• Ev. Lily Sulistyo
  • 18 Mei 2014
  • Ibadah Raya I - III - Pk. 07.00 - 11.15 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Badai Dalam Kehidupan

"Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur." (Ayb. 1:1-3)

Hari ini kita akan belajar dari kehidupan Ayub saat mengalami badai dalam kehidupannya. Alkitab mencatat Ayub adalah seorang yang saleh dan takut akan Tuhan, dan Ayub diberkati secara luar biasa. Bahkan dikatakan bahwa Ayub menjadi orang yang terkaya di sebelah timur. Tidak ada alasan bagi Ayub untuk tidak mengucap syukur dengan keadaannya yang seperti itu. Kita semua juga pasti mengalami hal yang sama saat kita diberkati dengan kelimpahan dan segala hal yang baik. Tapi bisakah kita tetap mengucap syukur saat masalah silih berganti menggoncang kehidupan kita?

"Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." (Ayb. 1:9-11)

Iblis mengetahui bahwa kita punya kecenderungan untuk meninggalkan Tuhan saat masalah datang menghantam hidup kita. Dalam kisah Ayub, iblis meminta Tuhan untuk mengizinkannya mencobai Ayub yang saleh dan benar di mata Tuhan. Iblis berusaha mengintimidasi Ayub dengan masalah yang bertubi-tubi, agar Ayub meninggalkan Tuhan. Hal yang sama juga sering terjadi dalam hidup kita, bagaimana iblis berusaha menarik kita makin jauh dari Tuhan melalui masalah-masalah kita.

Bagaimana seharusnya respon kita saat kita mengalami badai dalam kehidupan kita:

  1. Tuhan yang pegang kendali;
  2. "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." (1 Kor. 10:13).

    Tidak ada masalah yang diberikan kepada kita melebihi kemampuan kita. Tuhan izinkan masalah terjadi dalam hidup kita agar kita belajar menjadi dewasa dalam iman kita. Ingatlah bahwa Tuhan yang pegang kendali segala perkara dalam hidup kita, untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.

  3. Badai bisa menimpa siapa saja;
  4. Masalah bisa datang kepada siapa saja dengan tiba-tiba. Namun masalah yang kita hadapi bukan karena Tuhan tidak mengasihi kita. Justru Tuhan mau mengajar melalui penderitaan kita bagaimana bertahan dalam menghadapi pergumulan dengan terus berpegang kepada Tuhan. Mengalami Tuhan dalam kesusahan sama artinya dengan menyatakan kebesaran Tuhan dalam hidup kita.

  5. Selalu ada pilihan dalam setiap masalah;
  6. Masalah selalu memberikan kita pilihan untuk bertahan atau untuk menyerah. Dalam masalah selalu ada pilihan untuk menjadi pinter atau menjadi better. Dalam kisah Ayub, Tuhan izinkan badai menimpa kehidupannya bukan untuk menghukumnya karena kesombongannya namun untuk membersihkan Ayub dari kesombongan itu. Dan saat Ayub meresponi dengan benar maksud hati Tuhan, Ayub diberkati berlipat lipat kali.

  7. Tuhan akan memberikan kekuatan dalam menghadapi badai;
  8. Tuhan mau kita merespon dengan benar setiap badai yang muncul dalam hidup kita. Tuhan mau kita terus melekat kepadaNya, karena Tuhanlah yang akan memberikan kekuatan kepada kita. Dalam setiap kelemahan kita kuasa Tuhan dinyatakan dan Nama Tuhan dipermuliakan.

Menjadi Kristen dan mengikuti Tuhan bukan berarti kita tidak akan menemui badai dalam hidup kita. Seringkali masalah yang kita alami justru terasa lebih berat dibandingkan waktu kita belum ikut Tuhan. Tapi Tuhan mau kita merespon dengan cara yang benar, yaitu percaya bahwa Tuhan yang pegang kendali dan Tuhan yang memberikan hikmat dan kekuatan dalam setiap badai kehidupan kita. Selalu melekat dan mengandalkan Tuhan dalam hidup, maka kuasa Tuhan akan dinyatakan dan Nama Tuhan dipermuliakan. Amin…

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"