• Pdt. Rubin Ong
  • 23 September 2018
  • 2PM - Pk. 14:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

MERDEKA DARI IDENTITAS DAN KEPASIFAN (SERI KHOTBAH FREEDOM IN CHRIST)

Selama dua bulan ibadah 2PM membahas tentang tema Freedom in Christ, pasti banyak pembahasan yang berbeda. Namun hanya ada satu yang pasti, yaitu tidak ada sesuatu yang memerdekakan kita selain pribadi Kristus. Kereta bisa berjalan dengan cepat karena berjalan diatas rel. Begitu juga dengan kehidupan kita. Kita harus selalu berada dalam rel-nya Tuhan. Kemerdekaan bukan berbicara tentang hak kita, namun kewajiban kita kepada Tuhan. Sadar akan Tuhan jangan hanya di dalam ibadah saja, namun juga dalam kehidupan.

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.(Gal. 5:1) 

Beberapa prinsip tentang kemerdekaan dalam Kristus

1. Merdeka dari identitas .

Orang yang tidak memiliki identitas pasti akan bingung. Kebingungan akan membuat orang gampang dikalahkan dalam segala hal. Identitas kita bukan dari apa kata orang. Namun identitas kita harus lahir dari Tuhan sendiri. Cara memiliki hubungan yang natural dengan Tuhan adalah dengan selalu berkomunikasi dengan-Nya. 

Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia,(1 Ptr. 1:1)

Dari ayat ini, Petrus mengatakan bahwa kita ini adalah para pendatang atau musafir. Orang yang sadar akan siapa dirinya hidupnya pasti akan merdeka. Tujuan hidup kita bukan barang, fasilitas, kedudukan, bahkan pelayanan. Hal-hal tersebut mungkin akan menjadi berhala kalau kita kejar terus-menerus. Kehidupan di dunia ini hanya tempat transit kita. Jangan mengejar hal duniawi, namun kejarlah tujuan kita yaitu Tuhan Yesus.

Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu. Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah. Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.(Ibr. 11:8-11)

Abraham sangat mendengar dan taat pada apa yang dikatakan Allah, karena dia orang yang sudah dimerdekakan oleh Allah dan mencintai-Nya. Abraham mempunyai harapan karena dia mengenal Allah.

2. Merdeka dari kepasifan .

Jangan jadi orang yang masa bodo, apatis dan cuek. Orang pada zaman ini lebih takut kepada alam, krisis finansial, penyakit. Mereka tidak takut dengan yang namanya kepasifan. Orang yang tidak merdeka susah untuk berkorban dan melayani sesamanya. Jangan terpaksa untuk melakukan segala sesuatu. Lawan dari kepasifan adalah inisiatif. Inisiatif muncul dari orang yang lahir dari kemerdekaan. Mereka percaya segala sesuatu adalah mungkin karena mereka memiliki Tuhan yang berinisiatif. Orang yang berinisiatif selalu memberkati orang karena mereka sudah dimerdekakan.

Inilah nama para pahlawan yang mengiringi Daud: Isybaal, orang Hakhmoni, kepala triwira; ia mengayunkan tombaknya melawan delapan ratus orang yang tertikam mati dalam satu pertempuran. Pada waktu itu Daud ada di dalam kubu gunung dan pasukan pendudukan orang Filistin pada waktu itu ada di Betlehem. Lalu timbullah keinginan pada Daud, dan ia berkata: "Sekiranya ada orang yang memberi aku minum air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang!" Lalu ketiga pahlawan itu menerobos perkemahan orang Filistin, mereka menimba air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang, mengangkatnya dan membawanya kepada Daud. Tetapi Daud tidak mau meminumnya, melainkan mempersembahkannya sebagai korban curahan kepada TUHAN (2 Sam. 23:8,14-16)

Jangan menjadi warga negara yang memiliki mental ngontrak (tidak peduli). Narkoba, korupsi sedang menguasai negara kita. Warga negara yang sadar kalau sedang terjadi masalah dalam bangsanya akan memiliki inisiatif yang kreatif bagi bangsanya. Para Triwira Daud memiliki inisiatif karena mereka tahu Daud menyembah kepada Tuhan.

Ingatlah identitas kita bahwa kita adalah milik kepunyaan Tuhan. Dan milikilah inisiatif dan kreatifitas yang berasal dari Tuhan.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"