• Pdt. Petra Fanggidae, M.Div. M. Th
  • 05 Agustus 2018
  • Ibadah Raya II - Pk. 09:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Miliki Hubungan Lagi Dengan Tuhan & Keluarga

Paulus menulis surat kepada jemaat di Roma dengan dasar yang kuat. Jemaat di Roma merupakan jemaat kelas menengah ke atas, bukan terbelakang secara pendidikan maupun ekonomi, sehingga tulisan Paulus memiliki bobot telogis yang kuat pada kitab Roma. Orang yang baru bertobat akan merasa kesulitan membaca kita Roma karena bobot yang berat itu.

"Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus" (Rm. 8:1). Ayat tersebut bicara dan membuat saya kuat saat mengalami sakit beberapa waktu yang lalu. Akhir hidup orang yang di luar Allah adalah kematian, bukan hidup selama-lamanya. Orang yang di dalam Allah ada di hatinya Allah, dan akhir hidup kita bukanlah kematian, melaikan kehidupan untuk selama-lamanya. Sebagai orang yang di dalam Tuhan, jika kita berbuat salah, Tuhan mungkin akan menegor kita karena ada Roh Kudus yang menjadi Filter di dalam kita. Dia memberikan pemurnian di dalam hidup kita. Orang yang di dalam Tuhan itu sudah percaya Yesus & Roh Allah ada di dalam dia. Cara pandangnya berbeda saat menghadapi & melihat masalah. Orang yang di luar Tuhan belum percaya Tuhan sehingga Roh Allah tidak ada di dalam dirinya dan berbuat seenaknya tanpa merasa bersalah (guilty).

"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya" (Rm. 8:28-30).

Sebagai orang pilihan Tuhan, apa pun kejadian hidup ini tidak boleh membuat kita komplain, melainkan hidup penuh dengan ucapan syukur kepada Tuhan. Sebenarnya saat ini saya tidak wajib melayani sampai akhir tahun 2018 ini, sebab telah melakukan operasi besar atas penyakit saya yang mengalami penyakit Macroadenoma, tetapi saya mau melayani Tuhan. Orang pilihan Tuhan pasti akan ditempatkan oleh-Nya bersama dengan orang-orang yang baik dan tepat juga dari Tuhan. Saya tidak mau marah atau mempersalah Tuhan. Saya hanya mau berdoa, dan Tuhan mengoreksi hati saya, memulihkan jiwa saya. Ada tiga hal yang Tuhan koreksi dalam diri saya:

Tuhan tahu isi hati, pikiran, dan motivasi apa yang sesungguhnya di dalam diri saya. Kita tidak bisa sembunyikan apa pun di hadapan-Nya. Ada sesuatu yang sempat tersembunyi di dalam batin & alam bawah sadar saya, yaitu melakukan segala sesuatu agar keluarga & banyak orang bangga terhadap saya. Namun, Tuhan memurnikan motivasi saya yang salah. Kadang kita hanya butuh Tuhan waktu kita butuh sesuatu, tapi kita tidak punya hubungan yang baik dan intim (bonding time) lagi dengan Tuhan. Tidak punya waktu khusus lagi, merasakan hadirat yang khusus dari Tuhan. Motivasi hati saya diperbaharui oleh Tuhan. Ia menyelidiki hati kita yang paling dalam. Dia rindu terhadap kita apa adanya. Tuhan ingin saya membuat komitmen kembali (rekomitmen) dengan-Nya.

Tuhan ingin saya memiliki waktu (bonding time) dengan istri dan anak-anak saya. Saya bertobat dari hidup yang penuh kesibukan. Keluarga dan anak-anak kita butuh waktu bersama dengan kita. Jangan sampai kehilangan waktu kebersamaan, masa pertumbuhan, masa-masa sekolah anak kita. Kini keluarga & anak-anak saya benar-benar merasakan kebersamaan dengan saya. Banyak orang yang bersama dengan keluarganya, tapi tidak merasakan kebersamaan.

Tuhan mengajar saya untuk jaga hidup dengan baik. Hidup sehat itu penting, sebab kalau sakit, harta dan uang itu tidak ada artinya.

Sekarang pun saya bisa menjadi makin mengerti perasaan orang yang sakit. Orang sakit bukan hanya butuh didoakan, tapi juga butuh didengarkan. Kalau ada anggota keluargamu yang sakit, dan engkau tolong mereka, maka tidak akan pernah engkau kekurangan, karena Tuhan akan mencurahkan berkat-Nya dengan cara yang luar biasa dan ajaib. Begitu banyak cara Tuhan untuk menolong & memperhatikan kita. Waktu kita sakit juga akan terlihat siapa sesungguhnya orang-orang yang benar dan siapa teman-teman yang setia.

Tuhan akan memelihara orang-orang yang sudah dipanggil oleh-Nya. Setiap peristiswa, ujungnya pasti ada tujuan, dan salah satunya supaya Tuhan mengoreksi hati kita. Dia akan memulihkan sikap hati kita. Minta Tuhan untuk memulihkan kita. Jangan pernah pesimis. Tuhan kita adalah Tuhan yang luar biasa. Dia pasti akan tolong kita. Kalau masih ada sesuatu yang kita pegang dengan motivasi yang salah, maka lepaskan, alamilah pemulihan dari Tuhan, sebab Dia memiliki pelajaran yang penting bagi kita. Kalau kita salah, Dia akan tegor kita. Tetapi kalau kita menjadi orang benar, Dia yang akan angkat kita. Matikan setiap intimidasi dari Iblis, karena kita tahu Roh Allah yang ada dalam kita lebih besar.


"TUHAN YESUS MEMBERKATI"