• Pdt. Ridwan Hutabarat
  • 17 September 2014
  • Kebaktian Tengah Minggu - Pk. 19.00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Kemerdekaan Sejati (II)

Hal yang harus kita lakukan setelah kita merdeka dari dosa adalah merdeka dari kesukaan kita. Kemerdekaan sejati orang Kristen adalah ketika ia bebas untuk melakukan kehendak Allah dalam hidupnya. Kesukaan kita adalah celah atau pintu masuk bagi dosa untuk merajalela dalam hidup kita karena apa yang kita suka belum tentu kehendak Allah. Tuhan tidak tertarik pada kesembuhan tapi Tuhan lebih tertarik kepada pertobatan kita, sebab bebas dari dosa merupakan sangkal diri dan bebas dari kesukaan kita adalah pikul salib, dan inilah jalan kita kepada keselamatan yaitu sangkal diri dan pikul salib.

"Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!", lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!" Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!" Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!" Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya." (Mrk 6:17-26)

Tiga hal yang bisa kita pelajari dari ayat diatas:

  1. Hormati Perkawinan
  2. Hormati perkawinan yang Tuhan anugrahkan kepada kita, karena keluarga adalah lembaga pertama yang Tuhan bentuk dalam Firman Tuhan yaitu Adam dan Hawa. Sakralnya hubungan suami istri sampai ibaratkan menjadi hubungan antara Kristus dan jemaat, oleh karena itu Allah melarang umatNya untuk bercerai. Apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia. Tuhan membenci perceraian! Utamakan pasangan kita dari orang tua, anak atau pekerjaan kita. Menikahlah dengan pasangan yang dari Tuhan dan menikahlah karena Tuhan.

  3. Menyegani Firman Tuhan
  4. Kita harus segan kepada setiap perkataan yang Tuhan berikan kepada kita. Mungkin perkataan yang tidak menyenangkan telinga kita, tapi Firman Tuhan pasti bekerja untuk kebaikan kita.

  5. Senang Kepada Firman Tuhan
  6. Sekalipun hati kita terombang-ambing, percayalah akan Firman Tuhan, bahwa Firman Tuhan sanggup mengubahkan hidup kita. Sekalipun situasi rasanya kurang menyenangkan, tapi gemarilah Firman Tuhan, karena Firman Tuhan berkuasa untuk menolong, menjaga dan melindungi kita.

    Kekristenan bukan berbicara tentang yang miskin jadi kaya atau yang lemah jadi kuat, tapi kekristenan berbicara tentang penundukan diri kepada Tuhan, yang suka melawan jadi rendah hati, walaupun tidak sembuh tapi tetap percaya kepada Tuhan, sekalipun keadaan sukar tapi tetap yakin bahwa Allah akan memberikan jalan keluar. Apapun yang terjadi tetap Allah yang menjadi prioritas hidup.

    Banyak dari antara kita yang lebih menyukai kesukaan kita dari pada kesukaan Tuhan. Contohnya seperti Esau yang menjual hak kesulungannya hanya untuk semangkuk kacang merah, Yudas Iskariot menjual Yesus hanya karena uang. Matikanlah apa yang menjadi kesukaan kita dan merdekakanlah apa yang menjadi kesukaan Yesus dalam hidup kita. Terlalu banyak kita seringkali mengingini mujizat, kesembuhan, berkat dan hanya hal yang baik saja, tapi sedikit orang percaya yang belajar dengan tekun tentang pertobatan. Kerjakanlah apa yang menjadi kesukaan Tuhan, supaya kita mengerti untuk apa Tuhan menciptakan kita. Amin…

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"