Apa yang kita perkatakan mengandung kuasa.
Amsal 18 : 21
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
Lidah dan mulut kita dapat menentukan hidup dan mati. Makanya, hati-hati kalau kita berkata-kata karena kata-kata yang kita ucapkan akan kembali kepada kita.
Perkataan yang baik akan mendatangkan ketenangan dan kebahagiaan. Perkataan yang negatif dan bersungut-sungut, maka hal yang sama negatifnya mungkin juga akan terjadi pada hidup kita.
Bilangan 14 : 27 - 28
Berapa lama lagi umat yang jahat ini akan bersungut-sungut kepada-Ku ? Segala sesuatu yang disungut-sungutkan orang Israel kepada-Ku telah Kudengar. Katakanlah kepada mereka : Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN, bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu.
Apa yang kita katakan akan didengar Tuhan. Kadang kita dihadapkan suatu situasi yang tidak enak atau pergumulan. Perkataan yang diucapkan menentukan apa yang akan terjadi. Makanya, hati-hatilah karena semua perkataan kita akan kembali kepada kita.
Beberapa contoh kuasa perkataan dalam Alkitab :
1. Allah berfirman (Kejadian 1 : 3 - 29).
Allah menciptakan bumi dan isinya dengan firman atau berkata-kata dan semuanya terjadi. Begitu juga perkataan kita karena kita anak-anak Tuhan.
2. Perkataan Yesus meneduhkan badai.
Sering kali di dalam hidup kita mengalami masalah, namun Allah dapat beserta dengan kita sehingga kita merasa tenang.
Markus 4 : 39
Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu : "Diam ! Tenanglah !" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
Kalau kita berkata kepada masalah yang sedang kita alami, maka masalah tersebut selesai, tetapi ada prosesnya. Apa yang dikatakan baik, maka akan baik, atau jika tidak baik, maka akan terjadi tidak baik. Dengan kuasa perkataan, kita menentukan masa depan dan nasib kita. Maka dari itu, hati-hatilah dalam berkata.
3. Yesus menyembuhkan hamba perwira Kapernaum dengan perkataan.
Lukas 7 : 7
Sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
Perwira Kapernaum percaya kepada perkataan Tuhan Yesus dengan iman maka cukup sepatah kata saja untuk menyembuhkan hambanya.
Dalam kita menghadapi situasi dan kondisi apa pun, kita harus memiliki sikap dan perkataan yang benar. Kita harus tenang, dan jika sudah, baru mengeluarkan perkataan.
1 Petrus 3 : 10
Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.
Jika kita mengucapkan kata-kata tipu, maka semuanya akan berbalik kepada kita.
Amsal 13 : 3
Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan.
Amsal 12 : 18
Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.
Mulut dan lidah ibarat sebuah tikaman pedang. Namun, dengan perkataan juga dapat mendatangkan kesembuhan.
Amsal 21 : 23
Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran.
Masalah selalu datang tanpa diundang, oleh karena itu hati-hati dengan perkataan kita.
Mengalami kuasa perkataan :
1. Hidup dalam doa
Bangun keintiman dengan Tuhan melalui doa dan hidup kita. Di CK7 banyak fasilitas yang disediakan seperti Doa Fajar dan Menara Doa.
2. Baca Alkitab dan perkatakan
Kalau firman Tuhan kita renungkan secara terus-menerus, maka kita akan menyatu dengan firman Tuhan dan diperkatakan. Jika sering diperkatakan, maka akan terjadi.
3. Ucapkan kata-kata iman
Katakan semua kata-kata baik dengan iman.
4. Nyanyikan puji-pujian
Kita harus banyak memuji dan menyembah karena di dalam setiap pujian dan penyembahan ada kuasa. Kita mengucapkan syukur kepada Tuhan dengan berkata-kata yang baik kepada sesama kita, keluarga kita, diri sendiri, terutama kepada Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati.