GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

MASA PENANTIAN - Pdp. Tirza Juliana - Online 01 Juni ‘25

01 Juni 2025, Pk. 07:00 WIB

Dalam hidup, pasti ada yang namanya musim-musim, ada musim kemarau, musim hujan, dan lainnya. Begitu juga, dengan perjalanan kehidupan kerohanian kita. Ada waktu yang disebut masa penantian, dan sadarkah kita bahwa sekarang ini kita sedang berada di masa musim penantian ? Kita menantikan masa pencurahan Roh Kudus, bahkan menanti-nantikan kedatangan Tuhan Yesus untuk yang kedua kalinya. 

Dan mungkin di masa-masa penantian itu tidaklah mudah ataupun menyenangkan.

Banyak kita merasa lelah, kesal, atau kecewa, dan bersungut-sungut saat menunggu sesuatu, apalagi yang tidak kita tahu kapan yang kita nantikan itu datang ataupun sungguh terjadi. Namun, janganlah seperti itu. Waktunya pasti akan tiba, terlebih untuk segala sesuatu yang Tuhan janjikan. Tetapi Ia mau supaya kita sabar menanti, sampai pada saatnya Ia memberikan tepat, dan indah pada waktunya. 

Kisah Para Rasul 1 : 2 – 4
Sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang -- demikian kata-Nya -- "telah kamu dengar dari pada-Ku.”

Kita akan sama-sama belajar bagaimana caranya bersikap selama musim penantian. 

•    Tidak meninggalkan tempat di mana Tuhan telah tetapkan dalam kehidupan kita (ayat 4)
Sering kali mungkin kita lari dari tempat ataupun panggilan yang telah Tuhan tetapkan dalam hidup kita. Tuhan Yesus pernah melarang murid-murid-Nya meninggalkan Yerusalem, melainkan tetap di situ. Begitu juga halnya, apa pun kondisi kita, jangan pernah meninggalkan panggilan Tuhan. Lari dari masalah bukanlah solusi yang terbaik. Di masa penantian, tetaplah tinggal tenang, supaya kita bisa berdoa, dan mendapatkan jawaban-jawaban, mujizat dari Tuhan. 

Para murid juga menantikan penggenapan janji Bapa, yaitu mencurahkan Roh Kudus, Penolong, Penghibur, dan Penasihat yang ajaib. Di masa-masa penantian ini, kita juga bukan cuman menantikan hal-hal yang kosong, melainkan ada satu penggenapan janji besar setelah masa penantian itu berakhir. Apa pun yang kita alami, saat di masa penantian, jangan pernah lari dari panggilan Tuhan. “Yerusalem” adalah rumah kita, tempat di mana kita bertumbuh, dan diproses. Sabarlah menunggu, bukan selalu mengambil keputusan sendiri. Jadi, di masa penantian ini, apa pun yang terjadi, jangan pernah tinggalkan panggilan dari Tuhan. 


•    Menjadi saksi Kristus

Kisah Para Rasul 1 : 8 
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Tidak mungkin kita menjadi saksi Kristus apabila kita tidak mengalami Kristus, mengalami Dia, kasih, kebaikan, dan pertolongan-Nya dalam kehidupan nyata kita. Sebagai saksi, itu juga harus disertai sikap serta perbuatan hidup kita. Bisa saja berkata-kata dengan sangat luar biasa, indah, dan manis luar biasa, namun apakah kehidupan kita sudah mencerminkan Kristus ?

Kita juga tidak mampu menjadi saksi Kristus tanpa menerima kuasa dari Roh Kudus. 

Kalau tidak ada dua unsur tersebut dalam kesaksian kita, maka mungkin kesaksian kita menjadi kesaksian yang kosong. Dan apakah kita sudah menjadi saksi di “Yerusalem” kita terlebih dulu ? Dalam keluarga, untuk suami, istri, anak-anak, orangtua, bahkan ART kita ? Bohong besar kalau kita saksi yang di luar biasa di luar, tetapi di dalam rumah tangga atau keluarga sendiri belum menjadi saksi, malah menjadi batu sandungan. Apakah justru kehidupan kita bertolak belakang dengan apa yang kita, dan firman Tuhan katakan ? 

