• Fernando Conan, B.Sc., CBC, CPC
  • 22 Juli 2018
  • 2PM - Pk. 14:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

THE POWER OF CHARACTER

Tuhan terus berurusan dengan kita selama kita mau dipakai Tuhan. Kapasitas kita terus diproses dalam hidup kita, jika kapasitas kita ingin diperbesar. Mengapa kita harus diproses karena di dalam hidup ini kita ketemu orang yang kita tidak suka dan kedua kita ketemu orang yang tidak gampang. Jadi diperlukan kapasitas diperbesar. Mengapa kapasitas kita harus diperbesar ? Cepat atau lambat Goliat akan datang dalam hidup kita. Kita akan menghadapi goliat dalam hidup kita. Oleh sebab itu kita harus siap menghadapi Goliat dalam hidup kita dengan memperbesar kapasitas kita. Kapasitas adalah apa yang ada di dalam kita. Oleh sebab itu kita harus memperbesar yang ada di dalam. Ada 3 hal yang kita perbesar :

1. KEROHANIAN

Kerohanian berbicara iman, atau berbicara hal-hal yang rohani.

2. KARISMA

Karisma ada tiga yaitu : 1)Penampilan 2)Ketrampilan 3) Perintilan (assesoris). Tuhan melihat karakter manusia. Charisma adalah tampak di depan yang dijual. Charisma hanya 5% dan 95 adalah karakter aslinya. Karakter adalah daya tahan atau mentalitas. Yang tahu karakter kita adalah yang dekat dengan kita misalnya, anak dan suami atau istri. Karisma membuat kita dipuji-puji dan karakter membuat kita kuat dipuji-puji. Karakter yang baik tidak merusak skill seseorang. Karakter sangat penting dalam hidup kita. Karisma harus muncul dari karakter kita. Karisma adalah apa yang kita lihat.

3. KARAKTER

a. Karakter berbicara respon

Karakter berbicara respon kita dalam tekanan. Respon ada empat, 1) cara kita berpikir 2) cara kita mengelola emosi, 3) cara berbicara, 4) cara bertindak. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Roma 12:2) Kita harus menjaga cara berpikir kita. karena kalau kita asumsi sama orang maka menjadi sensitif. Dalam Yakobus 1:19, “… setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; Pada saat kita marah Firman Tuhan berkata agar kita, “Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam. Sela (4-6) Persembahkanlah korban yang benar dan percayalah kepada TUHAN.(Maz. 4:4-5) Demikian juga dalam Amsal 12:18 berkata, “Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan. (Ams. 12:18) Dalam Amsal 15:4 berkata, “Hati orang berpengertian mencari pengetahuan, tetapi mulut orang bebal sibuk dengan kebodohan. (Ams. 15:14)

Berbicara karakter berbicara perubahan cara kita berpikir, cara bertindak dan cara berbicara. Oleh sebab itu biarlah kita terus berubah semakin hari memiliki karakter yang benar.

b. Karakter bukan takdir

Karakter tidak sama dengan takdir atau nasib, itu sebabnya di dalam perjanjian baru berkata supaya kita menanggalkan yang lama dan mengenakan yang baru. Pembentuk takdir adalah 

1) DNA.

2) Pola asuh.

3) Role model ada lima hal yaitu, a. orang tua, b. pemuka agama, c. mentor, d. kakak tertua e. guru atau dosen, 

4) pengalaman masa lalu.

5) pergaulan.


c. Karakter yang dewasa harus teruji.

Karakter yang teruji melewati proses lewat kesengsaraan. Karakter adalah respon yang benar ketika orang-orang tidak benar. Oleh sebab itu jadilah pelayan Tuhan yang berkarakter dan tidak hanya berkarisma.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"

Sermon By : Fernando Conan, B.Sc., CBC, CPC