• Pdt. Petra Fanggidae, M.Div. M. Th
  • 05 Agustus 2018
  • Ibadah Raya I - Pk. 07:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Padang Gurun Rasa Taman Tuhan

Ada satu sosok yang sangat fenomenal, yaitu Rasul Paulus yang dulu namanya Saulus. Saulus membunuh banyak orang Kristen, menganiaya gereja, dan menimbulkan banyak keresahan. Ketika dalam perjalanan menuju Damsyik, Tuhan melawatnya sehingga ia bertobat. Ia pun jadi saksi Tuhan, hingga akhirnya dipenjara. Namun, di dalam penjara, ia justru menulis banyak surat yang luar biasa. Ia pun sempat menulis kepada jemaat Filipi yang sudah mengikut & percaya Yesus, tetapi hidup mereka sepertinya amburadul. 

"Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu" (Flp. 4:4-9).

Paulus yang dari dalam penjara justru bisa menasihati orang-orang di luar sana supaya tetap bersukacita dalam Tuhan! Itu berarti, Paulus mempunyai kualitas rohani yang di atas rata-rata. Tidak mudah menghadapi berbagai hal sulit dalam hidup kita, seperti penyakit, kebangkrutan, dan lain-lain. Saya sempat mengalami sakit di bagian kepala sehingga menjalani pengobatan dan operasi di Singapura. Tetapi, saya tidak pernah salahkan Tuhan sekalipun atas apa yang saya alami. Saya berdoa, sekiranya Tuhan berkehendak saya sembuh, Tuhan angkat penyakit saya, tetapi sekiranya melalui tangan dokter, kehendak Tuhanlah yang jadi. Saya pun kembali ingin menghidupi semua hal yang saya khotbahkan. Saya belajar dari Ayub bahwa masalah apa pun, sakit-penyakit, persoalan dalam keluarga, jangan salahkan apa pun. Tetapi, koreksi diri Anda sendiri. Ada tiga hal yang perlu saya koreksi diri saya sendiri:

Tuhan tahu isi hati dan pikiran kita, motivasi apa yang sesungguhnya terjadi di dalam diri kita. Kita tidak bisa sembunyikan apa pun di hadapan Tuhan. Saya sempat lupa apa tujuan hidup yang saya lakukan. Ada sesuatu yang sempat tersembunyi juga dalam batin saya, yaitu mencoba segala sesuatu agar banyak orang bangga akan pelayanan saya. Iblis kadang memakai cara hidup & kerinduan kita supaya melenceng dari tuntunan Tuhan. Kadang ada motivasi salah yang perlu kita murnikan di hadapan Tuhan. Kadang kita hanya butuh Tuhan waktu kita butuh sesuatu, tapi kita tidak punya hubungan intim (bonding time) dengan-Nya. Jarang hamba Tuhan yang berani membuka isi hati di depan jemaat atas apa yang Tuhan tegor atas hidupnya.

Tuhan ingin saya membuat komitmen kembali (rekomitmen) dengan-Nya, seperti bejana yang selalu disempurnakan. Kadang hati kita entah ke mana. Miliki waktu juga dengan keluarga, istri dan anak-anak.

Tuhan mengajar saya untuk jaga hidup dengan baik. Hidup sehat itu penting, sebab kalau sakit, uang itu tidak ada artinya.

Bersukacitalah. Hati itu perlu sukacita. Tuhan itu baik sejak dulu! Tuhan bisa pakai banyak orang untuk berbuat kebaikan bagi kita. Perbuatan baik yang tulus kita lakukan juga terhadap orang lain pun diperhitungkan oleh Tuhan. Walau kadang Ia "menguliti" atau memproses kita, Ia bisa memelihara hidup kita dengan cara yang ajaib. Selama dua bulan lebih, saya sempat tidak bisa melayani, padahal sebagai hamba Tuhan, saya harus melayani agar menerima pemasukan. Tetapi, berserah kepada Tuhan dan penuh dengan ucapan syukur, Tuhan akan sanggup menjagai dan memeliharamu dengan cara yang ajaib. Selalu ada cara Tuhan untuk memberkati kita. Jangan khawatir akan cara pemeliharaan Tuhan. Selalu saja ada pertolongan-Nya yang datang tepat pada waktunya.

Selama dua bulan lebih itu juga, saya gunakan untuk menulis buku yang berjudul Padang Gurun Rasa Taman Tuhan. Buku tersebut bukan semata-mata berbicara mengenai penyakit yang saya alami, melainkan lebih pada isi hati saya tentang bagaimana sewaktu kita menghadapi rasa sakit serta apa yang orang-orang terdekat saya rasakan. Walau kita berada seperti dalam padang gurun kehidupan, bersama Dia, kita masih bisa merasakan berada di taman Tuhan.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"