• Pdt. Rubin Ong
  • 17 Juni 2018
  • 2PM - Pk. 14:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

CHRIST MENTALITY (MENTALITAS KRISTUS)

Ada hukum kapasitas: kemampuan kita menerima tergantung kapasitas yang kita miliki. Jadi, jika kita mau mendapat penerimaan yang besar, kita mesti mempunyai kapasitas yang besar juga. Salah satu hal yang harus kita lakukan untuk memperluas atau memperkuat kapasitas, misalnya dalam hal memberi ataupun berkorban, adalah membangun mentalitas yang kuat dengan Christ mentality (mentalitas Kristus). Tanpa mentalitas Kristus, kita tidak akan kuat dalam menghadapi kehidupan ini. Banyak orang Kristen masih punya mentalitas buruk, misalnya suka telat, ingkar janji, malas, pelit, kikir, dan lain-lain. Ada mentalitas yang harus diubah.

"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus" (Flp. 2:5). Itu juga disebut teologi kenosis (berkorban, pengosongan diri). Bagi Tuhan, untuk mampu menjadi manusia itu biasa, karena Dia mahakuasa, tetapi bagi Dia untuk mau menjadi manusia itu luar biasa! Ibarat Bill Gates membeli pesawat Boeing 777 itu biasa, tapi kalau dia mau naik kapal tradisional itu luar biasa. Apa arti pikiran & perasaan dalam ayat tersebut? Sikap mental. Dalam bahasa aslinya, kata yang dipakai untuk 'pikiran' tersebut adalah FRONEO, yang artinya firman itu dilatih (exercise) sampai menjadi kebiasaan sehingga menjadi sebuah gaya hidup. Firman yang tidak dilatih/dipraktikkan tidak akan pernah menjadi gaya hidup. Misalnya, banyak orang merasa hidup sakral, tapi praktik hidup sehari-harinya tidaklah demikian. Bahkan, pewahyuan jika tanpa dilakukan, tidak akan mengubah kita.

Ibarat atlet tinju yang memperoleh banyak kemenangan, pasti telah sering melatih diri, berkorban banyak hal, dan berjuang. Orang yang mengeluarkan banyak keringat dalam latihan, tidak akan mengeluarkan banyak darah dalam perlombaan atau peperangan. Tanpa latihan, kita tidak akan kuat. Tuhan sering kali memberi kita hal-hal yang tidak kita pikirkan karena untuk mempersiapkan kita. Latihlah firman Tuhan yang engkau dengarkan.

"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu" (Flp. 4:8). Bahasa asli yang dipakai di sini untuk kata 'pikirkan' adalah LOKISOMAE, yang artinya masukkan (install) atau inventarisasi (bank in). Kita tidak mungkin mengeluarkan yang terbaik apabila yang terbaik tidak pernah kita masukkan. Pegang setiap firman Tuhan dalam hatimu. Hapalkan ayat-ayat yang menguatkan hidupmu.

"Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah. Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus" (2 Kor. 4:3-5). Bahasa asli yang dipakai untuk kata 'pikiran' tersebut adalah LUMA, yang artinya pikiran yang setuju dengan seseorang/sesuatu yang di luar Kristus. Banyak orang Kristen hanya mau yang enak-enak, nyaman-nyaman, dan menerima berkat, tetapi tidak mau menerima penderitaan atau kenyataan hidup. "Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: 'Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia'" (Mat. 16:23). Setujulah dengan firman Tuhan saja, jangan dengan yang di luar firman, agar kapasitasmu diperluas (lih. Yesaya 55:8-11).

Kiranya mentalitas Kristus itu ada di dalam diri kita.


"TUHAN YESUS MEMBERKATI"