• Ev. Yemima
  • 22 Juli 2010
  • Women Of Integrity - Pk. 10.00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 - 6230 3360 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Karakter Perempuan Sunem (Yang Mengalami Mujizat Tuhan)

2 Raja-raja 4 : "Pada suatu hari Elisa pergi ke Sunem. Di sana tinggal seorang perempuan kaya yang mengundang dia makan. Dan seberapa kali ia dalam perjalanan, singgahlah ia ke sana untuk makan. Berkatalah perempuan itu kepada suaminya: "Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus. Baiklah kita membuat sebuah kamar atas yang kecil yang berdinding batu, dan baiklah kita menaruh di sana baginya sebuah tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi dan sebuah kandil, maka apabila ia datang kepada kita, ia boleh masuk ke sana." Pada suatu hari datanglah ia ke sana, lalu masuklah ia ke kamar atas itu dan tidur di situ. Kemudian berkatalah ia kepada Gehazi, bujangnya: "Panggillah perempuan Sunem itu." Lalu dipanggilnyalah perempuan itu dan dia berdiri di depan Gehazi....."

Kualitas perempuan Sunem yang dapat kita teladani adalah:

  1. Perempuan kaya namun tidak sombong, karena mau mengundang orang ke rumahnya.
  2. "Di sana tinggal seorang perempuan kaya yang mengundang dia makan" (ayat 8)

  3. Wanita kaya yang membuka hatinya kepada Tuhan Allah sehingga ia tahu siapa itu Elia:
  4. "Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus" (ayat 9)

  5. Perempuan yang memiliki kepekaan hati, pikiran dan inisiatif yang lebih daripada suaminya:
  6. "..... membuat sebuah kamar atas yang kecil yang berdinding batu, dan baiklah kita menaruh di sana baginya sebuah tempat tidur, sebuah meja,...." (ayat 10)

  7. Perempuan yang tetap tunduk kepada suaminya:
  8. "Baiklah kita membuat sebuah kamar atas.." (ayat 10a)

Karakter perempuan Sunem :

  1. Perempuan Sunem itu mengutamakan suaminya.
  2. Walaupun dia memiliki inisiatif terlebih dahulu untuk melayani abdi Allah itu, namun perempuan Sunem itu tetap mendiskusikan dan meminta persetujuan suaminya: "Baiklah kita membuat sebuah kamar atas.." (ayat 10a)

    Sebagai isteri, kita harus lebih mengutamakan suami untuk setiap keputusan apa pun, meskipun sebagai isteri kita "lebih pandai" atau memiliki karier lebih baik daripada suami kita.

    Demikian juga dalam masalah anak-anak, sebagai isteri kita harus mengutamakan kebutuhan suami, baru kemudian bersatu hati untuk bersama-sama memperhatikan kepentingan anak-anak.

  3. Menyenangkan hati Tuhan (= mengasihi Tuhan).
  4. Karena dia tahu kebutuhan abdi Allah: "......... membuat sebuah kamar atas..." (ayat 10)

    Upahnya adalah: (Ayat 16, "Berkatalah Elisa: "Pada waktu seperti ini juga, tahun depan, engkau ini akan menggendong seorang anak laki-laki"). Perkataan Elisa adalah perkataan Tuhan.

    Karena wanita Sunem ini mengerti hati-Nya Tuhan (melayani Elisa, abdi Allah), maka Tuhan memberikan apa yang menjadi kebutuhan wanita Sunem itu, meskipun dia tidak meminta anak.

    Jadi, wanita Sunem ini adalah penolong bagi suaminya, sebab wanita Sunem itu, "tidak mempunyai anak, dan suaminya sudah tua." (ayat 14). Wanita Sunem ini menolong suaminya untuk memberikan anak dan keturunan.

  5. Mengalahkan ketakutan dan kepedihan dan memiliki iman yang bertindak.
  6. Ketika anak tunggalnya itu meninggal, perempuan Sunem itu tidak bersedih hati dan tidak putus asa, namun dia memiliki hikmat Tuhan."..

    "Sesudah itu ia memanggil suaminya serta berkata: "Suruh kepadaku salah seorang bujang dengan membawa seekor keledai betina; aku mau pergi dengan segera kepada abdi Allah itu, dan akan terus pulang" (ayat 21,22)

    Ketika memiliki masalah, jangan sampai terhanyut dengan kesedihan dan keputusa-asaan, namun kita harus tetap tegar dan memiliki iman yang bertindak.

  7. Perempuan Sunem itu mampu menjamah hati nabi Elisa: mereka memiliki hubungan yang baik.
  8. "...Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu bangunlah Elisa dan berjalan mengikuti perempuan itu" (ayat 29,30)

    Kita harus memiliki hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitar kita, jangan sampai ada kepahitan dan dendam, namun harus selalu ada pengampunan. Sebab hubungan yang baik akan menghasilkan upah yang baik bagi kita.

    Dampaknya adalah wanita Sunem itu mengalami mujizat : anaknya bangkit dari kematian. "Maka bersinlah anak itu sampai tujuh kali, lalu membuka matanya"(ayat 35).

Jadi, agar kita mengalami mujizat di dalam keluarga adalah:

  • memiliki kesatuan hati dengan suami,
  • mengasihi Tuhan,
  • memiliki iman yang bertindak dan
  • tetap menjaga hubungan yang baik dengan siapa pun.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"

Featured Speakers

28 30 31 32 33 34
  • 27 Apr 2014, IR1 - IR5
  • Pdt. Ir. Wiryohadi
  • 04 Mei 2014, IR1 - IR5
  • Pdm. DR. Janto Simkoputera, MD PhD
  • 11 Mei 2014, IR1 - IR5
  • Pdt. Rubin Ong
  • 18 Mei 2014, IR1 - IR3
  • Ev. Lily Sulistyo
  • 18 Mei 2014, IR5
  • Ps. Indri Gautama
  • 25 Mei 2014, IR1 - IR5
  • Pdt. Anthony Chang, M. Th

Follow & Share

Aplikasi GBI - PRJ

close