📌 Ringkasan sebelumnya : Kisah Para Rasul 20
Sebagai misionaris, apa yang Paulus lakukan? Pertama, Paulus menjelajah ke berbagai tempat. Ia melakukan pengamatan dengan saksama supaya dapat melayani jemaat yang dia kunjungi, serta menguatkan hati mereka.
Kedua, Paulus bekerja keras. Menyadari waktu yang terbatas, Paulus mengajarkan firman Tuhan hingga larut malam, bahkan sampai fajar menyingsing. Ia membuat perencanaan serta manajemen waktu dengan ketat dan efektif.
Ketiga, meski Paulus dapat dikategorikan sebagai hamba Tuhan 'senior', ia bukan seorang yang berjuang sendirian. Dalam pelayanannya, Paulus memerlukan dan menghargai dukungan orang lain. Kita membaca daftar panjang rekan pelayanan Paulus: Sopater, Aristarkhus, Sekundus, Gayus, Timotius, Tikhikus, dan Trofimus.
Keempat, Tuhan melakukan mukjizat melalui pelayanan Paulus: ia membangkitkan orang mati. Paulus bukan hanya pandai mendiskusikan firman Tuhan. Kuasa Tuhan juga bekerja nyata di dalam hidup dan pelayanannya. Meski demikian, sebagai misionaris, Paulus tidak menempatkan mukjizat sebagai prioritas di dalam pelayanannya. Maka setelah peristiwa kematian Eutikhus menginterupsi pengajarannya, Paulus segera kembali mengajarkan firman Tuhan sampai fajar menyingsing.
Mukjizat memang bukan dasar iman yang teguh. Iman yang didasarkan pada mukjizat akan mudah goyah. Maka tidak seharusnya kita mendasarkan iman hanya pada apa yang dapat kita lihat atau alami! Jangan pula kita mengajak orang lain untuk beriman pada Kristus hanya karena ia melihat atau mengalami mukjizat. Bila mukjizat menjadi awal perjumpaan dengan Kristus, teguhkanlah di atas firman Tuhan, kebenaran yang abadi.
📖 Pengantar Kisah Para Rasul 21
Setiap orang diberikan Tuhan waktu yang sama yaitu 24 jam. Namun, apakah semua orang memanfaatkan waktu yang berharga itu sebagai kesempatan untuk melakukan hal yang bermanfaat?
Rasul Paulus menyadari pentingnya waktu. Maka setelah perpisahan yang berat dengan para penatua di Efesus, Paulus dan rekan-rekannya segera melanjutkan perjalanan mereka.