• Pdt. Ridwan Hutabarat
  • 03 Juni 2018
  • Ibadah Raya V - Pk. 16:30 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

PERCAYA KEPADA YESUS DAN BERTOBAT

Mayoritas orang Kristen percaya pada Yesus menurut pikiran mereka masing-masing, maka dari itu Tuhan Yesus berkata “banyak yang terpanggil, sedikit yang terpilih”. Percayalah kepada Yesus persis seperti yang Tuhan maksud. Orang Kristen gagal karena percaya menurut pikiran mereka. Untuk percaya kepada Yesus menurut maksud Tuhan kita harus hebat dalam pikul salib.

Orang Kristen harus memiliki tingkat kesadaran yang tinggi kalau mereka memiliki tanggung jawab. Ibadah yang sejati adalah meninggalkan dosa dan kehidupan lama kita. Jangan kita gagal fokus. Ibadah yang sejati adalah memberi bukan menerima. Di dalam Alkitab ada cerita tentang sepuluh orang sakit kusta, mereka semua yakin disembuhkan Yesus dan memang benar mereka semua sembuh. Namun hanya satu orang yang menerima dan mempersembahkan hidupnya untuk Yesus. Ini adalah momentum bagi Tuhan untuk bertanya kepada murid-muridNya.

Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.(Maz. 90:10)

Pendeta yang benar fokusnya adalah pertobatan bukan kesembuhan. Doa kesembuhan bukan jawaban dan harus ada batasnya, karena pada akhirnya kita semua akan mati. Pertobatan adalah unsur kekekalan. Kalau ada orang yang sakit didoakan dan menjadi sembuh maka seharusnya orang tersebut bertobat karena kesembuhan orang tersebut adalah merupakan kehendak Tuhan. Kalau umur kita tujuh puluh tahun keatas,

Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.(2 Kor. 4:18)

Orang yang tidak percaya membutuhkan bukti yang kelihatan untuk menjadi percaya. Semua yang kelihatan adalah bersifat representatif dari panca indera. Seluruh ukuran panca indera adalah bersifat sementara.

Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.(Rom. 6:23)

Tugas Roh Kudus adalah menginsafkan kita dari dosa. Kalaupun kemungkinan untuk berbuat dosa, mintalah kepada Tuhan untuk membuat kita disadarkan bila perlu ketahuan dan dipermalukan. Supaya ada konfirmasi bahwa kita manusia tidak cocok dengan dosa.

Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.(Yak. 2:17)

Jangan melihat rohani orang pada waktu beribadah dan menyembah, namun dalam kelakuan mereka. Kesimpulan dari orang Kristen ada dalam kelakuan.

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."(Kis. 1:8)

Kuasa terbesar Roh Kudus bukanlah kesembuhan, namun Roh Kudus besar dan mulia kalau kita bersaksi tentang Kristus melalui kelakuan. Karena kelakuan adalah kesaksian yang paling efektif. Orang yang dipimpin oleh pekerjaan Roh Kudus memiliki kesabaran, sopan santun diatas rata-rata. Lembaga pertama yang Tuhan ciptakan di bumi adalah perkawinan. Kesaksian Roh Kudus yang paling awal dimulai dari keluarga.

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:(1 Ptr. 2:9)

Contoh dalam Alkitab dari imamat yang rajani adalah Yusuf. Imamat yang Rajani dapat terjadi karena ada karya Roh Kudus .

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"