• Pdp. Marcos Tampubolon, SE
  • 26 Agustus 2018
  • 2PM - Pk. 14:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

MERDEKA DARI KETERIKATAN

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.(Gal. 5:1)

Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."(Yoh. 8:36)

Kita harus tahu bahwa tidak ada kemerdekaan diluar Kristus. Tidak ada hal yang dapat mengikat kita ketika kita merdeka. Kemerdekaan berarti Tuhan hadir dan berada dalam hidup kita. Ketika kita memiliki kemerdekaan dalam Kristus, kita memiliki free will dan kita harus menggunakannya untuk memuliakan nama-Nya.

Ada tiga keterikatan yang dimiliki manusia :

1. Ikatan dalam dosa

Kita belum sungguh-sungguh merdeka apabila kita masih terikat dalam dosa. Orang yang sering menutup-nutupi dosa dan tidak mau bertobat kebanyakan daya tahan tubuhnya rendah. Dosa tidak pernah membawa kita kepada kemerdekaan. Dosa menghambat potensi kita sehingga kita tidak bisa melakukan apa-apa. Kita sudah merdeka dari dosa, namun kita harus selalu menutup kesempatan dan celah sekecil apapun untuk berbuat dosa karena dosa mengikat, membelenggu, dan menghancurkan. Pakai iman kita untuk fokus kepada Tuhan agar kita dapat lepas dari keterikatan dosa.

2. Ikatan dalam agama

Agama adalah satu upaya manusia untuk menggapai Tuhan. Agama juga adalah upaya untuk membereskan dosa-dosa mereka. Tujuan Tuhan turun dari surga adalah memperbaiki hubungan manusia dengan-Nya. Adalah baik untuk membaca dan meneliti Firman Tuhan, namun pastikan kita bertemu juga dengan pribadi Tuhan. Keselamatan tidak ada dalam agama, namun hanya ada dalam satu nama yaitu Yesus. Orang yang beragama hanya mengikuti aturan-aturan supaya dilihat orang lain, namun orang yang bertuhan memiliki refleksi Yesus dalam diri mereka. Negara Indonesia berdasarkan Pancasila yang sila pertamanya adalah ketuhanan yang maha esa, bukan keagamaan.

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:(1 Ptr. 2:9)

Kita harus sadar akan identitas kita agar tindakan kita benar karena kita dibenarkan terlebih dahulu oleh Yesus.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."(Mat. 11:28-30)

Kuk adalah aturan-aturan agama. Pada waktu itu orang Yahudi merasa tertekan karena aturan agama tersebut. Yesus datang menawarkan kuk yang ringan. Perintah yang diberikan tanpa Tuhan akan kita tanggung sendiri. Yang kita perlu dalam kehidupan adalah ketaatan. Lepaskan diri kita dari rutinitas agama, namun jadikanlah hal tersebut menjadi kerinduan

3. Ikatan dalam keakuan/ egosentris

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."(Kej. 1:26)

Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!(Yes. 14:13-14)

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.(Yoh. 3:16)

Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.(Yak. 3:16)

Dunia sedang mengarahkan segala sesuatu kepada “aku”. Hati-hati kalau kita selalu berpikir tentang “aku”. Ketika kita diberkati, kita harus ingat akan orang lain dan menjadi saluran berkat.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"