• Pdm. Theresia Cynthia Tirtadiredja, SH
  • 05 Agustus 2018
  • Ibadah Raya V - Pk. 16:30 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

PANGGILAN UNTUK MELAKUKAN KEHENDAKNYA

Hadirat Tuhan bisa dirasakan oleh setiap pribadi yang memiliki hubungan intim dengan Tuhan. Dalam hadirat-Nya berbicara kepada umat-Nya. Ps. Niko Njotorahardjo dipilih Tuhan sebagai pribadi yang dipakai dalam Pentakosta ke-3, karena itu setiap kita adalah agen-agen pentakosta ke-3. Api pentakosta ke-3 sudah turun dan dampak dari api pentakosta ke-3 adalah terjadinya penuaian jiwa besar-besaran diakhir zaman. Sejarah mencatat bahwa Pentakosta yang ke-1 terjadi di loteng Yerusalem, para murid dan orang percaya dipakai Tuhan, dampaknya banyak orang percaya Tuhan, Pentakosta ke-2, William Semaour dipilih Tuhan untuk dipakai dalam lawatan Roh Kudus bagi dunia sehingga dampak banyak orang percaya Tuhan dan Pentakosta ke-3 adalah istilah yang diberikan Tuhan kepada Ps. Niko Njotorahardjo, yang akan membawa dampak bagi penuaian jiwa.

Api Pentakosta ke-3 yaitu turunNya kuasa Roh Kudus atas hidup orang percaya. Pertama-tama kita dipanggil sebagai murid yaitu orang-orang yang bersinggungan dengan Firman, dipakai Tuhan untuk melakukan rencana dan kehendaknya. Panggilan kedua adalah untuk orang-orang yang menuju jalan Emaus, mereka tidak tahu akan kebangkitan Tuhan Yesus, tetapi jika mereka sadar dan kembali kepada Tuhan maka mereka dipakai oleh Tuhan untuk menggenapi rencanaNya.

Ketika kita dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus (Api Pentakosta turun atas kita), maka kita akan menjadi manusia lain dalam urapan Tuhan. Investasi kekal akan diberikan Tuhan bagi hidup kita yang menerima kuasa Roh Kudus. Kita yang menerima urapan sebagai pelari yang akan membawa api Tuhan untuk penuaian jiwa. William Semour adalah pribadi orang hitam yang dipakai Tuhan dalam Pentakosta di Asuza street USA, ia dipakai Tuhan untuk melakukan rencana Tuhan, sehingga kehidupannya dipakai untuk bangsa-bangsa lain sekalipun ia adalah orang kulit hitam yang seharusnya tidak bersentuhan dengan orang kulit putih. Dalam kuasa dan hadirat Tuhan ia dipakai Tuhan untuk penuaian jiwa-jiwa bagi kemuliaan Tuhan.

Ada Tiga panggilan yang dipakai Tuhan ketika Api Pentakosta turun atas hidup kita yaitu :

1. Panggilan pertama – Dua murid yang menuju Emaus (Luk. 24:13-35)

Para murid itu mengalami kekecewaan sehingga mata mereka terhalangi sehingga tidak bisa melihat apa-apa, sekalipun mereka pernah bersentuhan dengan Tuhan sendiri. Mari kembali kepada Tuhan supaya apapun yang menutupi kita dibukakan oleh Tuhan, dibebaskan oleh Tuhan

2. Panggilan kedua - Orang yang tersesat di kandang babi ( Luk. 15:11-32)

Perumpamaan anak yang hilang adalah menggambarkan Tuhan memanggil orang-orang yang sudah melakukan tindakan dan perbuatan yang salah sehingga mengakibatkan mereka tersesat yang seharusnya tidak berada di tempat itu. Kuasa dan urapan Tuhan sanggup memulihkan kehidupan kita untuk kembali kepada Tuhan, kembali kepada tempat semula yaitu kepada Bapa.

3. Panggilan ketiga – bagi orang-orang yang tertidur (Kisah Rasul 20:9)

Panggilan ketiga yaitu bagi orang-orang yang tertidur, mereka tidak sadar akan keberadaannya, contohnya adalah Euthikus dimana ia duduk di jendela karena mengantuk dan tertidur akhirnya jatuh dan meninggal. Kata “tertidur” disini adalah menunjukkan sebuah kondisi rohani yang tidak berjaga-jaga.

Sambut dan responi panggilan Tuhan dalam hidup kita, sekalipun kondisi keadaan kita sepertinya dalam keadaan penuh masalah, mungkin kita dalam keadaan kecewa, sakit hati penuh masalah dan tekanan dalam hidup sekalipun sudah mengikut Tuhan, mungkin kondisi kita tersesat oleh karena kesalahan diri sendiri dan mungkin keadaan rohani kita tertidur, karena tidak berjaga-jaga sehingga mengakibatkan rohani kita mati. Ketika kita percaya maka pengurapan Tuhan akan memampukan kita untuk bangkit dan keluar dari masa masa sulit dan siap untuk membawa api roh kudus dan menyambut penuaian jiwa-jiwa bagi kemuliaanNya. Ijinkan panggilan itu bekerja dalam hidup kita, karena ketika mendapat pengurapan Tuhan maka kita akan menjadi alat kemuliaan bagi Tuhan di akhir zaman yaitu penuaian bagi jiwa-jiwa.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"