Jika sudah bisa menjadi saksi di “Yerusalem”, baru setelah itu ke Yudea, yaitu teman-teman seiman, Samaria yaitu teman-teman yang di luar komunitas kita, dan bahkan sampai ke ujung bumi. Jadi, jangan muluk-muluk jadi saksi untuk bangsa-bangsa, kalau kita belum jadi saksi di dalam keluarga kita. Karena itu, intropeksi diri kita, apakah kehidupan kita sudah berbuah, apakah karakter kita mudah untuk dibentuk, dan lebih menyerupai Kristus ? Sebab, sebagai seorang Kristen, anak Tuhan, kita tidak bisa lepas dari bersaksi atas kebaikan-kebaikan Tuhan. 

Kalau Tuhan Yesus mengizinkan murid-murid-Nya menyaksikan Dia terangkat ke surga, berarti Ia juga mau kita sebagai murid-murid-Nya bersaksi atas perbuatan-perbuatan Tuhan yang besar dan ajaib itu kepada orang-orang di sekeliling kita yang mungkin belum mengenal Dia, yang mungkin sedang dalam masa-masa kegalauan mereka. 

Mungkin juga saat ini bukanlah masa yang mudah, tetapi saat kita bersaksi untuk kebesaran Tuhan, bahwa betapa baiknya Dia, bagaimana Tuhan menolong kita, percayalah akan ada momen banyak orang akan diselamatkan, percaya, dan menyembah Tuhan kita, Yesus Kristus. Karena apa ? Karena mereka melihat ada sesuatu yang berbeda di dalam kehidupan kita. Jadi, masa penantian ini, jadilah saksi Kristus. Itu tugas kita.


•    Bertekun dan berdoa

Kisah Para Rasul 1 : 14 
Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

Di sini dikatakan, mereka semua, bukan sebagian saja, bukan murid-murid yang kesayangan, bukannya pengerja inti ataupun para pemimpin saja, tetapi mereka semua bertekun dengan sehati di dalam doa bersama-sama. Ada unity atau kesatuan hati. 

Penting juga di dalam masa penantian, kita harus tetap berjaga-jaga dalam doa dengan penuh ketekunan. Kenapa ? Karena kita bisa kuat sampai saat ini bukan karena kita hebat, tetapi oleh sebab kita punya Tuhan yang memberikan kekuatan. Kalau tidak mengandalkan Tuhan, tidak berdoa berharap minta kekuatan dari-Nya, kita akan kewalahan menghadapi masa-masa seperti sekarang yang bukan semakin mudah, melainkan makin sulit. Kita perlu kekuatan yang baru, yang cuma bisa kita peroleh dengan tekun berdoa. 

Saat kita berdoa, Tuhan akan mencurahkan berkat-Nya. Mungkin masalah tetap ada, tetapi cara pandang kita, hati, dan sikap kita pasti akan berubah dan berbeda. Karenanya, semangat untuk mencari wajah Tuhan, tetap beribadah, dan melayani Tuhan itu tidak akan pernah sia-sia, karena Dia akan memperhitungkan semuanya itu dalam kehidupan kita. Jangan sampai yang dulunya kita ‘on fire’, tetapi karena menanti sekian lama dan tidak kunjung tiba apa yang kita harapkan, lalu semangat kita menjadi kendor. Tetaplah ‘on fire’ sampai Tuhan Yesus datang untuk kedua kalinya, tetap melayani Dia, tekun mencari wajah-Nya, senantiasa berdoa sampai akhirnya semua janji Tuhan tergenapi dalam hidup kita. 

Masa penantian adalah masa di mana kesabaran dan ketekunan kita diproses. Saat kita mengikuti proses tersebut dengan baik dan benar, merespons dengan baik dan benar, dan mengetahui rencana-rencana Tuhan yang ada dalam kehidupan kita, maka tujuan ilahi pasti akan terjadi, dan kita mencapai garis finis dengan memelihara iman. 

Apa pun kondisi kita, di masa penantian apa pun, Roh Kudus akan memberi kuasa kepada kita, Roh Kudus yang menguatkan, menghibur, menasihati, menuntun, serta memampukan kita untuk menjadi saksi Kristus, dan tidak lari meninggalkan panggilan Tuhan. Ada campur tangan Tuhan dalam hidup kita. 

Tuhan Yesus Memberkati

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL