• Pdm. Robertus Purwadi, S.Pd. SE
  • 09 September 2018
  • Ibadah Raya II, III & V - Pk. 09:00, 11:15 & 16:30 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

PENYEMBAHAN YANG MENGHASILKAN MUKJIZAT

Ada satu hal atau kegiatan yang kita lakukan di dunia ini, yang nantinya pun akan kita lakukan di surga, yaitu menyembah Allah. Puji Tuhan karena kita kini pun berada di gereja GBI PRJ (CK7) yang mengajarkan penyembahan yang benar.

Penyembahan selama ini mungkin kita pikir hanya lewat musik yang lembut, tetapi setiap kali jantung kita berdetak apabila terkoneksi dengan Tuhan (ke manapun kita melangkah, apa pun yang kita perbuat), itulah sebenarnya penyembahan yang sejati kepada Allah. Allah kita bukanlah Allah yang egosentris atau selalu memaksa disembah atau tujuannya satu arah. Tetapi, di dalam penyembahan kita kepada-Nya, itu adalah dua arah, yaitu Allah menyertakan bagian berupa berkat-Nya juga bagi kita, salah satunya adalah mukjizat.

Bagaimana agar penyembahan kita menghasilkan mukjizat? Karena selama ini mungkin kita mengenal bahwa menerima mukjizat hanya melalui doa, tetapi penyembahan kita pun bisa menghasilkan mukjizat! Di dalam penyembahan yang benar ada berkat bagi kita. Mukjizat tidak akan terjadi apabila kita berada dalam posisi sebagai penyembah-penyembah yang tidak benar. Jadi, kita harus menyembah Tuhan dengan benar dalam roh dan kebenaran.

1. Penyembahan yang menghasilkan mukjizat adalah penyembahan yang berdasarkan iman kepada Tuhan Yesus. "Ia berkata kepada mereka: 'Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu'" (MAT. 17:20).

2. Contoh penyembahan tiga tokoh dalam Alkitab berdasarkan iman kepada Yesus:

a. Perempuan yang pendarahan 12 tahun. "Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya: 'Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh'" (MAT. 9:20-21). "Maka kata-Nya kepada perempuan itu: 'Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat'" (LUK. 8:48)! Wanita ini disembuhkan bukan karena jubah Yesus berkuasa, namun karena ia beriman kepada pribadi Yesus. Mukjizat terjadi karena iman yang dipraktikkan dalam penyembahan kepada Allah.

b. Perwira Kapernaum. "'Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.' Yesus berkata kepadanya: 'Aku akan datang menyembuhkannya.' Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: 'Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh'" (MAT. 8:6-8). "Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel" (MAT. 8:10). Perwira ini memiliki iman yang besar, sebab ia yakin Yesus tidak perlu hadir secara fisik untuk melakukan mukjizat-Nya.

c. Perempuan Kanaan (Siro-Finisia). "Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: 'Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.' Tetapi Yesus menjawab: 'Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.' Kata perempuan itu: 'Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya'" (MAT. 15:22, 26-27). "Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: 'Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.' Dan seketika itu juga anaknya sembuh" (MAT. 15:28). Walaupun perempuan Kanaan ini bukan golongan orang percaya, namun karena dia memadukan iman dengan rendah hati, dan tidak putus asa, maka menghasilkan mukjizat & memperoleh perkenanan Tuhan Yesus.

3. "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati" (YAK. 2:26). Iman & perbuatan menghasilkan: mukjizat, kuasa, dan perkenanan Tuhan.

Penyembahan adalah kegiatan kekal di hadapan Tuhan di surga nanti. Ketahuilah siapa yang Anda sembah. Dan menyembahlah dengan benar dalam roh dan kebenaran.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"