• Pdt. Daniel W. Pradhana
  • 29 Juli 2018
  • 2PM - Pk. 14:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

TUHAN MAU PAKAI KITA

Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah. Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami." Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah. Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah, lalu mereka mengenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah, sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya. (Kis. 3:1-10)

Kita percaya bahwa Roh Kudus sedang dicurahkan secara luar biasa hari-hari ini. Hal yang terjadi pada ayat diatas seharusnya terjadi juga pada kita setelah kita kepenuhan Roh Kudus. Cerita ini dimulai setelah murid-murid mengalami Pentakosta yang pertama. Seperti Petrus dan Yohanes, kita pun mempunyai rutinitas harian; seperti bekerja, kuliah, berusaha. Orang lumpuh di ayat atas sudah lumpuh sejak lahir. Petrus dan Yohanes pasti sudah sering melihat orang lumpuh itu, namun pada hari itu Tuhan mau menunjukkan kemuliaan-Nya lewat mereka. Begitupun dengan hidup kita sehari-hari, Tuhan mau menunjukkan kemuliaan-Nya melalui kita.

Bagaimana agar capacity challenge terjadi ?

Tuhan mau pakai hidup kita bukan hanya waktu event besar, namun justru Tuhan mau pakai kita dalam rutinitas keseharian kita. Ada banyak kesempatan di hidup kita tanpa kita sadari. Jangan lewatkan lagi kesempatan yang Tuhan berikan dalam jalan hidup kita, maka kita akan dibuat terheran, takjub, dan tercengang.

Empat hal agar kita bisa dipakai Tuhan secara luar biasa

1. Mengenali kesempatan-kesempatan yang Tuhan taruh dalam jalur hidup kita.

Orang yang sekedar hidup terjebak menjalankan rutinitas cenderung melewatkan dan mengabaikan hal-hal penting. Setiap kita perlu untuk belajar dengan kebutuhan-kebutuhan sederhana yang ada di sekitar kita dan belajar sadar dan membuka mata. Yang harus kita lakukan lain kali, kita datangi keluarga atau sahabat yang kira-kira sedang membutuhkan/ mengalami masalah.

Definisi kebutuhan atau masalah bagi orang umum adalah sesuatu yang harus kita jauhi dan hindari. Kita sedang mendiskualifikasi diri kita apabila kita memiliki definisi masalah seperti itu. Rubah definisi tersebut menjadi setiap masalah adalah pintu masuk yang melaluinya Tuhan siap menyatakan diri-Nya agar kita bisa dipakai.

2. Kita harus siap dan bersedia mengambil tanggung jawab.

Petrus dan Yohanes akhirnya mendekati orang lumpuh tersebut setelah seringkali mereka mengabaikannya. Kalau kita mau lihat Pentakosta terjadi, kita harus mulai bergerak keluar dan menawarkan diri untuk menghampiri. Karena orang-orang yang belum mengenal Tuhan akan melihat Tuhan melalui hidup kita yang dipakai untuk menyatakan diri-Nya.

3. Memberikan solusi yang benar-benar solusi.

Setelah kita mulai bergerak, kita tidak perlu takut untuk tidak dapat memberi apa yang orang harapkan. Karena apa yang mereka harapkan, belum tentu apa yang mereka butuhkan. Orang lumpuh pada ayat diatas mengharapkan uang, namun Petrus dan Yohanes memberikan kesembuhan. Berilah apa yang orang butuhkan, bukan apa yang orang harapkan. Terkadang orang datang kepada kita dengan masalah, namun mereka sudah mempunyai solusi sendiri. Kita perlu memakai usaha ekstra untuk membantu orang tersebut sampai benar-benar berubah.

4. Membawa orang untuk mengenal Tuhan

Setelah kita membantu seseorang, kita harus membawa orang untuk mengenal Tuhan. Orang lumpuh diatas dipakai Tuhan secara luar biasa setelah sembuh untuk menjadi kesaksian bagi orang-orang sekitarnya.

Di era Pentakosta ketiga ini, bergeraklah melalui pemberdayaan dari Roh Kudus untuk menyatakan kemuliaan Tuhan.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"