Kita jangan sembarangan mendengar dan perkatakan. Asal yang kita perkatakan berasal dari yang kita dengarkan. Apa yang kita dengarkan firman Tuhan atau perkataan manusia? Oleh karena itu jika kita mendengar firman Tuhan maka akan melakukan firman Tuhan.
Yakobus 1 : 19 - 26
Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya. Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya. Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.
Yakobus 1 : 26
Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.
Apa yang perlu kita lakukan agar kata-kata kita dapat menjadi kata-kata yang penuh berkat ?
1. Berbicalah setelah mendengar
Yakobus 1 : 19
Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
Kita harus mengerti apa yang kita dengarkan karena kita mengatakan apa yang kita dengar. Cepat mendengar firman Tuhan dan cepat melakukan-Nya. Jangan cepat marah juga. Tuhan ingin kita menjadi berkat buat banyak orang oleh karena itu dengar dan lakukan firman Tuhan. Jangan setelah mendengar kemudian mengatakannya padahal bukan dari firman Tuhan.
Mengekang lidah adalah belajar mendengarkan orang lain, tanpa cepat menyimpulkan sebelum betul-betul jelas
2. Berbicara tanpa emosi
Yakobus 1:19c-20
Dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah
Emosi seringkali mempengaruhi kita untuk tidak dapat berpikir jernih. Perkataan tidak berwujud, tetapi sekali terucapkan, perkataan bisa saja menjadi belati yang tajam bila disampaikan dengan perasaan emosi
3. Berbicaralah dengan tuntunan firman
Yakobus 1:21
sebab itu buang lah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut Firman yang tertanam didalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu
Selalu ingat !! Apa yang diucapkan oleh mulut pasti berasal dari dalam hati. Oleh karena itu harus mengatakan sesuai dengan tuntunan Firman Tuhan sehingga kita dapat menjaga perasaan orang lain. Jangan mau ditipu oleh iblis. Kepada semua orang baik itu keluarga, anak, istri maupun suami kita harus mengatakan dengan baik dan berbicaralah dengan hati-hati jangan hanya kepada orang lain saja tetapi kepada orang sendiri juga. Jangan kita sembarangan berbicara dan marah justru sebaliknya harus lebih berhati-hati. Karena kita ingin menjadi berkat bagi orang lain. Mulailah dari diri sendiri.
Matius 15:18-19
Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
Kita harus mendengar Firman Tuhan dan melakukannya. Kita jangan berbicara dengan emosi tetapi berbicaralah kepada setiap orang dengan berhati-hati. Perkataan kita biarlah menjadi berkat buat orang-orang lain. Tuhan akan menolong kita. Amin....
Tuhan Yesus Memberkati