Hari ini kita mau melihat berbagai cara kerja dosa dalam hidup kita :
1. Seolah-olah memahami keadaan kita
Secara umum, masalah yang merundung kehidupan kita dapat digolongkan menjadi 3, yaitu kesehatan, keluarga (hubungan kita dengan sesama), dan keuangan (sistem dunia).
2. Seperti memberikan solusi atas permasalahan kehidupan
Solusi yang diberikan dosa atau sistem dunia hanyalah solusi semu dan terkadang menimbulkan masalah lainnya serta biasanya memiliki harga mahal yang harus kita bayar
3. Dosa membuat kita mempertanyakan kebenaran
Pada akhirnya, kita dibuatnya bertanya-tanya apakah sesuatu yang sebenarnya dosa itu, benar-benar dosa atau tidak. Contohnya yang relevan jaman sekarang, kita dibuatnya bertanya apakah LGBTQ, kehidupan malam, atau pergaulan bebas itu dosa dan perlahan-lahan kita akhirnya tidak menganggap itu dosa lagi.
Melihat cara kerja dosa diatas, kita mau menggali lebih dalam Kitab Kejadian untuk mengetahui identitas kita sebagai anak Tuhan dan bagaimana sebenarnya Tuhan menciptakan kita pada awal mulanya.
Kejadian 1 : 26 – 28
Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
Kejadian 2 : 15 – 18
TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
Dari Firman Tuhan diatas, kita mau belajar 3 hal :
1. Dominion
Kejadian 1 : 26
Berfirmanlah Allah:... supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi.
Dominion disini berarti untuk berkuasa, mengontrol, mendominasi. Relasi ini bersifat Top-Bottom. Kita diciptakan untuk mengusahakan bumi ini.
Karakter dari Dominion adalah :
a. Rupa Tuhan X Rupa Dunia
Kejadian 1 : 26
Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita.
Rupa Tuhan yang seharusnya kita hidupi adalah menghasilkan Buah-Buah Roh dan jauh dari dosa. Karena Rupa Dunia adalah dosa.
b. Etik Bekerja
Kejadian 2 : 15
TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.
Sebagai pribadi yang pertama kali diberi nafas kehidupan dan ditempatkan di taman Eden untuk mengusahakannnya, hakikat pria adalah untuk bekerja. Pria yang sehat jasmani dan rohani harus bekerja.
Kejadian 2 : 20
Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.
Ayat ini menunjukkan bahwa pria membutuhkan wanita dalam bekerja. Dia membutuhkan penolong. Bekerja bagi wanita disini bukan berarti harus bekerja diluar, membantu di rumah pun adalah pekerjaan Tuhan. Pria adalah sebagai tanggung jawab yang utama untuk bekerja.
Kejadian 3 : 17 – 19
Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."
Ayat ini menegaskan bahwa kita sebagai pria tidak boleh bermalas-malasan tetapi harus bekerja sesuai hakikatnya.
2. Pasangan
Kejadian 1 : 27
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Kejadian 2 : 21 – 23
Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."
Dari ayat-ayat ini, kita dapat melihat bahwa Tuhan menciptakan kita sebagai laki-laki dan perempuan dan secara otomatis menyatakan bahwa LGBTQ adalah dosa. Kita harus membenci dosanya bukan pribadi yang mempraktekkan LGBTQ. Kita perlu membawa mereka ke Kristus dan membuat mereka menyadari bahwa LGBTQ adalah dosa.
Melihat keadaan dimana LGBTQ mulai dianggap sebagai sesuatu yang lumrah, kita perlu sadari bahwa kita mempunyai tugas untuk melindungi keluarga kita dari pandangan bahwa LGBTQ adalah hal yang benar dan bukan dosa serta menanamkan pengertian yang benar di dalam keluarga kita.
Berpasangan berarti kita memiliki relasi yang dua arah.
Karakter dari berpasangan adalah:
a. Pandangan Firman Tuhan dalam berpasangan/pernikahan
Kejadian 1 : 27 (mengenai LGBTQ), Matius 19 : 6 (mengenai perceraian), Efesus 5 : 22 - 33 (mengenai kehidupan berumah tangga (posisi)).
b. Beranak cucu dan bertambah banyak
Dalam proses menjadi serupa dengan gambaran Kristus, jikalau Tuhan mengizinkan kita untuk berkeluarga, kita harus mendoakan dan mengusahakan agar kita dikaruniai anak. Memilih untuk tidak mempunyai keturunan padahal kita mampu tidaklah sesuai dengan Firman Tuhan.
Jikalau tidak dikaruniai keturunan, kita tetap dapat mempunyai banyak anak rohani karena sesuai Firman Tuhan dalam Matius 18 : 19 – 20 dimana kita diperintah untuk memuridkan orang lain.
3. Obedience
Dari kisah di kejadian 2 ayat 15, kita dapat belajar bahwa ketaatan adalah berserah atau tunduk kepada otoritas yang lebih tinggi.
Arah relasi ini adalah Bottom Up.
Untuk dapat taat kita harus tahu trik dari iblis.
Karakter dari ketaatan adalah :
a. Iblis tidak suka kita taat sehingga kita perlu mengetahui tipu daya iblis (membuat kita bingung, berseteru dan membangkang terhadap Firman Tuhan).
b. Kejadian 2 : 15 – 17 menggambarkan bahwa dalam ketaatan perlu adanya pengertian yang benar, tanggung jawab dan rasa ingin tahu yang terbatas.
Seperti Adam ditempatkan di taman eden agar dia mengerti tugas untuk mengusahakan taman eden, kita juga perlu memiliki pengertian yang benar akan identitas diri kita yang sebenarnya. Kita juga perlu menggunakan kehendak bebas yang diberikan Tuhan dengan tanggung jawab dan rasa ingin tahu yang terbatas.
Pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat adalah bicara tentang ketaatan kita kepada Tuhan. Di dalam hidup ini, kita harus melihat apa larangan yang sudah ditetapkan Tuhan di hidup kita dan juga apa tuntunan yang telah disediakan Tuhan dan hidup setia taat kepadaNya.
Tuhan menciptakan kita sesuai gambarnya, jangan ada toleransi terhadap dosa, karena Tuhan menciptakan kita baik adanya, temukan pasangan yang sepadan dalam hidup ini dan bentuklah keluarga sesuai dengan ketaatan terhadap Tuhan. ~ Pdp. Hartono
Tuhan Yesus Memberkati