• Pdp. Marcos Tampubolon, SE
  • 08 Juli 2018
  • 2PM - Pk. 14:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

TUHAN MAU PAKAI HIDUPMU

Hari ini kita belajar dari Lukas 5:1-11 dengan perikop Penjala ikan menjadi penjala manusia.

Dari konteks firman Tuhan di atas, saat itu Yesus sudah mulai memiliki banyak pengikut/populer. Bahkan tidak ada satu rumah pun yang cukup untuk menampung pendengar-Nya. Maka itu, Ia harus berjalan ke pinggir pantai supaya semua orang bisa mendengarnya. Meski ramai, Tuhan Yesus sanggup menyatakan dan mengajarkan sesuatu.

• "Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya" (ay. 2). Manusia memiliki banyak kondisi, misalnya bekerja dengan segala usaha sendiri tapi tidak menghasilkan apa-apa. Tetapi, Tuhan melihat. Ia sangat tahu kondisi kita masing-masing. Tidak pernah ada yang tersembunyi di hadapan-Nya. Waktu kita jatuh, kecewa, Ia tahu. Kata melihat adalah kata yang aktif. Maksudnya, bila Ia melihat, Ia ingin kita pun merespons. Yesus sangat menunggu respons kita untuk melakukan kehendak-Nya. Dalam kondisi terburuk pun, Tuhan Yesus sanggup melihat kita.

• "Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu" (ay. 3). Tuhan Yesus langsung naik perahu Petrus tanpa izinnya, karena ada kepentingannya Tuhan, yaitu sebagai mimbar. Sering kali waktu kita sedang jatuh-jatuhnya, kalau Tuhan mau kita, ya sudah itu semau-maunya Tuhan. Petrus pun mungkin seperti berkata, "Jesus is on my boat." Bayangkan kalau Petrus menolak, bisa saja Tuhan Yesus pindah ke perahu lain! Dia bisa pakai siapa saja. Jadi, jangan ‘jual mahal’ terhadap Tuhan.

• "Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: 'Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan'" (ay. 4). Petrus sering punya alasan. Ketika itu pun Petrus sangat lelah, sudah bersih-bersih, & merasa Yesus tidak tahu tentang perikanan karena anak tukang kayu. Salah satu tujuan Capacity Challenge (Tantangan Kapasitas) adalah menembus alasan-alasan yang masuk akal. Puji Tuhan, Petrus punya respons yang mau taat. "Simon menjawab: 'Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga'" (ay. 5). Yang menghambat seseorang untuk melangkah ke masa depan adalah masa lalu, bukan masalahmu! Masa depan bersama Tuhan itu penuh dengan harapan, jadi jangan lagi melihat ke masa lalu. Keputusan yang kita buat hari ini menentukan seperti apa sejarah kita di masa depan. Kalau kita tidak membuat keputusan hari ini, kita tidak akan pernah merasakan atau melihat masa depan kita yang Tuhan telah persiapkan. Sekalipun Tuhan meminta kita taat, apakah respons kita mau taat seperti Petrus meski tidak masuk akal bagi kita? Petrus bisa saja menolak & punya 1.001 alasan. Paling banyak hal yang membuat kita menolak panggilan Tuhan adalah alasan & rasa ketidaklayakan. Bukan kita yang melayakkan diri, tetapi Dia yang melayakkan kita. Cepat atau lambat, janji-Nya akan terjadi dalam hidup kita tergantung respons kita. Apakah Anda sudah menerima & mendengar tantangan dari Tuhan, tetapi justru malah memberikan alasan? Tuhan paling tahu tempat & kepada siapa Dia harus berbicara. Begitu juga terhadap Petrus. Begitu juga terhadap Anda. Kalau kita tahu bahwa segala sesuatu dari Tuhan, tentu kita tidak akan sulit untuk melakukan kehendak Tuhan, kita tidak akan menunda-nunda panggilan Tuhan. Maka, jangan membuat alasan lagi.

• "Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak" (ay. 6). Ada hasil dari ketaatan. The end of obedience to God will be followed by God’s providence. Ketaatan butuh iman (bukan melihat, melainkan percaya). Ketaatan butuh keberanian dari Tuhan. Petrus kalau pakai otak/pikirannya, pasti capek, tetapi ia mau pakai imannya. Tantangan Tuhan terhadap hidup kita akan menghasilkan tangkapan yang besar. Kalau kita tidak pernah menantang diri kita sendiri untuk mengikuti kehendak-Nya, kita tidak akan mengalami janji-Nya. Sebab kita adalah orang-orang yang dipiilih Tuhan. Fokusnya bukan berkat, tetapi fokusnya adalah ketaatan. Izinkan Tuhan masuk dalam bahtera hidupmu. Selalu taat pada-Nya, maka berkat tidak akan lari, sebab Tuhan yang menjagai. Dan jangan pakai/makan sendiri berkat yang dari Tuhan (ay. 7). Lakukan kehendak-Nya, dan lihat mukjizat-Nya.

• "Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus" (ay. 11). Mungkin sudah lama kita ingin punya keintiman dengan Tuhan, tantangan hari ini adalah terima Dia.

Ikut Tuhan pasti ada tantangan demi tantangan supaya kita naik level demi level. Berkat terbesar bukan ikan/materi, berkat terbesar adalah waktu Yesus masuk perahu hidupmu, memilih memakai hidupmu. Jadikan hari ini titik hidupmu untuk bertobat sungguh-sungguh, datang pada-Nya, dan hidup bagi Dia.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"