• Pdt. Ridwan Hutabarat
  • 27 Maret 2014
  • Women Of Integrity - Pk. 10.00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Wanita Goreskan Sejarah

Ayat bacaan: Markus 14:3-9

Ada dua pribadi dalam perikopnya yaitu Pria dan Wanita. Wanita mempunyai latarbelakang sebagai pelacur dan Yudas sebagai murid Yesus dan bendahara dari team pelayanan Tuhan Yesus. Iblis tidak takut kita menyembah, kotbah, bahasa Roh, menyanyi, berdoa, tetapi iblis takut ketika kita berubah. Karena itu berubahlah untuk menjadi benar karena Firman Tuhan, orang benar akan dikejar oleh berkat.

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya dimana saja injil diberitakan diseluruh dunia
, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia (Mark. 14:9)

Kata "untuk mengingat dia" itulah yang menunjukkan wanita mantan pelacur ini menggoreskan sejarah dalam hidupnya, buktinya sekarang di seluruh dunia ada Alkitab, dan tentang ayat diatas selalu ada, artinya dibaca oleh seluruh umat manusia karena Injil. Arti menggoreskan sejarah adalah seorang pahlawan, yang siap membayar harga, seperti wanita ini yang memberikan minyak narwastu untuk mengurapi Yesus.

Menjadi orang Kristen artinya perubahan tingkah laku. Perempuan mantan pelacur, berbicara tentang pengorbanan karena memberi, sedangkan Yudas Iskariot berbicara tentang menerima. Ketika hidup kita hanya menerima terus mempunyai arti seperti dead sea/laut mati, yaitu kematian yang ada. Sebagai orang percaya jadilah sebagai orang yang dipakai Tuhan untuk menjadi saluran berkat dari Tuhan. Karena itu orang yang memberi tangan selalu diatas sedang orang yang menerima tangan selalu di bawah. Rohani orang berbicara tentang bukan apa yang kita terima melainkan apa yang diberi.

Bagaimana Wanita menggoreskan sejarah, seperti yang dilakukan oleh wanita yang mengurapi Tuhan Yesus,

  1. SIAP MENYANGKAL DIRI UNTUK MENGIKUT YESUS
  2. Ayat 3 "...di rumah Simon si kusta dan sedang duduk makan, ..." Kusta berbicara sesuatu yang najis dan harus diasingkan. Simon ini adalah orang yang kaya, dan mereka sedang kumpul dengan teman-teman yang kaya, sehingga wanita ini susah masuk ke tempat itu, tetapi wanita ini membawa minyak narwastu. Karena itu untuk ikut Tuhan Yesus harus siap pikul salib dan menyangkal diri.

    "Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi muridKu" (Luk. 14:27)

    Sebagai contoh adalah kehidupan suami isteri untuk saling menerima satu dengan lain butuh waktu dan penerimaan sekalipun bertolak belakang dengan kehidupan diri kita.

  3. SIAP MEMUTUSKAN HIDUP DENGAN MANUSIA LAMA
  4. Ayat 3a "...setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkan minyak itu ke atas kepala Yesus" Wanita ini memberikan seluruhnya untuk Tuhan, pecahkan minyak narwastu murni untuk mengurapi Tuhan Yesus. Untuk menggoreskan Sejarah kita harus putus dengan kehidupan masa lalu kita, ketika hidup kita sebagai pemabuk harus putus dengan minuman keras, kalau suka gosip harus putus dengan gosip, kalau suka rokok putus dengan rokok, dll. Mengalahkan diri sendiri, atau manusia daging kita tidak mudah, karena itu Roh Kudus untuk menolong kita masuk dalam hidup yang baru dalam Kristus Yesus.

  5. SIAP LAKUKAN APA YANG TUHAN PERINTAHKAN
  6. Ayat 8 "Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya."

    Tuhan selalu menyuruh apa yang kita biasa lakukan, bahkan Tuhan pun selalu melengkapi kita ketika Tuhan memberikan tugas kepada kita. Tuhan selalu suruh apa yang bisa kita lakukan, hanya apakah kita respon untuk mau melakukan atau tidak.

Wanita yang menggoreskan sejarah harus siap berubah dalam hidupnya, siap membayar harga dan menyangkal diri, siap memutuskan hidup lama kita dan masuk dalam kehidupan baru dan siap melakukan apa yang diperintahkan Tuhan. Amin...

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"