• Ps. Edward Supit
  • 02 Maret 2014
  • Ibadah Raya V - Pk. 16.30 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

How To Face The Future

Hari ini kita belajar tentang bagaimana kita menghadapi masa depan. mengatasi masa depan adalah sangat penting dalam kehidupan kita. Kita menjadi satu generasi yang fokus kepada masa depan. kita mengikuti seminar-seminar untuk mengetahui investasi, politik dan pemerintahan baru dan pertanyaannya adalah bagaimana kita menghadapi masa depan?

  1. PLANNING WITHOUT GOD / PERENCANAAN TANPA MELIBATKAN TUHAN.
  2. Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", (Yak 4:13)

    Di dalam ayat ini berbicara tentang waktu, kapan, dimana, berapa lama, dan melakukan apa? Tuhan mau setiap anak Tuhan mempunyai perancangan yang baik. Tuhan mengajarkan keseimbangan di dalam mengatur setiap apapun dalam kehidupan kita. untuk itu kita harus meminta petunjuk dan melibatkan Tuhan dalam setiap perencanaan dalam setiap aspek kehidupan kita. hari-hari sekarang semakin jahat, banyak tawaran-tawaran dunia yang tidak baik. Kita harus memiliki perencanaan dan melibatkan Tuhan.

    Seperti apa yang dikatakan di dalam Luk. 14:28,"Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu."

    Bahwa Tuhan menginginkan kita harus merencanakan dengan bijaksana dalam menyusun dan menjalankan perencanaan dalam kehidupan kita. Sekalipun kita merencanakan dengan baik kita tidak bisa memastikan itu pasti terjadi. Artinya kita tidak tahu apa yang terjadi dengan pasti. Hal yang harus kita lakukan bertanya kepada Tuhan apa yang harus kita lakukan dalam merencanakan untuk masa depan kita.

    "sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." (Yak. 4:14-15).

    Demikian juga di tulis dalam Amsal 16:9 "manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari pada TUHAN."

    Manusia dapat menimbang dan membuat perencanaan tetapi Tuhanlah yang memutuskan yang terjadi dalam perencanaan tersebut.

    Kita harus bertanya kepada Tuhan apa yang Tuhan mau lakukan dalam hidup kita. Sekalipun kita sudah membuat segala perincian, kita harus melibatkan Tuhan dan minta kehendak Tuhan. Mungkin apa yang kita lakukan bukan kehendak Tuhan, karena kita tidak melibatkan Tuhan. rencana Tuhan pasti membawa kita kepada keberhasilan. Jadi perencanaan tanpa Tuhan adalah permulaan kesalahan dalam hidup kita.

  3. PRESUMMING ABOUT TOMORROW
    • life is unpredictable / Hidup tidak bisa diprediksi
    • sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. (Yak. 4:14)

      Hidup kita itu tidak bisa ditebak apa yang akan terjadi pada hari esok. suatu waktu orang bisa berada dipuncak , suatu waktu orang bisa berada dibawah, kadang kita berkelimpahan kadang bisa berkekurangan karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepan. Untuk itu kita harus melibatkan Tuhan, dan meminta Tuntunan Tuhan dalam kehidupan kita, sehingga kita akan dibawa Tuhan dalam rencanaNya yang indah dan mendatangkan kebaikan. Orang yang bergantung kepada Tuhan akan mengalami damai, kebahagiaan.

    • Life is Brief / Hidup itu singkat
    • Hidup kita seperti uap sebentar ada sebentar lenyap. Banyak orang-orang yang awalnya memiliki kehidupan yang mewah, populer dan memiliki kekuasaan, tetapi berikutnya mengalami kesusahan, bencana bahkan kematian. kita tidak tahu dan tidak dapat menebak apa yang akan terjadi kedepan, untuk itu kita harus meminta pertolongan dan tuntunan Tuhan.

      "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." (Mat. 6:34)

      jangan kita kuatir apa yang akan terjadi hari esok dan hari kedepan, kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Jika kita melibatkan Tuhan dalam setiap kehidupan kita, maka Tuhan akan selalu menuntun kita.

Dalam menghadapi masa depan, kita perlu melibatkan Tuhan karena masa depan tidak bisa dipredidksi oleh sebab itu kita harus bertanya kepada Tuhan apa yang harus kita lakukan dan rencanakan kedepan dan percayalah waktu kita libatkan Tuhan dalam masa depan kita maka Tuhan akan menuntun kehidupan kita ke dalam rencana-Nya dan kebahagiaan dan kesuksesan akan kita raih dalam kehidupan kita. Kita tidak tahu masa depan kita, tapi kita tahu siapa yang memegang masa depan kita. amin……!

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"