adalah menjual dirinya secara murah demi kenikmatan hidup. Kedua hal ini menurut Paulus sama-sama menimbulkan kekacauan.

Kata sombong pada ayat di atas (1 Kor. 4:6) berarti membengkak, buncit, dan tidak proporsional. Orang-orang seperti ini hidupnya kosong dan tidak akan pernah puas. Semua yang menggelembung besar tanpa isi adalah sakit. Orang-orang seperti ini akan sibuk memenuhi egonya, mudah tersinggung, cemburu, membandingkan diri dengan orang lain dan pada akhirnya hidupnya akan rapuh dan mudah hancur.

Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi.(1 Kor. 4:3)

Belajarlah dari Paulus yang tidak ingin diukur oleh orang lain maupun mengukur dirinya sendiri. Dalam gedung pengadilan hanya ada dua hal yaitu yang dituntut dan yang membela. Keluarlah dari kehidupan seperti didalam gedung pengadilan. Jangan terjebak dalam peta permainan dunia. Paulus tidak ingin hidupnya dinilai oleh orang lain, maupun dirinya sendiri.

Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.(1 Tim. 1:15)

Ayat ini merupakan bukti bahwa Paulus tidak sombong, karena dia menulis bahwa dialah orang yang paling berdosa, bukan orang yang dulu paling berdosa. Kerendahan hati tidak berpikir lebih maupun kurang tentang diri sendiri, hanya kurang berpikir tentang diri sendiri. Orang seperti ini sudah menang akan dirinya sendiri.

Bagaimana cara kita mentransformasi diri

Jangan dengar vonis dari diri sendiri dan orang lain, namun vonis Tuhan terhadap kita

Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.(Rom. 8:1)

dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."(Luk. 3:22)

Vonis dari Tuhan menentukan performa kita. Keluar dari gedung pengadilan karena kita sudah tidak tertuduh lagi, karena Yesus sudah menggantikan kita dan memberikan kemenangan supaya kita tidak hidup untuk diri kita sendiri lagi.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"