Hari ini adalah hari kemerdekaan bangsa Indonesia dan kita merayakan kemerdekaannya yang ke 80. Namun, apakah kita sudah merdeka secara pribadi dari kutuk, dosa dan budak perhambaan.
Merdeka adalah bebas dari segala belenggu, aturan dan kekuasaan dari pihak tertentu.
Untuk merdeka ada 2 pihak, yaitu pihak yang terbelenggu dan pihak yang membelenggu. Begitu juga di dalam keluarga harus ada usaha membebaskan belenggu, mulai dari generasi di atas sampai ke generasi di bawah dan bawah lagi.
Ulangan 30 : 15 - 20
Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan, karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya. Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya, maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya. Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini : kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.
Agar diberkati Tuhan kita harus mengasihi Tuhan dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya. (Ayat 16). Pilihan kita akan menentukan warisan bagi keturunan anak cucu kita. (Ayat 19)
Amsal 13 : 22
Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya. Tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar
Hidup takut akan Tuhan dan memegang perintah Tuhan lebih penting daripada harta kekayaan yang diwariskan.
Matius 6 : 19 - 20
Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
Warisan yang penting diberikan kepada anak cucu kita adalah harta surgawi yaitu family tree.
Family Tree adalah asal usul keluarga kita, bagaimana kita menerima "warisan" dari orangtua atau nenek moyang kita.
Ada 2 warisan :
- Warisan nama keluarga
- Warisan pola keluarga
Contoh pola keluarga di dalam Alkitab :
• ABRAHAM
Pilih kasih : Ishak
Pergi dari Rumah : Ismael
• ISHAK
Pilih kasih : Esau
Pergi dari Rumah : Yakub
• YAKUB
Pilih kasih : Yusuf
Pergi dari Rumah : Yusuf
Tanpa kita sadari pola keluarga (kutuk) akan menurun l, oleh karena itu haruis dipatahkan.
Keluaran 34 : 7
Yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.
Kutuk turunan itu juga pilihan dan harus dipatahkan. Pola keluarga sadar tidak sadar akan diturunkan, makanya yang tidak baik harus dipatahkan.
Yang di "Wariskan" oleh orang tua :
1. Fisik
2. Spritual
3. Psikologi
4. Nilai-nilai
5. Relasi
Ulangan 6 : 7
Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
Apa yang kita tabur tidak akan sia-sia.
Agar kita dapat mematahkan kutuk kita harus Accept (menerima) and Forgiveness (megampuni).
• Accept (menerima)
Kita harus menerima apa pun kondisi kita.
Mazmur 139 : 13 - 14
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
• Forgiveness (memgampuni)
Lepaskan pengampunan karena tidak ada yang sempurna. Maka ketika pengampunan dilepaskan maka kutuk akan dipatahkan.
3 Yohanes 1 : 4
Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.
Kemerdekaan di dalam keluarga yang berharga adalah semua keluarga hidup di dalam Tuhan. Bagian kita untuk mengambil pilihan yang disediakan-Nya dan menjalankannya.
Tuhan Yesus Memberkati