• Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • 27 Oktober 2013
  • Ibadah Raya III - Pk. 11.15 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Doa Pujian dan Penyembahan = Restorasi Pondok Daud = DNA

Mulai tanggal 4 September 2013 – 24 September 2014 tahun baru Yahudi berganti menjadi 5774 (Ayin Dalet). Ayin, merupakan alphabet Ibrani yang melambangkan angka 70, berbicara tentang mata Tuhan tertuju kepada kita untuk menuntun, menasihati, dan menunjukkan jalan yang harus kita tempuh. Oleh sebab itu, mata kita harus selalu tertuju kepada Tuhan. Bertepatan dengan ulang tahun ke 25 GBI Gatot Subroto. Dampaknya luar biasa bagi jutaan orang percaya di Indonesia melalui visi yang Tuhan percayakan yaitu Doa Pujian penyembahan yang terkenal dg restorasi Pondok Daud.

"Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita." (Maz. 123:2).

Ketika sampai hari ini Saudara belum mendapat jawaban dari pergumulanmu tetaplah percaya dan berdoa, sampai Tuhan mengasihimu dan menjawab.

Tuhan menuntun kita sedemikian jauh dengan tugas untuk merestorasi Pondok Daud, yaitu berbicara tentang Doa Pujian dan Penyembahan bersama-sama dalam Unity siang dan malam. Tujuannya jelas, yaitu agar setiap lutut bertelut, lidah mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan. DNA kita adalah Pondok Daud karena Tuhan mau agar kita intim dengan Dia dalam unity diantara kita.

DAUD – MODEL PELAYAN YANG BERKENAN KEPADA TUHAN

Daud pada 25 tahun pertama hidupnya sebagai seorang gembala, artinya bahwa hidupnya mengandalkan Tuhan, dan melakukan kehendak Tuhan pada zamannya, begitu juga setelah 25 tahun berikutnya Daud adalah seorang prajurit yang gagah perkasa. Jadi tema untuk 25 tahun berikutnya bagi GBI Gatot Subroto adlaah Prajurit-Prajurit yang gagah perkasa, yang gaya hidupnya doa, pujian penyembahan bersama sama dalam Unity siang dan malam.

Beberapa bukti yang menyatakan bahwa Daud dalam hidupnya menyenangkan Tuhan dan memiliki hati yang benar di hadapan Tuhan:

  • Daud mengandalkan Tuhan hampir dalam setiap langkah hidupnya.
  • Daud berkenan kepada Tuhan karena melakukan kehendak Tuhan pada zamannya.
  • Daud yang menyatukan 12 suku Israel. Ini berbicara tentang "UNITY".
  • Setiap saat dalam hidupnya, Daud selalu memuji Tuhan dengan segenap hati.
  • Orang Yahudi percaya bahwa kelahiran dan kematian Daud bertepatan dengan hari Pentakosta. Maka mereka percaya bahwa makam Daud ada di bawah ruang pencurahan Roh Kudus (Upper-room) di Yerusalem. Upper-room itu dulunya Pondok Daud. Seperti kita percayai bahwa Pondok Daud berbicara tentang hadirat Tuhan. Daud mau dimakamkan di hadirat Tuhan.

Kehendak Tuhan pada zaman ini adalah kehidupan yang tekun menantikan Tuhan.

Pentacosta ke 3, artinya: (1) Roh Kudus akan dicurahkan luar biasa, (2)Tiga generasi akan dipakai secara luarbiasa, (3) Goncangan-goncangan akan terjadi, (4) Penuaian Jiwa besar-besaran, (5) Tuhan Yesus akan segera datang untuk kali kedua, karena itu berjaga-jaga. Tidak semua orang Kristen masuk surga, artinya hanya mereka yang setia sampai akhir akan masuk sorga, karena itu hiduplah dengan sungguh sungguh dihadapan Tuhan.

DALET : Dalet adalah alphabet Ibrani yang dilambangkan dengan angka 4, yang memiliki arti:

  • Orang miskin (membutuhkan sesuatu). Hal ini berbicara tentang orang yang rendah hati, yang berharap dan bergantung hanya kepada Tuhan.
  • "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga" (Mat. 5:3).

  • Pintu. Yesus adalah pintu menuju keselamatan dan kelimpahan.
  • "Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (Yoh. 10:9-10).

    Tuhan Yesus sedang mengetuk hati kita. Untuk itu kita harus hidup semakin berkenan di hadapan Tuhan. Saat ini adalah tahun dimana pintu-pintu yang selama ini tertutup akan terbuka (Yes. 43:18-19). Jadilah seperti jemaat Filadelfia yang meuruti Firman Tuhan dan tekun menanti-nantikan Tuhan.

    "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka" (Why 3:7).

  • Telinga. Tuhan mau kita banyak berdoa dan peka terhadap suara Tuhan. Maka kita harus semakin intim dengan Tuhan.
  • "Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu . Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid" (Yes 50:4).

    Kita harus memeriksa kehidupan kita, apakah kita termasuk orang yang memberikan semangat untuk menguatkan orang lain, atau malah melemahkan? Jadilah seperti Maria yang intim dengan Tuhan. Maria duduk di kaki Tuhan mendengarkan perkataan Yesus. Jangan seperti Marta yang selalu menyusahkan diri dengan banyak perkara. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya. (Lukas 10:39-42).

  • Saksi. Kita harus menjadi saksi Yesus. Menjadi saksi seperti seorang prajurit yang gagah perkasa dengan gaya hidup: berdoa, memuji, dan menyembah dalam unity siang dan malam. Saksi Yesus yang melakukan kehendak Allah pada zaman ini.

Berdasarkan hal diatas, Gembala Pembina menyatakan bahwa, DNA kita adalah Restorasi Pondok Daud, yaitu model pelayanan seperti yang dilakukan Daud: Doa, Pujian, dan Penyembahan dalam Unity siang dan malam. Kalau kita melakukan hal itu, maka penuaian 1 milyar jiwa akan terjadi. Saat ini, penuaian jiwa bukan berbicara hanya jutaan, tetapi milyar. Puji Tuhan!

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"