• Ps. Ade Surya
  • 19 Agustus 2018
  • 2PM - Pk. 14:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

FREEDOM IN CHRIST (KEMERDEKAAN DI DALAM KRISTUS)

"Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka" (Yoh. 8:36). Anak dalam ayat tersebut adalah Tuhan Yesus Kristus. Benar-benar merdeka artinya bukan palsu atau semu atau sepintas lalu, melainkan benar-benar merdeka. Kemerdekaan yang telah Dia kerjakan bagi kita adalah kemerdekaan yang utuh, total, mutlak, dan tidak bisa dibantah oleh apa pun!

"Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan" (Gal. 5:1). Dalam Kristus, kita sudah merdeka. Karena Dia telah memerdekakan kita, sekarang berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. Bapa pun merindukan itu.

Tujuan Tuhan memerdekakan hidup kita, harapan-Nya yang pertama adalah supaya kita berdiri teguh atas berbagai macam hal (pencobaan, ujian, persoalan, tekanan dan goncangan yang kita hadapi). Tuhan tidak mau kita terkapar dan terkalahan. Kadang kita tidak punya harapan atas hidup kita sendiri. Kadang kita pun tidak punya harapan yang sama dengan apa harapan Tuhan bagi kita. Tuhan punya harapan yang besar buat hidup kita, tidak peduli bagaimana latar belakang kita. Apa pun kondisi kita hari ini, Dia ingin kita berdiri teguh. Apa yang membuat kita bisa berdiri teguh, kokoh, dan dengan kuat:

• KEBENARAN. "Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu" (Yoh. 8:32). Orang-orang yang melakukan kebenaran, apa pun persoalannya, dia akan tetap berdiri teguh. Hidup manusia, caranya mengambil keputusan dan menilai diri biasanya dipengaruhi tiga hal: asumsi (pemikiran atau perkiraan diri sendiri dan orang lain), pengetahuan (fakta-fakta, di mana kekuatan diri kita), kebenaran (berbicara juga tentang panggilan hidup atau calling, dan biasanya Tuhan memanggil orang-orang di sisi mana mereka lemah, sebab kuasa-Nya akan menjadi nyata). Pakailah cara yang nomor tiga tersebut, yaitu kebenaran. Kiranya hidupmu diarahkan (di-direct) oleh kebenaran. Musa tidak pandai bicara, tapi dia dipakai Tuhan. Gideon adalah seorang penakut, tapi dia pun dinyatakan pahlawan yang gagah berani oleh malaikat Tuhan. Jika kita hidup oleh kebenaran, tak peduli apa kata orang lain, kita akan berdiri teguh. Kebenaran itu yang membuat kita kuat.

• MENGETAHUI IDENTITAS KITA. Setelah pengorbanan Tuhan Yesus di atas kayu salib, identitas kita ada di dalam Dia, dan Dia menjadi yang paling sulung di antara banyak saudara (Rm. 8:29). Sering kali kita merasa sangat tertuduh dan merasa bersalah setelah melakukan dosa karena sudah ada benih ilahi di dalam kita. Tiap kali kita melanggar firman Tuhan, pasti ada sesuatu yang tidak enak kita rasa dalam hati kita. "Kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita" (1 Kor. 1:2). Identitas kita adalah orang-orang kudus & buatan tangan Tuhan! "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya" (Ef. 2:10). Kita sering jungkir balik dalam dosa karena kita tidak sadar bahwa kita orang kudus. "Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus" (Rm. 5:17). Kita ini orang-orang yang dibenarkan. Kita adalah pribadi yang telah diterima sepenuhnya oleh Tuhan (Ef. 5:1-8). Bapa sayang kita. Kasih-Nya sudah diserahkan semuanya untuk kita.

Harapan yang kedua dari Tuhan bagi kita adalah supaya kita tidak lagi dikenakan kuk perhambaan. Ada 3 jenis kuk perhambaan:

1. PERHAMBAAN DARI DOSA. Bagaimana cara mengalahkan dosa? Kejar, temukan, dan lakukan apa yang menjadi kehendak Allah bagimu. Banyak orang terpenjara tidak mau melakukan kehendak Tuhan karena merasa belum suci hidupnya. Salah satu kehendak-Nya adalah memuridkan orang lain.

2. IKATAN KEINGINAN DUNIAWI. Dunia ini menyodorkan keinginan yang bermacam-macam sehingga hampir semua orang cukup dengan merasa puas.

3. KEHIDUPAN YANG AGAMAWI. Agamawi adalah apa yang kita rasa kita lakukan untuk Tuhan, tapi hati kita tidak melakukannya untuk Tuhan, itulah namanya agamawi.

Kalau Tuhan memberi sesuatu untuk kita, Dia mau kita mempertanggungjawabkan. Kalau Dia memberi kita kemerdekaan, Dia mau kita bertanggung jawab pada kemerdekaan itu. Apa tanggung jawab kita? Melayani sesama & hidup sebagai hamba Allah. "Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih" (Gal. 5:13). Kebebasan tanpa aturan akan menciptakan keliaran. Dia mau hidupmu merdeka dan teratur.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"