Kesatuan hati tercatat di Alkitab sepanjang Perjanjian Lama dan Baru. Yesus juga mengatakan hal yang sama di Injil Yohanes.
Yohanes 17 : 20 - 21
Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
Tahun ini berbicara tentang penuaian. Penuaian jiwa diperlukan kesatuan hati.
Mazmur 133 : 1 - 3
Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.
Sebuah pelajaran dari menara Babel. Peristiwa ini terjadi setelah air bah Nuh. Zaman itu mereka masih memiliki satu logat dan satu bahasa. Saat itu mereka melakukan hal yang tidak dikenan oleh Tuhan yaitu membangun menara Babel.
Kejadian 11b : 1
Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.
Kejadian 11 : 6
Mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.
Tuhan mengatakan bahwa apapun yang direncanakan tidak ada yang tidak dapat terlaksana. Ini berbicara tentang kekuatan dalam kesatuan hati. Saat kita bersatu, potensi kita diperbesar. Saat bersatu, hal-hal yang kita raih lebih banyak dan lebih besar.
Kejadian 11 : 3
Mereka berkata seorang kepada yang lain : Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik. Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat.
Untuk membangun suatu kesatuan hati, diperlukan satu visi yang sama.
1 Korintus 12 : 12
Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.
Kejadian 11 : 4
Juga kata mereka : Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita mencari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.
Ketika kita memiliki visi yang jelas dan potensi yang diperbesar, kita perlu penyertaan Tuhan. Saat menara Babel dibangun, itu dibangun tanpa Tuhan, sehingga menara tersebut dibangun untuk mencari nama. Daging kita mengambil alih sehingga muncul kesombongan dan ketidaktaatan. Saat kita membangun kesatuan hati, kita harus bangun dengan kerendahan hati.
Nehemia 2 : 18
Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allahku yang melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka : Kami siap untuk membangun ! Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu.
Nehemia 6 : 15 - 16
Maka selesailah tembok itu pada tanggal dua puluh lima bulan Elul, dalam waktu lima puluh dua hari. Ketika semua musuh kami mendengar hal itu, takutlah semua bangsa sekeliling kami. Mereka sangat kehilangan muka dan menjadi sadar, bahwa pekerjaan itu dilaksanakan dengan bantuan Allah kami.
Pada saat kita datang dengan kerendahan hati, Tuhan campur tangan. Oleh karena itu bangun kesatuan hati dengan campur tangan Tuhan.
1 Samuel 18 : 7 - 9
Katanya : Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa. Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, … Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud.
Kejadian 11 : 7
Baiklah Kita turun dan mengacau-balaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.
Tuhan ingin kita membangun kesatuan hati dengan orang-orang yang benar dan berkenan di hati Tuhan.
Yosua 6 : 2 - 3a
Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua : Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa. Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu.
Jadi dari kisah tentang menara Babel kita belajar beberapa poin :
1. Kesatuan hati memperbesar potensi yang kita raih
2. Kesatuan hati membutuhkan satu visi yang sama
3. Tanpa Tuhan, kesatuan hati membuahkan kesombongan dan ketidaktaatan
4. Kesatuan hati dengan orang-orang benar dan berkenan di hati Tuhan
Tuhan Yesus Memberkati