Kita sering kali diajarkan bagaimana mencari dan mencapai kesuksesan. Mari kita belajar dari kisah Raja Salomo.
1 Raja-raja 11 : 3 - 13
Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN. Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya. Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon, dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya. Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengorbanan bagi Kamos, dewa kejijikan sembahan orang Moab, di gunung di sebelah timur Yerusalem dan bagi Molokh, dewa kejijikan sembahan bani Amon. Demikian juga dilakukannya bagi semua isterinya, orang-orang asing itu, yang mempersembahkan korban ukupan dan korban sembelihan kepada allah-allah mereka. Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya, dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan TUHAN. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Salomo: "Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu. Hanya, pada waktu hidupmu ini Aku belum mau melakukannya oleh karena Daud, ayahmu; dari tangan anakmulah Aku akan mengoyakkannya. Namun demikian, kerajaan itu tidak seluruhnya akan Kukoyakkan dari padanya, satu suku akan Kuberikan kepada anakmu oleh karena hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem yang telah Kupilih."
1 Raja-raja 10 : 14 - 25
Adapun emas, yang dibawa kepada Salomo dalam satu tahun ialah seberat enam ratus enam puluh enam talenta, belum terhitung yang didapat dari saudagar-saudagar dan dari pedagang-pedagang dan dari semua raja Arab dan bupati-bupati di negeri itu. Raja Salomo membuat dua ratus perisai besar dari emas tempaan, enam ratus syikal emas dipakainya untuk setiap perisai besar; ia membuat juga tiga ratus perisai kecil dari emas tempaan, tiga mina emas dipakainya untuk setiap perisai kecil; lalu raja menaruh semuanya itu di dalam gedung "Hutan Libanon". Juga raja membuat takhta besar dari gading, yang disalutnya dengan emas tua. Takhta itu enam tingkatnya; pada takhta itu ada di sebelah belakang sebuah kepala bundar, dan pada kedua sisi tempat duduk ada kelek-kelek. Di samping kelek-kelek itu berdiri dua singa, sedang dua belas singa berdiri di atas keenam tingkat itu sebelah-menyebelah; belum pernah diperbuat yang demikian bagi sesuatu kerajaan. Segala perkakas minuman raja Salomo dari emas dan segala barang di gedung "Hutan Libanon" itu dari emas murni; tidak ada barang perak, sebab orang menganggap perak tidak berharga pada zaman Salomo. Sebab di laut raja mempunyai kapal-kapal Tarsis bergabung dengan kapal-kapal Hiram; dan sekali tiga tahun kapal-kapal Tarsis itu datang membawa emas dan perak serta gading; juga kera dan burung merak. Raja Salomo melebihi semua raja di bumi dalam hal kekayaan dan hikmat. Seluruh bumi berikhtiar menghadap Salomo untuk menyaksikan hikmat yang telah ditaruh Allah di dalam hatinya. Mereka datang masing-masing membawa persembahannya, yakni barang-barang perak dan barang-barang emas, pakaian, senjata, rempah-rempah, kuda dan bagal, dan begitulah tahun demi tahun.
Kekayaan Salomo:
• Penghasilan emas per tahun 666 talenta (1 talenta sekitar 34 kg,22.544 kg sekitar 22.6 ton emas) untuk harga saat ini berkisaran sekitar 17 miliar dolar US.
• Emas yang dipersembahkan oleh pedagang dan pangeran sebagai upeti tidak termasuk.
• Perisai yang terbuat dari emas ada 200,adalah 600 syikal per sisinya 1 syikal sekitar 11.4 gram, 600 syikal sama dengan 6.84 kg untuk harga saat ini berkisaran sekitar 51 juta dolar 200 perisai besar = 10.260 juta dolar.
• Perisai kecil dari emas tempaan ada 300, 3 mina emas untuk setiap perisai kecil 1 mina = 50 syikal, 3 mina = 128,250 dolar US.
• Takhta besar dari gading, disaluti dengan emas tua。
• Semua perkakas minuman Raja Salomo dari emas,semua yang ada di kerajaan adalah emas murni,perak tidak ada artinya,
• Ada kapal,3 tahun sekali membawa penuh emas、gading、kera、burung merak,Raja Salomo melebihi semua raja di bumi dalam hal kekayaan dan hikmat.
• Semua raja di bumi akan membawa persembahan kepada Raja Salomo.
• Kereta perang seribu empat ratus,orang berkuda dua belas ribu.
• 10.Selir 700 orang, selir 300 dengan keseluruhan 1.000 orang istri
• Pada saat Raja Salomo memerintah, tidak ada perang karena Salomo memperistri wanita dari kerajaan-kerajaan yang ingin berperang dengannya. Raja Salomo akhirnya tidak menjaga hatinya karena istri-istri tersebut. Sehingga kerajaannya hanya sampai kepada keturunan ketiga.
Amsal 4 : 20 - 23
Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu. Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka. Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Dari hatilah terpancar seluruh kehidupan dan kebahagiaan bukan dari kekayaan yang melimpah. Oleh karena itu jagalah hati kita. Bagaimana caranya untuk menjaga hati? Yaitu arahkan telinga kepada firman Tuhan dan simpan di dalam hati serta percaya.
Ini semua dikatakan Salomo tetapi kenapa Salomo gagal?
Ulangan 17 : 16 - 17
Hanya, janganlah ia memelihara banyak kuda dan janganlah ia mengembalikan bangsa ini ke Mesir untuk mendapat banyak kuda, sebab TUHAN telah berfirman kepadamu: Janganlah sekali-kali kamu kembali melalui jalan ini lagi. Juga janganlah ia mempunyai banyak isteri, supaya hatinya jangan menyimpang; emas dan perakpun janganlah ia kumpulkan terlalu banyak.
Raja Salomo tahu tetapi tidak mendengarkan dan menyimpan firman di atas.
Ulangan 17 : 18 - 20
Apabila ia duduk di atas takhta kerajaan, maka haruslah ia menyuruh menulis baginya salinan hukum ini menurut kitab yang ada pada imam-imam orang Lewi. Itulah yang harus ada di sampingnya dan haruslah ia membacanya seumur hidupnya untuk belajar takut akan TUHAN, Allahnya, dengan berpegang pada segala isi hukum dan ketetapan ini untuk dilakukannya, supaya jangan ia tinggi hati terhadap saudara-saudaranya, supaya jangan ia menyimpang dari perintah itu ke kanan atau ke kiri, agar lama ia memerintah, ia dan anak-anaknya di tengah-tengah orang Israel.
Amsal 29 : 18
Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.
Raja Salomo menjadi tinggi hati sehingga menyimpang dari firman Tuhan. Raja Salomo melakukan apa yang diinginkannya bukan keinginan Tuhan sehingga hidupnya tidak panjang dan tidak bahagia.
Jadi kita harus tahu apa keinginan Tuhan dengan selalu membaca firman Tuhan karena hati Tuhan ada di dalam Alkitab. Itulah rahasia terbesar untuk mengalami hidup yang penuh keberhasilan yang sejati.
Akhirnya, ibarat mata uang yang berlaku di seluruh dunia adalah dolar Amerika, bahasa yang berlaku di seluruh dunia pada umunnya ialah bahasa Inggris, demikian juga di belahan manapun di dunia ini tidak ada satu tempat pun tanpa orang Tionghoa. Karena itu, Injil harus diberitakan sampai ke ujung bumi, dan melalui orang Tionghoa hal itu juga akan digenapi.
Tuhan Yesus Memberkati