Tahun imlek kali ini adalah tahun kelinci artinya tahun kesabaran dan keberuntungan. Apa kata Alkitab mengenai kesabaran dan keberuntungan.
Orang sabar itu pasti kesel karena ditindas dan diperlakukan tidak adil juga dipandang hina. Tetapi firman Tuhan berbicara berbeda. Dari visi tahun 2023 : bangkit dan jadi pemenang, maka:
1. Kesabaran akan mendatangkan kekuatan dari Tuhan
Yesaya. 40:29-31
Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
Kesabaran tidak pasif tetapi aktif, kita harus tetap merenungkan firman Tuhan sehingga punya waktu untuk memuji dan menyembah Tuhan. Kita lakukan tidak dengan cara sendiri tetapi dengan kekuatan dari Tuhan. Kita butuh kekuatan Tuhan karena kekuatan manusia ada batasnya. Ada waktunya kita kuat, ada waktunya kita lemah karena ini bagian dari kehidupan manusia. Kita mengharapkan ada orang yang membantu kita tetapi mereka juga manusia biasa yang terbatas dan dapat mengecewakan serta melupakan atau meninggalkan kita. Oleh karena itu kita harus datang kepada Tuhan yang akan memberikan kekuatan kepada yang tidak berdaya dan lelah. Tuhan akan tunjukkan jalan yang harus kita lalui tetapi jangan terburu-buru melainkan bersabar menunggu Tuhan.
2. Kesabaran akan mendewasakan kita dalam Tuhan
Roma. 5:3-5
Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Hanya orang dewasa yang mempunyai kesabaran karena kesabaran harus sungguh-sungguh. Segala sesuatu yang terjadi bukan untuk menghancurkan tetapi untuk mendewasakan kita di dalam Tuhan. Di akhir zaman nanti perkawinan Anak Domba adalah untuk orang dewasa. Tuhan rindu kita menjadi dewasa. Segala hal yang menyenangkan bagi mata dan kedagingan yang dapat membawa kita kepada neraka yang kekal harus dijauhkan. Tetapi kita harus tekun dan tahan uji sehingga menimbulkan pengharapan yang tidak mengecewakan. Tuhan selalu ada dan tidak meninggalkan kita bukan seperti manusia untuk menuntun kita berjalan di jalan-Nya. Jangan menyerah.
3. Kesabaran akan menuntun kita pada rencana Tuhan
Yeremia. 29:11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Untuk ikut Tuhan ada prosesnya. Orang percaya akan hidup karena iman bukan karena apa yang kita lihat atau dengar karena dapat menipu kita. Iblis berbeda yaitu dia ingin kita mengambil jalan pintas (tidak sabar) untuk menjadi cepat kaya dan berhasil. Itu semuanya tipuannya iblis. Ikut Tuhan tidak seperi itu. Selangkah demi selangkah kita berjalan bersama Tuhan, tidak instan.
Ada 2 tokoh Alkitab yang belajar kesabaran :
• Yusuf
Kisah Yusuf mengingatkan kita bahwa orang-orang di sekeliling kita dapat mengecewakan.
1. Saudara-saudaranya sendiri menjual Yusuf karena iri.
2. Majikannya melemparkan Yusuf ke penjara karena fitnah.
3. Teman-temannya melupakan Yusuf.
Kejadian. 50:20
Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.
Kesabaran Yusuf bukan pasrah melainkan melakukan hal-hal yang benar dan setia kepada Tuhan. Yusuf menjadi penguasa di Mesir karena hasil dari proses kesabarannya. Semuanya karena Tuhan menyertai dia.
• Ayub
Kisah Ayub mengingatkan kita bahwa musibah dapat terjadi.
1. 7 anak laki dan 3 anak perempuan tewas karena angin ribut.
2. 500 ekor lembu dan 500 ekor keledai dirampas orang Syeba.
3. 7000 ekor kambing domba dan para penjaganya tewas terbakar.
4. 3000 ekor unta dirampas orang Kasdim.
5. Luka di seluruh tubuh hingga Ayub menggaruk dengan beling.
Ayub. 1:21
katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"
Ayub begitu yakin bahwa Tuhan yang menjaga dan mengatur alam semesta ini sehingga yakin akan pertolongan Tuhan. Tuhan memulihkan dan mengembalikan berlipat ganda karena Ayub tetap sabar.
Kesabaran dalam menantikan janji Tuhan akan menuntun kita kepada keberuntungan
HAPPY 2023 CHINESE NEW YEAR
Tuhan Yesus Memberkati