Tuhan Yesus datang ke dunia ini untuk mati dan berkorban bagi Saudara dan saya, menebus kita semua dari dosa. Dan pada hari ketiga, Ia bangkit dari antara orang-orang mati, kemudian selama empat puluh hari menampakkan diri kepada para murid-Nya, sebelum akhirnya Ia naik ke surga, dan mencurahkan Roh Kudus kepada mereka, maupun kita semua umat percaya.
Kisah Para Rasul 1 : 6 – 11
Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ : "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel ?" Jawab-Nya : "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka : "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit ? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."
Ada tiga poin hal yang mesti kita sadari : Sadar bahwa semuanya yang di dunia ini hanya sementara; kita menerima kuasa dari Allah Roh Kudus; serta menjadi saksi-saksi-Nya.
• Semua Hanya Sementara (ayat 6 – 7)
Murid-murid-Nya sempat mengira dan megharap pemulihan bagi umat Israel saja di dalam hidup di bumi atau dunia ini. Mereka masih memiliki mindset atau pola pikir yang berbeda daripada rancangan sempurna Tuhan Yesus.
“Perspektif Para Murid VS Perspektif Tuhan Yesus” : Fokus atau persepektif mereka waktu itu hanyalah pada keberadaan sementara di dunia ini ataupun yang terlihat oleh mata, sedangkan Tuhan berfokus pada kekekalan atau hidup yang kekal serta membangun gereja-Nya atau umat, dan bukan sekadar tempat atau gedung maupun kemerdekaan Israel dari penjajahan kerajaan Romawi, melainkan lebih pada kemerdekaan dari “penjajahan kuasa dosa”. Apa yang menjadi fokus kita hari-hari ini ?
Transit & Destination : Hidup kita selama masa di bumi ini sesungguhnya singkat, dan apabila berusia panjang itu adalah kasih karunia dan ada rencana Tuhan bagi setiap kita. Dan kita tidak akan pernah tahu kapan saat terakhir kita di bumi ini. Jadi, jangan fokus pada keadaan yang sementara saja di hidup ini. Kehidupan di dunia hanyalah semacam transit, namun tujuan atau destinasi utama kita yang sesungguhnya ialah kehidupan yang kekal di kerajaan surga. Kita tidak akan menetap selamanya di bumi, melainkan menuju kekakalan di rumah Bapa di surga, dan bersama-sama dengan Tuhan Yesus selama-lamanya.
Live Like Travellers (Pilgrims), Not Settlers : Hiduplah selayaknya seorang peziarah yang hanya singgah secara sementara dalam hidup ini, dan bukannya seseorang yang akan tetap tinggal atau bermukim selamanya di dunia ini. Setiap kita hanya “menumpang lewat” di bumi, ada “expiry date” atau “tanggal kedaluwarsa” bagi semua orang yang masih hidup dan bernapas meskipun boleh-boleh saja kita memberi dampak kepada banyak orang. Ada hal yang lebih lagi yang sedang Tuhan persiapkan kelak di surga nanti. Dan bukankah hari-hari ini waktu terasa berjalan begitu sangat cepat ?
• Menerima Kuasa Roh Kudus (ayat 8)
Setiap kita akan menerima kuasa dari Roh Kudus sebagai orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, dan Roh Kudus tercurah atas kita. Kata ‘kuasa’ (bahasa Yunani kuno / Ancient Greek : ‘dunamis’) : kekuatan, perbuatan ajaib, mujizat, pekerjaan dahsyat, tenaga, kemampuan, keberlimpahan.
Kita sangat rapuh apabila mengandalkan kekuatan sendiri, terutama mengalami kekecewaan ketika apa yang kita harapkan tidak terjadi. Namun, kabar baiknya Roh Kudus sanggup memberi kita kuasa serta kekuatan untuk menjalani hari-hari ini bersama-Nya. Kuasa Roh Kudus akan menjadi penggerak dalam segala sesuatu yang kita kerjakan. Ingat, yang terpenting bukanlah apa yang ada di luar (ibarat sebuah bola yang kempes tanpa udara), tetapi Siapa yang ada di dalam kita yakni Roh Allah (ibarat sebuah bola yang menerima pompa udara dan menjadi berguna).
