Apa keinginan dan kerinduan Tuhan?
Kita akan melihat satu kisah dalam Alkitab di kitab Lukas 5 : 1 - 11, tentang Tuhan Yesus memanggil murid-murid yang pertama, mereka yang memiliki latar belakang penjala ikan kemudian dipanggil untuk menjadi penjala manusia. Kalau melihat pasal sebelumnya, yaitu Lukas 4, dikatakan Tuhan Yesus mengajar di dalam rumah-rumah ibadat. Namun pada pasal ini kita melihat bahwa Tuhan Yesus duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu, di danau Genesaret, artinya pemberitaan Injil atau firman Tuhan tidak hanya dilakukan dalam gereja saja melainkan juga di luar sana.
Lukas 5 : 1 - 11
Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: ”Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Simon menjawab: ”Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: ”Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: ”Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.
Jika menilik kisah ini, ada banyak hal yang dapat dipelajari, mengaplikasikannya untuk diri sendiri, mengenai apa yang harus kita lakukan hari-hari ini. Yesus memerintahkan Simon Petrus untuk bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jala untuk menangkap ikan, ternyata dalam perahu itu tidak hanya ada Simon Petrus saja melainkan ada orang lain juga. Respon Simon Petrus ada dua, yang pertama ragu-ragu sebab sudah sepanjang malam mereka menebar jala dan tidak mendapatkan apa-apa, juga saat itu adalah pagi hari bukan waktu yang baik untuk menebarkan jala, dan Yesus yang menyuruh bukan seorang nelayan melainkan seorang tukang kayu; yang kedua merespon sebagai murid, Simon Petrus memanggil Yesus dengan guru (Yunani: Epistata), dia tetap menebarkan jala karena Yesus sebagai guru yang memerintahkannya. Simon Petrus tetap taat melakukan apa yang diperintahkan Yesus, walaupun ragu-ragu, dalam kondisi lelah atau bergumul. Kita melihat komitmen Simon Petrus sebagai murid melebihi keragu-raguannya. Kemudian mujizat luar biasa terjadi dan membuat Simon Petrus takjub, tersungkur. Simon Petrus tahu akan keragu-raguan dalam dirinya, namun pada akhirnya matanya terbuka, dia menanggalkan keahliannya, menyadari bahwa dia seorang berdosa, dan mengakui keilahian Yesus, kalau sebelumnya dia memanggil Yesus dengan guru kemudian berubah menjadi Tuhan (Yunani: Kurios).
Tujuan mujizat terjadi agar kita menjadi penjala manusia. Tuhan mau menjadikan kita pribadi yang mengenal dan mengalami Tuhan, menjadi kesaksian luar biasa, bukan hanya sekedar biasa-biasa saja, untuk menyampaikan kabar keselamatan, memenangkan jiwa, sehingga banyak jiwa-jiwa diselamatkan bagi hormat dan kemuliaan nama Tuhan, sebab Tuhan sangat mengasihi jiwa-jiwa.
Untuk meresponi isi hati Tuhan :
1. Tinggalkan segala sesuatu
Tinggalkan segala sesuatu berbicara mengenai sikap hati kita yang seratus persen untuk Tuhan dan bukan untuk yang lain. Mujizat dan berkat yang diterima oleh Simon Petrus dan yang lainnya tidak menyilaukan mereka, sebaliknya mereka meninggalkan ikan yang baru mereka terima (berkat) untuk mengikut Yesus. Mereka memilih Yesus dari pada berkat.
Matius 19 : 20 - 22
Kata orang muda itu kepada-Nya: ”Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?” Kata Yesus kepadanya: ”Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
Pada kisah pada ayat di atas harta yang dimiliki anak muda tersebut malah membuatnya sedih ketika diminta Tuhan untuk meninggalkan semuanya dan mengikut Tuhan Yesus.
Matius 6 : 24
Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”
Kita tidak dapat mengabdi kepada dua tuan, atau tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mamon. Artinya Allah harus menjadi prioritas utama melebihi apapun yang kita miliki, kasihi, dan sukai.
2. Mengikut Yesus
Banyak orang kristen kelihatannya mengikut Yesus padahal sebenarnya hanya mengikut pendetanya. Jangan mengagumi pendeta karena Tuhan tidak suka atau benci.
Mari menginjil dan membawa jiwa-jiwa sesuai dengan porsi kita.
1 Korintus 3 : 6 - 8
Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.
Lakukan dengan segala cara untuk membawa jiwa-jiwa.
“Tinggalkan” segala sesuatu dan ikut Yesus! Isi hati dan kerinduan Tuhan adalah menangkan jiwa-jiwa bagi Yesus. Mari kita renungkan semuanya. Gunakan waktu dengan sebaik-baiknya untuk membawa jiwa-jiwa dan menyenangkan hati Tuhan. Amin...
Tuhan Yesus Memberkati