• Pdt. Rubin Ong
  • 30 September 2018
  • Ibadah Raya III - Pk. 11:15 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Iman Yang Benar

Memuji Tuhan itu keharusan tetapi kalau ada seseorang yang dipuji Tuhan itu luar biasa. Ada dua orang yang tercatat di dalam Alkitab yang dipuji oleh Tuhan yaitu, Wanita yang anaknya kerasukan setan dan ia minta Tolong dan Tuhan berkata besar Imanmu. Kedua, ada seorang Perwira Romawi imannya dipuji oleh Tuhan. Orang Kristen tidak perlu pamer karena Tuhan sendiri yang akan memamerkan kita yaitu melalui iman kita. Iman memiliki dua sisi, yaitu Kita percaya kepada Tuhan, dan kedua Tuhan mempercayai kita! misalnya kesetiaan, karakter kita bisa dipercaya. 

1. IMANNYA DIPUJI OLEH TUHAN. 

Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya. (Luk. 7:2-3)

Pertama orang ini datang kepada Yesus fokusnya bukan kepada dirinya tetapi kepada orang lain. Orang Roma itu sombong apa apalagi Roma sebagai nergara penjajah. Tetapi perwiran ini berbeda, ia memiliki budak dan budaknya sakit. Budak pada masa dulu, itu dianggap tidak berharga, dan dianggap barang dan tuannya berhak untuk melakukan apa saja kepda budak tersebut. Perwira ini datang bukan untuk kepentinganya dan ia datang kepada sebuah bangsa yang sedang dijajah yaitu Yesus. Perwira ini datang kepada Tuhan Yesus, beresiko karena ia akan dipermalukan oleh orang yang sedang dijajah. Perwira ini sedang menghancurkan sebuah penyembahan yang terkuat yaitu “AKU” atau ego. Orang datang kepada Tuhan mengharapkan untuk mencari sesuatu datang ke gereja mengharapkan tempat nyaman, memakai AC dan musik bagus. Kisah yang dicatat dalam Alkitab adalahd LUCIFER, malaikat Tuhan karena ia ingin meninggikan dirinya dan menyamai Tuhan dan akhirnya disingkirkan dari hadirat Tuhan, “Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! (Yes. 14:13-14) Perwira Romawi ini sedang menghancurkan spirit penyembahan yaitu dirinya sendiri. Untuk mengetahui seseorang dari spiritnya. Untuk mengalahkan diri sendiri (ego) adalah SALIB. Itu sebabnya Tuhan memuji Perwira Romawi tersebut karena dapat mementingkan kepentingan orang lain

2. IMANNYA DIBANGUN KARENA HUBUNGAN 

sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." (Luk 7:7-8)

Perwira Romawi ini, imannya bukan dibangun dari spirit agamawi atau legalistik tetapi dibangun dengan hubungan dengan Tuhan. Orang yang membangun hubungan dengan Tuhan melalui spirit agamawi atau legalistik hanya sadar di kebaktian saja bukan di kehidupan tidak akan kuat. Firman Tuhan berkata, “Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. (Yes. 48:17)

Firman Tuhan memiliki faedah dalam hidup kita, karena Suara Tuhan selalu membawa orang untuk beruntung. Oleh sebab itu jika ingin iman kita dipamerkan atau dipuji oleh Tuhan bangun hubungan kita dengan Tuhan. Amin…!


"TUHAN YESUS MEMBERKATI"