📌 Ringkasan sebelumnya : Kisah Para Rasul 12
Bagaimana menghayati pekerjaan Roh Kudus lewat pe-ristiwa yang tragis, tetapi sekaligus berjaya? Tragis karena ada martir kedua. Kali ini seorang rasul, yaitu Yakobus, saudara Yohanes yang Tuhan izinkan dibunuh oleh karena Injil. Berjaya karena iman Kristen, tidak jadi mundur atau putus asa.Â
Pertama, Roh Kudus bekerja dan menyatakan kuasa-Nya melalui doa-doa umat Tuhan yang dipanjatkan tak putus. Nyata sekali, saat Petrus mendapatkan pembebasannya secara spektakuler, doa-doa umat sedang dipanjatkan. Memang, baik Petrus maupun jemaat yang berdoa tidak dengan segera menyadari karya Roh Kudus itu.
Kedua, Roh Kudus berkarya dengan membuat kacau rencana musuh. Bagi Herodes, tindakan membunuh Petrus akan menambah pesona dirinya yang telah dianggap simpati kepada orang-orang Yahudi di Yerusalem. Maka kegagalan untuk menghadapkan Petrus di tengah orang Yahudi merupakan pukulan buat popularitasnya. Tidak heran kalau Herodes mengamuk dan membunuh anak buahnya. Orang-orang Yahudi mengharapkan lewat habisnya para pemimpin Kristen, punahlah juga gerakan kekristenan yang bagi mereka merupakan duri di dalam daging. Oleh pekerjaan Roh Kudus tersebut, "segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi" itu tidak tercapai.
Tuhan dapat memakai penderitaan untuk mencapai maksud-Nya. Umat Tuhan harus yakin, bahwa tidak ada yang dapat membelenggu pekerjaan-Nya. Ia bisa memakai penderitaan untuk menguatkan umat bertekun sehati dalam doa. Ia bisa mengubah penderitaan menjadi kemenangan. Sebaliknya musuh-musuh umat Tuhan akan gigit jari karena kekristenan bukan semakin pudar malah semakin bernyala menyaksikan Kristus yang tak terkalahkan!
📖 Pengantar Kisah Para Rasul 13
Amanat Agung Kristus untuk memberitakan Injil adalah amanat bagi murid Kristus. Harus diakui, tidak mudah melaksanakan amanat tersebut. Banyak tantangan dan rintangan yang menghadang, karena itu Roh Kudus memberi semangat, kuasa, keberanian dan petunjuk sehingga para murid mampu melaksanakannya. Pengutusan Barnabas dan Saulus merupakan awal gerakan akbar pekabaran Injil "sampai ke ujung bumi".