Yohanes 16 : 7
Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu : Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
Bagaimana kita menerima kuasa dari Roh Kudus :
- Percaya kepada Tuhan Yesus Kristus
- Meminta dan merindukannya dengan hati yang merasa haus, dan lapar, serta percaya sepenuhnya
- Menyerahkan diri secara total kepada Tuhan
- Menaati saat Roh Kudus bergerak, bekerja, dan bertindak
“The Spirit of God empowers the people to accomplish the mission of God.” Allah Roh Kuduslah yang akan memampukan serta memberikan anugerah kekuatan bagi anak-anak-Nya untuk melaksanakan misi serta panggilan hidup yang dari Allah Bapa di surga. Tuhan sanggup mengerjakan hal-hal yang luar biasa melalui kita dengan Roh Kudus, terutama di hari-hari ini.
Jadi, bukan karena kita, melainkan oleh kuat kuasa Roh Kudus. Bersyukur dan bersukacitalah oleh karenanya, sebab sesungguhnya kita tidaklah layak sama sekali, melainkan karena kasih dan anugerah-Nya yang membuat kehidupan setiap kita menjadi berbeda dan berdampak. Tuhan terlebih rindu untuk memakai kita sesuai dan menurut rancangan-Nya yang indah serta luar biasa. Tanpa Dia, kita tidak akan berdaya. Berjalanlah dalam tuntunan-Nya.
• Menjadi Saksi (ayat 8)
Setelah menerima kuasa dari-Nya, janganlah cuma berhenti di sana ataupun menjadi orang Kristen yang hanya memikirkan diri sendiri saja, ‘self-centered’ yaitu hanya tentang aku, aku, dan aku, melainkan jadilah ‘Christ-centered’ supaya rencana dan rancangan-Nya yang terjadi melalui hidup kita, serta menjadi anak-anak terang dan teladan di dalam hidup ini. Jadi, bersedialah dipakai oleh-Nya sesuai kehendak Allah.
2 Timotius 4 : 2
Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
Bagaimana kita bisa mulai bersaksi tentang kebaikan dan pertolongan Tuhan Yesus :
- Mulai dari pengalaman pribadi
- Mulai dengan orang-orang terdekat ataupun keluarga
- Gunakan kesempatan sehari-hari
- Tetap rendah hati serta fokus kepada Tuhan Yesus
Satu riak tetesan gelombang kecil di atas permukaan air dapat meluas, demikian pula janganlah pernah meremehkan sebuah kesaksian ataupun tindakan yang terasa kecil yang kita lakukan, sebab padahal dampaknya bisa sangat besar. Jangan menunggu podium ataupun panggung-panggung, serta saat semuanya sedang baik-baik saja, sebab bersaksi itu merupakan gaya hidup sehari-hari, jadi bukanlah bergantung pada acara-acara tertentu. Masa-masa pergumulan kita pun dapat menjadi sumber kesaksian yang menguatkan dan meneguhkah orang-orang lain.
Setiap kita pernah mengalami kegagalan, namun Tuhan mampu mengubahkannya dan memulihkannya untuk menjadi sumber kesaksian bagi banyak orang supaya menyatakan kebesaran dan kebaikan hati-Nya.
“A true witness points not to themselves, but to the One and Only Savior.” Saksi yang sejati tidaklah akan membawa orang-orang lain pada dirinya sendiri, melainkan sungguh-sungguh mengarahkan mereka hanya kepada satu-satunya Juruselamat kehidupan yang sejati bagi mereka, yakni Tuhan Yesus Kristus. Jangan pernah meninggikan diri sendiri, melainkan senantiasalah meninggikan dan memuliakan nama Tuhan Yesus saja.
Kiranya, pandangan kita tetaplah mengarah pada kerajaan surga dan kehidupan yang kekal, sekalipun langkah kita masih menapak dalam kehidupan di bumi ini.
Tuhan Yesus Memberkati