Ada arsitektur kehidupan rohani dari stagnasi menuju terobosan. Terobosan rohani bukanlah kebetulan, melainkan sebuah perjalanan kemajuan yang bertahap.
Ketiga doa alkitabiah ini tepat sesuai dengan tiga dimensi pertumbuhan dalam kehidupan:
1. Mengakar ke dalam (Inward)
Bangun identitas dan kepercayaan yang tak tergoyahkan.
2. Meluas ke luar (Outward)
Berdasar atas rasa aman, perluas hidup dan pengaruh dengan berani.
3. Berharap ke Atas (Upward)
Pada batas perluasan, memohon naungan kuasa ilahi.
• Bagian Pertama: Mengakar ke dalam
Doa Hizkia
2 Raja-raja 20:3
"Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.
Cermin asli yang mahal itu telah pecah, kemudian menangislah Hizkia dengan sangat. Terobosan yang sesungguhnya, sering kali dimulai dari keterbukaan kita di hadapan Allah, tanpa menyembunyikan apa pun.
Memohon kepada TUHAN: “Ingatlah kiranya,” dibangun berdasar atas dua pilar rohani:
• Tuhan adalah Allah yang pengasih dan setia pada Perjanjian
Yohanes 13:1
Demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.
Inisiatif Allah: Perjanjian Kasih yang tidak pernah menyerah.
• Kami memilih untuk percaya pada Allah
Ibrani 11:6
Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
Respons manusia: Di tengah situasi sulit, tetap memilih untuk percaya bahwa Allah ada dan memberi upah.
Ketika Perjanjian Tuhan dan kepercayaan manusia bertemu, terciptalah batu landasan untuk menerobos keadaan:
Perjanjian Tuhan = Damai sejahtera yang tak tergoncangkan.
2 Raja-raja 18:7
Maka TUHAN menyertai dia; ke manapun juga ia pergi berperang, ia beruntung. Ia memberontak kepada raja Asyur dan tidak lagi takluk kepadanya.
Karena penyertaan inilah, kita memperoleh kepercayaan diri dan keberanian untuk menolak kompromi (tidak lagi takluk kepada raja Asyur).
• Bagian Kedua : Meluas ke luar
Doa Yabes
1 Tawarikh 4:10
Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!" Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.
Perluasan sesungguhnya adalah pertumbuhan dua arah secara paralel:
- Perluas area kehidupan
Peningkatan pada bejana di dalam diri. Tanpa kekuatan hidup yang cukup, takkan mampu menampung berkat yang lebih besar.
- Perluas area hubungan interpersonal
Pancaran dampak eksternal. Dengan kehadiran ilahi, masuki dan ubah dunia secara lebih luas.
• Bagian Ketiga: Berharap ke atas
Doa Elisa
2 Raja-raja 2:9-10
Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: "Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu." Jawab Elisa: "Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu." Berkatalah Elia: "Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi."
Ketika perluasan hidup mencapai batasnya, kemampuan kita akan mengalami hambatan, pada tahap ini, kita membutuhkan urapan ganda.
2 Korintus 12:9
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
Urapan ganda tidaklah didirikan atas kekuatan manusia, melainkan mengalir saat kita sepenuhnya mengakui kelemahan diri.
Ketika keakuan manusia direduksi hingga titik terendah, maka pernaungan Kristus akan mencapai puncaknya.
Perbandingan Perubahan Dimensi:
Petition:
Hizkia: Ingatlah aku.
Yabes: Perluas daerah.
Elisa: Urapan ganda.
Focus:
Hizkia: Mengakar ke dalam.
Yabes: Meluas ke luar.
Elisa: Berharap ke atas.
Mechanism:
Hizkia: Perjanjian dan kepercayaan.
Yabes: Perluasan bersamaan ke dalam dan ke luar.
Elisa: Merangkul kelemahan.
Response:
Hizkia: Penyertaan yang teguh.
Yabes: Terkabul untuk lepas dari malapetaka.
Elisa: Kuasa pernaungan.
Siklus Ekologi Terobosan Rohani:
Ketiga doa ini membentuk siklus yang berkelanjutan:
1. Landasan kokoh
Landasan kokoh yang kuat dan dalam membawa rasa aman, sehingga kita berani memperluas daerah. Perluasan daerah membawa pada batas kemampuan manusia, mendorong kita untuk berseru memohon urapan yang kudus.
2. Perluas daerah
3. Memohon urapan
Dan setelah mengalami naungan kuasa ilahi, kepercayaan kita pada Tuhan semakin bertambah kokoh.
Saat ini, kita sedang berada di tahap siklus yang mana? Entah membutuhkan bukti yang kuat untuk berakar, keberanian untuk memperluas daerah, atau kuasa pernaungan, perubahan sering kali dimulai dengan sebuah doa yang tulus.
Tuhan Yesus Memberkati