Roma 5 : 1 - 5
Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Rasul Paulus menyatakan bahwa kita hidup dalam iman kepada Yesus Kristus. Rasul Paulus yang sebelumnya meneror dan menakutkan bagi pengikut Yesus Kristus, sekarang hidup menikmati hidup dalam damai sejahtera dengan Allah, walaupun sudah melakukan banyak dosa dan kesalahan kepada Allah.
Biasanya orang yang melakukan kesalahan di masa lalu tidak akan mengalami damai sejahtera. Tetapi tidak untuk Rasul Paulus yang hidup karena iman.
Apakah iman ? Iman adalah relasi atau keterhubungan dengan sesuatu yang lebih tinggi dan kita percayai (Tuhan). Hubungan ini akan menghasilkan damai sejahtera. Iman kepada Yesus Kristus adalah buah pengalaman dari hasil sebuah pengalaman berjumpa dengan Tuhan seperti Paulus alami.
Bagaimana saat kita beriman, kita merasakan Tuhan menjauh dan kita mengalami saat-saat yang tidak mengenakkan ?
Beriman bukan berarti bebas dari pergumulan dan kesusahan. Kita selalu diajak belajar untuk menjadi percaya dan beriman. Setiap pergumulan jangan dianggap sebagai kemalangan.
Paulus tidak pernah menyesal mengikuti Yesus setelah dia mengalami penjumpaan dengan Kristus sehingga setiap perngalaman yang berat tidak menganggap sebagai kemalangan atau nasib sial.
Bahkan menganggap semua itu adalah merupakan rencana Tuhan untuk membentuk dirinya dan bermegah di dalam kesengsaraannya karena kesengsaraan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan.
Kita belajar dari Rasul Paulus untuk kuat menghadapi dan hidup beriman di dalam kehidupan kita. Kita belajar untuk selalu bersyukur baik dalam kegagalan maupun keberhasilan kita. Iman kita harus terus bertumbuh di dalam setiap pengalaman kehidupan kita, baik pengalaman buruk maupun baik.
Karena semua rancangan Tuhan tidak akan mengecewakan dan rancangan-Nya selalu indah buat kita. Jalanilah semua pergumulan dengan ketabahan karena Tuhan sedang melatih kita untuk menjadi lebih kuat walaupun tampak Tuhan kelihatannya tidak peduli.
Tuhan Yesus Memberkati